Salah, Purbaya Sebut Dana Desa Digunakan Foya-Foya Kepala Desa

tirto.id - Beredar di media sosial Instagram, unggahan video mengklaim Purbaya sebut Dana Desa digunakan untuk foya-foya kepala desa. Dalam video dikatakan bahwa semenjak diadakannya Dana Desa tersebut, para kepala desa menjadi kaya, memiliki sawah, dan tanah dimana-mana.

ADVERTISEMENT

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Instagram @rhudygsr (arsip) pada Rabu (25/02/2026). Video berdurasi 24 detik tersebut, menampilkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa tengah memberikan pernyataan atau berbicara dalam sebuah forum resmi terlihat dari mikrofon dan setelan jas yang dikenakan.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

Purbaya dalam video juga menyebutkan Dana Desa agar dialokasikan untuk infrastruktur di pedalaman karena selama ini Dana Desa banyak disalahgunakan. Manajemen dan pola pikir kepala desa dalam mengolah dana tersebut tidak mengerti tujuan dan manfaatnya sehingga banyak yang memperkaya diri.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

“Dana Desa cuman bikin foya-foya kepala desa. Sepertinya sejak Dana Desa dihapuskan, kadesnya yang paling menderita, sejak ada Dana Desa kadesnya jadi kaya-kaya, sawah tanah dimana-mana. Lebih baik Dana Desa dialokasikan buat infrastruktur di pedalaman. Karena selama ini Dana Desa banyak disalahgunakan, selain itu manajemen dan pola pikir kepala desa dalam mengolah Dana Desa tidak mengerti tujuan dan manfaatnya,” begitu klaim yang diucapkan Purbaya dalam video.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (09/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 9 likes dan 453 kali ditayangkan.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @cicayaicecream (arsip) dan akun TikTok bernama “adhemzlrmbn” (arsip). Semua unggahan menampilkan video yang sama terkait Dana Desa tersebut.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

ADVERTISEMENT

Baca juga:Minyak Dunia Naik, Purbaya Buka Opsi Naikkan Harga BBM Subsidi

periksa fakta Purbaya Sebut Dana Desa untuk Foya-Foya Kades.

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural, dan potongan video yang tidak utuh. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 89,7 persen sebagai hasil rekayasa AI.

Kami lantas melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menelusuri rekaman asli dari video tersebut. Hasilnya, kami diarahkan pada laman Kompas.com yang memperlihatkan Purbaya mengenakan jas yang sama pada video.

Gambar tersebut merupakan dokumentasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Kemenkeu pada Selasa (23/12/2025). Purbaya memastikan anggaran transfer ke daerah (TKD) untuk Provinsi Aceh pada 2026 tidak akan dipangkas. Bahkan, pemerintah berencana menambah alokasi TKD sebesar Rp1,63 triliun, menyusul dampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Sebagai informasi, TKD adalah Transfer ke Daerah yang bersumber dari APBN dan merupakan bagian dari belanja negara yang dialokasikan dan disalurkan kepada daerah untuk dikelola oleh daerah dalam rangka mendanai penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Adapun Dana Desa adalah dana APBN yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/Kota untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat desa.

TKD (Transfer ke Daerah) dan Dana Desa tidak sama, namun keduanya merupakan bagian dari anggaran APBN (TKDD) untuk pemerintah daerah dan desa. TKD dialokasikan ke Pemda (provinsi/kabupaten/kota) untuk desentralisasi fiskal. Sementara, Dana Desa khusus ditransfer langsung ke desa untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Melansir YouTube Tribunnews, dalam liputan berjudul “Menkeu Purbaya Tak Goyah meski Di Demo Kades se-Indonesia terkait Pencairan Dana Desa: Gak Berubah", dalam video ini Purbaya menanggapi adanya aksi para kades yang menuntut agar pemerintah segera mencabut PMK Nomor 81 Tahun 2025 tentang Pengalokasian, Penggunaan, dan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Para kades menuntut agar pemerintah segera mencabut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 tentang pengalokasian, penggunaan, dan penyaluran Dana Desa tahun anggaran 2025. Dalam video asli, Purbaya menjelaskan, pencairan Dana Desa tahap II 2025 telah mencapai Rp7 triliun. Namun, sebagian uang tersebut ditahan oleh pemerintah untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih.

