Keliru: Donald Trump Berencana Memindahkan 1 Juta Warga Israel ke Papua
SEBUAH narasi beredar di TikTok [arsip] pada 13 Januari 2026, menyebarkan narasi yang mengklaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana memindahkan satu juta warga Israel ke Papua. Konten tersebut juga menyebut Trump menekan Presiden Prabowo Subianto agar segera membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
"Gila rencana Trump memindahkan 1 juta orang Israel ke Papua, menekan Presiden Prabowo agar membuka hubungan baik dengan Israel. Kalau kita menolak, apa yang akan dilakukan Amerika?" tulis pengunggah dalam narasi yang beredar tersebut.
Namun, benarkah Trump akan menempatkan 1 juta penduduk Israel di Papua?
Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan menelusuri berbagai sumber otoritatif serta melakukan wawancara langsung. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada bukti valid yang mendukung rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump, untuk merelokasi satu juta warga Israel ke Papua, Indonesia.
Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Hartyo Harkomoyo, menegaskan bahwa narasi yang beredar di TikTok tersebut menyesatkan. “Tidak benar,” ujar Hartyo kepada Tempo, Senin, 19 Januari 2026.
Penelusuran Tempo pada akun resmi pemimpin negeri Abang Sam tersebut di Truth Social, @realDonaldTrump, juga tidak menemukan pernyataan terkait rencana relokasi itu. Pencarian menggunakan kata kunci melalui mesin pencari Google pun menunjukkan tidak ada satu pun media arus utama yang mengutip atau melaporkan pernyataan serupa dari Trump.
Israel Berselisih dengan Amerika soal Komposisi Dewan Eksekutif Gaza
Laporan terbaru The New York Times menyebut Amerika Serikat mendukung gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Gaza Executive Council (Dewan Eksekutif Gaza) guna membantu pengelolaan gencatan senjata tersebut.
Anggota komite ini melibatkan pejabat senior Qatar, Ali al-Thawadi, dan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan. Meski menyertakan seorang pengusaha Israel, komite tersebut sama sekali tidak melibatkan pejabat resmi dari pemerintah Israel.
Israel merespons dingin keputusan Amerika Serikat tersebut. Kantor Perdana Menteri Israel merilis pernyataan tertulis yang menyebut komite itu bertentangan dengan kebijakan mereka, tanpa merinci alasan eksplisit. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya telah menyatakan penolakan keras terhadap keterlibatan Turki di Gaza pasca-perang.
Melansir laporan ABC, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, mendukung sikap Netanyahu dan mendesak militer untuk bersiap kembali berperang beberapa menit setelah pernyataan tersebut rilis.
Berlawanan dengan isu relokasi warga Israel ke Papua, Israel justru berupaya memindahkan warga Palestina ke luar negeri, termasuk Indonesia, sebagaimana laporan Tempo pada Maret 2025. Pemerintah Israel pernah merencanakan uji coba imigrasi 100 warga Palestina untuk menetap dan bekerja secara permanen di Indonesia.
Rencana itu diproyeksikan sebagai tahap awal sebelum pengiriman ribuan warga Palestina lainnya. Menanggapi kabar tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan tidak pernah menjalin pembicaraan dengan pihak mana pun terkait imigrasi warga Gaza ke Indonesia.
AP News pernah memberitakan ambisi Donald Trump yang menginginkan Indonesia menormalisasi hubungan dengan Israel di tengah masa gencatan senjata pada November 2025. Trump mendesak Indonesia menerima proposal Abraham Accords guna mengakui kedaulatan Israel, mengikuti langkah Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Yvonne Mewengkang, memastikan Jakarta tidak akan membuka hubungan diplomatik tanpa kepastian berdirinya negara Palestina yang berdaulat. “Setiap visi yang berkaitan dengan Israel harus dimulai dengan pengakuan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” kata Yvonne.
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memindahkan 1 juta warga Israel ke Papua adalah klaim yang keliru.
https://www.tiktok.com/@abahumarparanormal/photo/7594713907290328338?_r=1&_t=ZS-9346ABGQoSr
https://perma.cc/83H2-GQ3B?type=image
https://truthsocial.com/@realDonaldTrump?gsid=06d812b9-1711-4c0a-865c-7f108b674922
https://www.google.com/search?sca_esv=24a056545c946754&sxsrf=ANbL-n6auBPW3ASANe35uR0L6R_BpRA9mg:1768832265282&q=Donald+Trump+is+going+to+move+Israeli+to+Papua,+Indonesia&tbm=nws&source=lnms&fbs=ADc_l-bqNBSxhtDWn19VYMjV4IW8M6V5sUTV-Y2_KdeIcukPfaKZwlt7aTmDnwhvk3JbzgxtRCQxGVbWOn_67yTf9M-jITIv3qFNJWJcpGDiCwrLmDgMMhg95HgN8INQzS9IVPQ18_Axp6vVNOP-Vk6oRRTQXT7DMOLMojp6US-0gBEep1ojPBUllwsDv5Y6bmSyBxbu3NbN8YZfhxGW2t4EZnEjA9hvlw&sa=X&ved=2ahUKEwiZnNvW5ZeSAxUhyDgGHRsZIUAQ0pQJegQIFhAB&biw=1440&bih=812&dpr=1&aic=0
https://apnews.com/article/trump-indonesia-abraham-accords-israel-prabowo-1df49140800e3694fc7f7ec1bbf340f0
Publish date : 2026-01-20
Hal Menarik Lainnya...