Menyesatkan: Meletakkan Es Batu di Sela Jari Menyembuhkan Sakit Kepala
SEBUAH video dengan klaim sakit kepala bisa hilang hanya dengan meletakkan es batu di antara jari tangan, beredar di Facebook [arsip] pada 12 Januari 2026. Hingga 19 Januari, video ini telah dibagikan lebih dari 390 kali dan disukai lebih dari 7 ribu warganet.
Video itu memperlihatkan ilustrasi cara menggunakan es batu untuk menyembuhkan sakit kepala. Caranya, dengan meletakkan es batu di antara ibu jari dan telunjuk selama tiga detik hingga sakit kepala hilang. “Tempat ini terhubung langsung dengan syaraf-syaraf di kepala. Ketika hawa dingin menerpa, sinyal nyeri dan sakit kepala mereda,” kata narator dalam video.
Lalu benarkah meletakkan es batu di antara jari tangan menyembuhkan sakit kepala?
Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan mewawancarai pakar serta membedah berbagai literatur kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa es batu memang efektif meredakan sakit kepala jika menempel pada dahi atau leher, bukan di sela jari tangan sebagaimana narasi yang beredar.
Pakar penyakit dalam Universitas Indonesia, Prof. Zubairi Djoerban, menegaskan ketiadaan bukti ilmiah yang mendukung klaim penempatan es di telapak tangan untuk mengobati nyeri kepala. Sebaliknya, metode ini justru berisiko memicu nyeri kepala sebelah yang lebih hebat bagi sebagian orang. “Cara itu justru membuat beberapa orang makin nyeri kepalanya,” ujar Zubairi kepada Tempo, Jumat, 16 Januari 2026.
Zubairi menyarankan masyarakat menempelkan es pada dahi, area atas telinga, atau leher bagian belakang. Pengguna wajib membungkus es batu dengan handuk terlebih dahulu agar suhu dingin tidak langsung menyentuh kulit yang sensitif. Durasi kompres yang ideal berkisar antara 10 hingga 20 menit.
Laman Healtline.com mencatat bahwa terapi dingin (cold therapy) telah menjadi metode pengobatan migrain sejak 150 tahun lalu. Suhu rendah bekerja menyempitkan pembuluh darah dan membantu menghambat transmisi saraf pemberi sinyal rasa sakit ke otak. Dr. Tania Elliott, kepala petugas medis di EHE Health Amerika Serikat menyebut es sebagai pilihan logis untuk mengatasi peradangan saat kepala terasa sakit.
Sebuah studi pada 2013 juga membuktikan bahwa kompres leher beku pada awal serangan migrain secara signifikan mengurangi rasa sakit. Para peneliti meyakini suhu dingin tersebut mendinginkan darah yang mengalir ke arteri karotis (carotid artery) di leher, sehingga peradangan di otak berkurang.
Sementara itu, riset yang terbit pada 2025 dalam National Library of Medicine menggarisbawahi efektivitas terapi aklimatisasi dingin (cold acclimatization therapy) sebagai metode baru dalam fisioterapi untuk manajemen nyeri dan pengendalian peradangan.
Meski menunjukkan potensi besar, para ahli menekankan bahwa studi ini masih dalam tahap awal. Penelitian lebih lanjut dengan populasi sampel yang lebih besar dan desain uji coba terkontrol acak (randomized controlled trials) yang lebih ketat tetap diperlukan untuk memvalidasi keamanan serta kemanjuran klinisnya secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa meletakkan es batu di jari tangan menyembuhkan sakit kepala adalah menyesatkan.
Es batu dapat meredakan sakit kepala jika diletakkan di dahi atau leher, bukan di antara jari tangan. Meski begitu masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menguji klaim efektivitasnya.
https://www.facebook.com/reel/904954028855672
https://perma.cc/8ZYN-YKXL
https://www.healthline.com/health/ice-packs-for-headache
http://healtline.com
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12285887
/cdn-cgi/l/email-protection#7d1e18161b1c16091c3d0918100d12531e12531419
Publish date : 2026-01-20
Hal Menarik Lainnya...