"Tahap II kan yang dikucurkan itu sekitar Rp7 triliun ya, tapi ada sebagian ditahan untuk pembiayaan Koperasi Merah Putih," begitu keterangan Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Purbaya menegaskan, pihaknya tidak akan merubah aturan yang sudah ada. Dalam video tersebut Purbaya tidak mengatakan bahwa Dana Desa buat kades jadi kaya dan mengusulkan alokasi untuk infrastruktur di pedalaman.

Senada dengan hal tersebut, dalam laman resmi Komdigi, beredar unggahan video di media sosial TikTok yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Dana Desa sering disalahgunakan oleh Kepala Desa adalah video yang dimanipulasi.

Dalam rilis Tirto berjudul “Purbaya Wajibkan 58% Dana Desa untuk Dukung Kopdes Merah Putih”, untuk mendukung adanya Dana Desa, Menkeu Purbaya telah merilis aturan baru tentang Dana Desa dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026. Dalam beleid yang diundangkan pada Kamis (12/2/2026) itu, pemerintah mewajibkan 58,03 persen Dana Desa dialokasikan untuk pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Adapun Dana Desa 2026 memiliki pagu sebesar Rp60,57 triliun, artinya Rp34,57 triliun di antaranya harus digunakan oleh pemerintah desa untuk mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih.

"Dana desa diutamakan penggunaannya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan... (e.) Dukungan implementasi KDMP," tulis Pasal 20 ayat (1) huruf e beleid tersebut.

Dengan demikian video yang mengklaim Purbaya sebut Dana Desa hanya untuk foya-foya dan memperkaya para kades adalah tidak benar.

Baca juga:IHSG dan Rupiah Jatuh, Purbaya Salahkan Proyeksi Sejumlah Ekonom

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Purbaya sebut Dana Desa digunakan untuk foya-foya dan memperkaya kades adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, video asli dari unggahan tersebut menampilkan Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (23/12/2025). Ketika itu Purbaya merespons aksi protes para kepala desa (kades) terkait pencairan Dana Desa. Di situ, Purbaya menjelaskan terkait pencairan Dana Desa tahap II 2025 yang telah mencapai Rp7 triliun.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.instagram.com/reels/DVLcKqfiZG3/
https://archive.ph/mPW7u
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2271__znnid=318__cb=09696a2be5__oadest=https%3A%2F%2Fwww.zurich.co.id%2Fbareng-jadi-lebih%3Futm_source%3Dtirto%26utm_medium%3Dbanner%26utm_campaign%3Dfree_pa%26utm_content%3Dramadan_2026
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2271__znnid=319__cb=43e1d60460__oadest=https%3A%2F%2Fwww.zurich.co.id%2Fbareng-jadi-lebih%3Futm_source%3Dtirto%26utm_medium%3Dbanner%26utm_campaign%3Dfree_pa%26utm_content%3Dramadan_2026
https://www.instagram.com/p/DS1LrXrAhn1/
https://archive.ph/L4Uvl
https://www.tiktok.com/@adhemzlrmbn/video/7587614661143497991
https://archive.ph/oNRID
https://tirto.id/minyak-dunia-naik-purbaya-buka-opsi-naikkan-harga-bbm-subsidi-hsfP
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
https://money.kompas.com/read/2025/12/31/102032226/purbaya-pastikan-tkd-aceh-tak-dipangkas-siap-tambah-rp-163-triliun
https://www.youtube.com/watch?v=7AHz3F_wHfk
https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-video-purbaya-sebut-dana-desa-buat-kades-jadi-kaya
https://tirto.id/purbaya-wajibkan-58-dana-desa-untuk-dukung-kopdes-merah-putih-hq6Z
https://tirto.id/ihsg-dan-rupiah-jatuh-purbaya-salahkan-proyeksi-sejumlah-ekonom-hshh

Publish date : 2026-03-10