Hoaks BMKG Prediksi Gempa Megathrust di Tahun 2026
tirto.id - Di media sosial, beredar unggahan yang mengklaim bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa megathrust.
ADVERTISEMENT
Klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Chika Permada” (arsip) pada 23 Februari 2026. Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa BMKG mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi potensi gempa megathrust dan meningkatkan kewaspadaan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi, termasuk kemungkinan gempa megathrust yang secara ilmiah memang menjadi bagian dari dinamika wilayah Indonesia,” tulis pengunggah dalam takarir.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta BMKG Prediksi Gempa Megathrust di Tahun 2026. tirto.id/Fuad
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:BMKG: Modifikasi Cuaca Hanya Kurangi 30% Hujan, Lahan Jadi KunciBMKG: Tsunami Akibat Gempa Jepang Tidak Berdampak ke Indonesia
Ia juga menyertakan poster berlogo BMKG dengan tulisan, “BMKG Mengimbau untuk Seluruh Rakyat Indonesia Tetap Berhati-hati dan Waspada”. Poster itu juga memuat peringatan berbunyi, “Ada gempa megathrust di seluruh pulau Indonesia di tahun 2026 dalam waktu dekat akan segera terjadi.”
ADVERTISEMENT
Saat tulisan ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 742 tanda suka dan 284 komentar, serta dibagikan 234 kali.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Untuk menelusuri kebenaran klaim, Tirto mencari keterangan resmi dari BMKG. Dari hasil penelusuran, ditemukan unggahan di Instagram resmi BMKG, yakni “@infobmkg” pada Kamis, 26 Februari 2026 yang membantah klaim tersebut.
Dalam unggahannya, BMKG menyebut bahwa pihaknya tidak pernah menyampaikan waktu pasti terjadinya gempa bumi.
Baca juga:Proyeksi BMKG: Suhu Udara Permukaan RI Naik 1,3 Derajat Celsius
“Hingga saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi secara tepat dan akurat,” jelas BMKG di dalam unggahan.
BMKG juga menerangkan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan aktivitas seismik, kajian potensi sumber gempa, dan penyampaian informasi resmi berbasis data.
“Penting untuk dipahami, kajian potensi bukanlah prediksi waktu kejadian. Informasi potensi gempa bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kepanikan,” terang BMKG.
BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi. Adapun kanal resmi BMKG di media sosial adalah “@InfoBMKG” dan situs www.bmkg.go.id.
Dilansir situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta, zona megathrust sebenarnya merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa yang berasal dari tumbukan lempeng tektonik di kedalaman dangkal.
Fenomena ini terjadi ketika lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua dalam proses yang disebut subduksi. Pada bidang kontak antar lempeng tersebut terbentuk medan tegangan (stress).
Ketika tegangan yang terakumulasi itu dilepaskan secara tiba-tiba akibat pergeseran, terjadilah gempa bumi. Jika gempa terjadi, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra dapat terdorong naik (thrusting).
Baca juga:Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Kupang NTT, Tak Berpotensi Tsunami
Zona megathrust bukanlah fenomena baru. Di Indonesia, sumber gempa ini telah ada sejak jutaan tahun lalu seiring terbentuknya rangkaian busur kepulauan Nusantara. Sejumlah zona subduksi aktif yang menjadi lokasi megathrust antara lain Subduksi Sunda yang mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba; Subduksi Banda; Subduksi Lempeng Laut Maluku; Subduksi Sulawesi; Subduksi Lempeng Laut Filipina; serta subduksi di wilayah utara Papua.
Keberadaan zona-zona tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Namun, keberadaan zona megathrust tidak berarti gempa besar dapat dipastikan terjadi pada waktu tertentu. Informasi mengenai zona ini lebih ditujukan untuk kepentingan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, bukan sebagai prediksi waktu kejadian.
Saat ini, potensi tiap segmen zona megathrust di Indonesia telah dapat dipetakan dan dikenali. Setiap gempa yang bersumber dari zona tersebut dikategorikan sebagai gempa megathrust, namun tidak semuanya berkekuatan besar.
Baca juga:BMKG: Gempa M5,1 Guncang Laut Jawa, Tak Berpotensi Tsunami
Sebagai sumber aktivitas seismik, zona megathrust mampu menghasilkan gempa dengan variasi magnitudo dan kedalaman.
Data hasil monitoring BMKG menunjukkan, justru “gempa kecil” yang lebih banyak terjadi di zona megathrust, meskipun zona megathrust dapat memicu gempa besar.
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa megathrust yang akan terjadi di tahun 2026, adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Dalam unggahan resminya di Instagram, BMKG menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai kepastian waktu terjadinya gempa megathrust pada 2026 maupun dalam waktu dekat.
Baca juga:BMKG: Gempa M5,0 Guncang Lampung, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG juga menekankan bahwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara tepat dan akurat, baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya.
https://www.facebook.com/chika.permada.180/posts/himbauan-resmi-badan-meteorologi-klimatologi-dan-geofisika-bmkgbmkg-menghimbau-k/1422936519272441/?_rdc=2&_rdr#
https://archive.ph/raWwQ
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2271__znnid=318__cb=98885d2d1e__oadest=https%3A%2F%2Fwww.zurich.co.id%2Fbareng-jadi-lebih%3Futm_source%3Dtirto%26utm_medium%3Dbanner%26utm_campaign%3Dfree_pa%26utm_content%3Dramadan_2026
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2271__znnid=319__cb=ea8b4764b3__oadest=https%3A%2F%2Fwww.zurich.co.id%2Fbareng-jadi-lebih%3Futm_source%3Dtirto%26utm_medium%3Dbanner%26utm_campaign%3Dfree_pa%26utm_content%3Dramadan_2026
https://tirto.id/bmkg-modifikasi-cuaca-hanya-kurangi-30-hujan-lahan-jadi-kunci-hpZN
https://tirto.id/bmkg-tsunami-akibat-gempa-jepang-tidak-berdampak-ke-indonesia-gTW3
https://www.instagram.com/p/DVKu7lkgdeA/
https://tirto.id/proyeksi-bmkg-suhu-udara-permukaan-ri-naik-13-derajat-celsius-gShi
https://bpbd.jogjaprov.go.id/berita/mengenal-dan-memahami-gempa-megatrust-1
https://tirto.id/gempa-magnitudo-54-guncang-kupang-ntt-tak-berpotensi-tsunami-gR88
https://tirto.id/bmkg-gempa-m51-guncang-laut-jawa-tak-berpotensi-tsunami-gP2u
https://tirto.id/bmkg-gempa-m50-guncang-lampung-tidak-berpotensi-tsunami-gPvX
Publish date : 2026-03-01
Hal Menarik Lainnya...