Cek Fakta: Tidak Benar Tabung Elpiji Hijau 3 Kg Ditarik dari Peredaran Awal Puasa 2026


Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tabung gas hijau Elpiji 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Februari 2026.
Klaim tabung gas Elpiji hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"AssalamualaikumšŸ™šŸ™šŸ™
INPO PENTING
Demi keselamatan masing-masingBagi yang menggunakan kompor gas mungkin bisa menyampai kan kepada keluarga kita di rumah Karna langka nya tabung gas
Tabung gas elpiji 3 kg resmi di tarik dari peredaran awal bulan puasa tahun 2026 ini
Dalam rapat kabinet menko perekonomian
Akhir nya di putus kan menarik tabung gas warna hijau Penarikan akan segera di laksanakan segera mungkin Mengingat dampak nya langsung berhubung dengan masyarakat dan pemerintah akan menggantikan tabung gas hijau dengan beberapa warna alternatif sepertiMerah kuning kelabu merah muda dan biruAlasan nya adalah warna hijau sering meletus dan membuat hati ku sangat kacauMaka pemerintah menghimbau untuk tabung gas yang tersisa harap pegang erat erat Mohon maaf kalau berita ini membuat hati mu sangat kacau aku pun begitušŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚Akibat susah nyari gas"
Benarkah klaim tabung gas ElpijiĀ hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.


Cek Fakta Liputan6.comĀ menelusuri klaim tabung ElpijiĀ hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026, dengan menghubungi pihak PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN yang mendapat penugasan menyalurkan Elpiji bertabung hijau 3 Kg.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, tidak adaĀ kebijakanĀ tabung Elpiji hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026.
"Tidak ada," kata Baron, saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (11/2/2026).
Menurut Baron, Pertamina memastikan tabung Elpiji yang beredar telah memenuhi standar keselamatan sesuai ketentuan pemerintah dan SNI, serta melalui pengujian dan pengawasan secara berkala.
"Tabung yang tidak memenuhi standar akan ditarik dari peredaran. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami, dan setiap informasi terkait dugaan gangguan keselamatan akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi yang transparan,ā€ lanjut Baron.
Ā 
Jika kita membaca hingga akhir maka informasi tersebut merupakan bercandaan atau parodi. Namun bisaĀ membuat penerima informasi salah paham jika kita tidak membaca hingga selesai.
Situs rcmediafreedom.eu mengutip data First Draft organisasi nirlaba yang mendukung jurnalis, akademisi, dan teknolog dalam upaya pemberantasan hoaks , sebuah organisasi nirlaba yang mendukung jurnalis, akademisi, dan teknolog dalam upaya pemberantasan hoaks.
Data tersebut menyebutkan ada tujuh jenis disinfromasi dan misinformasi dan disinformasi, yaitu:
"Satire atau parodi
Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
Misleading content (konten menyesatkan)
Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.Misleading contentdibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
Imposter content (konten tiruan)
Imposter content terjadi jika sebuah informasi mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh. Tidak cuma perorangan, konten palsu ini juga bisa berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.
Fabricated Content (konten palsu)
Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
False connection (koneksi yang salah)
Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
False context (konteks keliru)
False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Manipulated content (konten manipulasi)
Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik."
Ā 


Hasil penelusuranĀ Cek Fakta Liputan6.com klaim tabung Elpiji hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026 tidak benar.
Pertamina menyatakan tidak ada kebijakanĀ tabung Elpiji hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026.
Dari tujuh kategori misinformasi dan disinformasi dalam artikel tersebut, klaim tabung Elpiji hijau 3 Kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026Ā mengarah pada jenis satire atau parodi.
Meski unggahan tersebut tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh. Kemasan konten klaim tersebutĀ merupakan salah satu unsur yang ada dalam kategori satir atau parodi.

https://www.rcmediafreedom.eu/Resources/Reports-and-papers/Fake-news.-It-s-complicated

Publish date : 2026-02-11