Hoaks Prabowo dan Trump Berfoto Pamerkan Produk Daging Babi
tirto.id - Di era digital, manipulasi gambar semakin mudah dilakukan dan kerap digunakan untuk membangun narasi tertentu yang sensitif dan provokatif. Karena itu, setiap konten visual yang beredar di media sosial perlu diverifikasi sebelum dipercaya dan dibagikan lebih luas.
ADVERTISEMENT
Beredar sebuah foto Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden AS, Donald Trump, yang diklaim sedang memamerkan produk daging babi dan produk spam dalam kaleng. Dalam foto tersebut, terlihat Presiden Prabowo menunjukkan produk daging babi yang dipegangnya, sementara Trump memperlihatkan produk spam.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Foto tersebut beredar melalui akun Facebook @Moslem Cyber Army 7 (arsip) pada Sabtu (28/02/2026). Dalam unggahan itu, disertakan narasi yang diklaim sebagai pernyataan MUI agar umat Islam tidak mengonsumsi makanan haram.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Prabowo Impor Daging Babi dari AS. foto/hotline periksa fakta tirto
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Baca juga:Manipulasi Video Purbaya soal Dukungan Hukuman Mati KoruptorManipulasi Foto Netanyahu bersama Prabowo Subianto
Foto ini bahkan diklaim sebagai “foto termahal 2026” dengan alasan Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, namun presidennya disebut berfoto sambil memegang produk daging babi.
ADVERTISEMENT
Hingga Senin (02/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 38 tanda reaksi, 69 komentar, serta 15 kali dibagikan. Foto serupa juga disebarkan melalui akun lainnya, seperti ini dan ini.
Lantas, benarkah Presiden Prabowo dan Presiden Trump berfoto bersama dengan memamerkan produk daging babi?
Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, kami melakukan penelusuran menggunakan fitur pencarian gambar Google Lens terhadap foto yang beredar. Hasil pencarian menunjukkan foto serupa dengan latar belakang dan setelan jas yang sama. Foto tersebut diunggah melalui pemberitaan resmi Kementerian Sekretariat Negara RI RI pada 20 Februari 2026.
Baca juga:Hoaks Video Haji Isam Bagikan Bantuan Tunai
Baca juga:Hoaks Kejagung Tetapkan Luhut Tersangka Kasus Korupsi Batu Bara
Faktanya, dalam foto resmi tersebut, kedua presiden tidak menunjukkan atau memamerkan produk daging babi maupun spam. Mereka sedang memperlihatkan dokumen perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani.
Foto tersebut diambil pada 19 Februari 2026 di Washington, D.C, Amerika Serikat, dalam momen penandatanganan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Artinya, foto yang beredar di media sosial telah mengalami perubahan dari foto aslinya. Produk makanan yang terlihat dalam unggahan viral tidak terdapat dalam dokumentasi resmi. Hal ini menunjukkan adanya indikasi manipulasi visual untuk membangun narasi tertentu.
Unggahan foto tersebut disertai juga klaim yang menyebut bahwa, "Presiden Prabowo dan Presiden Trump menandatangani kesepakatan Reciprocal Trade yang salah satu poinnya mencakup kuota impor produk daging babi dari AS sebesar 3.000 metrik ton per tahun."
Dalam dokumen The Agreement on Reciprocal Trade (ART) tidak ada sama sekali klausul yang menyebut bahwa Indonesia wajib mengimpor daging babi, namun produk daging dan unggas termasuk produk olahannya. Selanjutnya, Kemenko Perekonomian dalam rilisnya menyampaikan bahwa yang diimpor adalah 580 ribu ayam serta daging sebagai bahan olahan sosis hingga bakso dengan kuota maksimal 150 ribu ton per tahun.
Baca juga:Hoaks Anies Baswedan Laporkan Jokowi soal Ijazah Palsu
Tidak ada sama sekali klausul dalam perjanjian yang menyatakan bahwa Indonesia akan impor daging babi dari AS seperti yang diklaim oleh unggahan tersebut.
Untuk memperkuat temuan tersebut, kami juga menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation guna menganalisis kemungkinan rekayasa digital pada gambar yang beredar.
Hasil analisis menunjukkan bahwa foto tersebut memiliki probabilitas tinggi sebagai konten deepfake dengan tingkat kemungkinan mencapai 93 persen. Sementara itu, kemungkinan gambar tersebut sepenuhnya merupakan hasil buatan AI sebesar 1,9 persen.
Periksa Fakta Prabowo dan Trump Berfoto Promosikan Daging Babi
Deepfake adalah istilah untuk konten visual atau audio yang telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sehingga tampak seolah-olah asli. Manipulasi ini bisa berupa penggantian wajah, penambahan objek, hingga perubahan ekspresi atau gerakan, tanpa terlihat jelas sebagai hasil editan.
Baca juga:Hoaks Purbaya Bongkar Fakta Hidden Debt dan IKN Terancam Dijual
Temuan ini mengindikasikan bahwa foto tersebut sangat besar kemungkinannya telah dimanipulasi secara digital. Dengan kata lain, objek produk daging babi dan spam yang terlihat dalam gambar bukan bagian dari foto asli, melainkan hasil rekayasa.
Hingga penelusuran ini dilakukan, tidak ditemukan bukti yang memverifikasi klaim bahwa Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump berfoto bersama sambil memamerkan produk daging babi. Foto yang beredar diketahui merupakan hasil manipulasi dari dokumentasi resmi penandatanganan perjanjian perdagangan di Washington, D.C., serta terindikasi sebagai konten deepfake berdasarkan hasil analisis alat pendeteksi AI.
Klaim yang menyatakan bahwa berdasarkan perjanjian Indonesia harus melakukan impor daging babi dari AS pun tidak terbukti. Sebab, dalam dokumen ART dinyatakan bahwa produk yang diimpor adalah daging sapi dan unggas termasuk produk hasil olahannya.
Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo memamerkan produk daging babi dalam foto bersama Presiden Donald Trump merupakan informasi yang salah dan menyesatkan (false and misleading).
https://www.facebook.com/share/p/17cFbd2vr9/
https://archive.today/4yqHK
https://tirto.id/manipulasi-video-purbaya-soal-dukungan-hukuman-mati-koruptor-hrDN
https://tirto.id/manipulasi-foto-netanyahu-bersama-prabowo-subianto-hrpn
https://x.com/Srik4ndiMuslim2/status/2027957832994488362
https://www.facebook.com/share/p/18wPgVzrQb/\
https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_dan_presiden_trump_teken_perjanjian_perdagangan_timbal_balik_bersejarah_indonesia_as
https://tirto.id/hoaks-video-haji-isam-bagikan-bantuan-tunai-hqmY
https://tirto.id/hoaks-kejagung-tetapkan-luhut-tersangka-kasus-korupsi-batu-bara-hqxR
https://tirto.id/hoaks-anies-baswedan-laporkan-jokowi-soal-ijazah-palsu-hp89
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection-demo
https://tirto.id/hoaks-purbaya-bongkar-fakta-hidden-debt-dan-ikn-terancam-dijual-hquk
Publish date : 2026-03-03
Hal Menarik Lainnya...