Keliru, Purbaya Sebut Bakal Naikkan BBM Subsidi Jadi Rp16 Ribu

tirto.id - Beredar sebuah unggahan video di media sosial yang mengklaim bahwa Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan akan membuka peluang untuk menaikkan harga BBM subsidi sebagai dampak konflik di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “kenwilboyfsc” (arsip) pada Kamis (19/03/2026). Dalam unggahan disebutkan bahwa BBM naik hingga Rp16 ribu per liter. “Gawat!! BBM jadi 16k/ liter. Bukan 10k/ liter,” begitu keterangan dalam video.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

Dalam video berdurasi 34 detik tersebut menampilkan dua orang pria berbeda dan gambar Purbaya pada awal video. Video tersebut terlihat seperti dua potongan video berbeda yang disatukan. Pada awal cuplikan video, seorang pria menyebutkan bahwa Purbaya membuka peluang menaikkan harga BBM subsidi dan masyarakat Indonesia dibuat kapok.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Kemudian, pada detik 00:10, ditampilkan pria yang berbeda menyampaikan bahwa harga minyak berpotensi naik dari $98 ke $150 per barel karena Amerika mengebom fasilitas minyak di Iran.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Baca juga:Menkeu Purbaya Bakal Batasi Permintaan Tambahan Anggaran K/LPurbaya akan Perkuat UMKM Perangi Dominasi Cina di E-commerce

ADVERTISEMENT

Periksa Fakta Purbaya Naikkan BBM Subsidi

“Menteri Purbaya buka peluang naikkan harga BBM subsidi. Hahaha, kapok, kapok rakyat Indonesia,” begitu narasi yang disebutkan dalam cuplikan video.

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (23/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 802 likes, 40 komentar dan 57,3 ribu kali tayangan. Kolom komentar terbagi dua, beberapa komentar menyetujui kenaikan harga BBM daripada tidak mendapatkan BBM dan banyak reaksi masyarakat yang mempertanyakan kebenaran informasi yang beredar, namun kolom komentar didominasi oleh ketidakpercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut.

Lantas, benarkah klaim Purbaya akan membuka peluang BBM subsidi naik menjadi Rp16 ribu per liter?

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah mengatakan akan membuka peluang untuk menaikkan harga BBM subsidi sebagai dampak konflik di Timur Tengah.

Baca juga:Purbaya: Defisit APBN Aman, Pemotongan Gaji Pejabat Belum Final

Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya sebut BBM subsidi naik Rp16 ribu” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman YouTube IDX Channel, pemerintah memastikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik meskipun harga minyak dunia disebut telah di atas 100 USD per barel.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pemerintah akan menyerap tekanan harga minyak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak (BBM subsidi naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepas kan nanti kayak negara-negara lain pada panik tuh orang-orang," begitu keterangan Purbaya kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).

Mengutip laman arus berita utama Antara, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan naik bila harga minyak dunia terus melonjak dan melampaui kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau memang anggarannya nggak kuat sekali, nggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM,” begitu keterangan Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/3/2026).

Namun, kenaikan BBM tersebut akan terjadi bila APBN sudah tidak mampu mengimbangi tekanan harga minyak dunia. Menurut Purbaya, hasil perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN bisa mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) bila harga minyak bertahan pada level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun dan tidak ada intervensi dari pemerintah.

Dilansir Instagram resmi @ppid.kemenkeu dan @kemenkeu.prime, informasi yang beredar mencatut Menkeu Purbaya akan membuka peluang untuk menaikkan harga BBM subsidi sebagai dampak konflik di Timur Tengah, merupakan berita tidak benar.

Baca juga:Keliru, Foto Pembuatan Patung Purbaya di Tengah Kota

Dalam rangkuman Tirto “Benarkah Harga BBM Pertamina Naik Maret 2026 Imbas Perang?” harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai 1 Maret 2026 mengalami kenaikan. Kebijakan ini dilakukan oleh berbagai operator, seperti Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga ExxonMobil melalui jaringan Mobil Indostation.

Di Indonesia, kenaikan BBM di bulan Maret 2026 ini tidak secara langsung dipicu oleh konflik geopolitik terbaru di Timur Tengah, melainkan merupakan penyesuaian rutin berdasarkan tren harga minyak dunia dalam dua bulan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta acuan harga internasional seperti Mean of Platts Singapore (MOPS).

Di SPBU Pertamina wilayah Jabodetabek, misalnya, harga BBM jenis RON 92 (Pertamax) mengalami kenaikan dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter. Produk dengan oktan lebih tinggi juga mengalami penyesuaian, seperti Pertamax Green 95 yang naik menjadi Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp13.100 per liter. Untuk jenis diesel, Dexlite naik cukup signifikan menjadi Rp14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp14.500 per liter.

Baca juga:Prabowo Puji Purbaya: Dia Optimis, Saya Butuh Orang Seperti Itu

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan harga. Produk seperti Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter dan solar subsidi Rp6.800 per liter.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi. Purbaya menjelaskan bahwa fungsi kebijakan fiskal adalah menjadi peredam gejolak global, termasuk ketika harga minyak dunia meningkat.

Dalam rangkuman Tirto, dituliskan bahwa pemerintah akan memberlakukan kebijakan satu hari bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) dalam rangka mitigasi lonjakan harga minyak mentah dunia karena perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Melalui kebijakan empat hari kerja ini, diperkirakan akan menghemat seperlima dari total konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.

Baca juga:Keliru, Purbaya Sebut Indonesia Terancam Bangkrut pada 2030

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk implementasi kebijakan empat hari kerja. Dus, kebijakan untuk menghemat konsumsi BBM nasional ini akan dapat segera diimplementasikan mulai setelah Lebaran 2026.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Purbaya akan membuka peluang untuk kenaikan harga BBM subsidi sebagai dampak konflik Timur Tengah adalah tidak benar dan tidak didukung dengan fakta ilmiah.

Masyarakat dihimbau agar waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya. Informasi terkait aktivitas dan kebijakan terbaru Menkeu Purbaya dapat diakses melalui akun resmi di platform media sosial Instagram & TikTok @menkeuri, Instagram Kemenkeu: @kemenkeuri, Facebook: Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan X (Twitter): @KemenkeuRI.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya akan membuka peluang kenaikan harga BBM subsidi Rp16 ribu adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Purbaya mengatakan pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi. Kemampuan APBN untuk menyerap kenaikan harga minyak masih cukup pada kondisi saat ini. Namun, pemerintah tetap mewaspadai kemungkinan kenaikan harga yang lebih tinggi karena harga minyak dunia bersifat fluktuatif.

Pemerintah melakukan mitigasi lonjakan harga minyak dengan memberlakukan kebijakan 4 hari kerja usai lebaran untuk menghemat BBM 20 persen.

https://www.tiktok.com/@kenwilboyfsc/video/7618486526451830036?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7434737634667267591
https://archive.today/GR9rF
https://tirto.id/menkeu-purbaya-bakal-batasi-permintaan-tambahan-anggaran-kl-hs1x
https://tirto.id/purbaya-akan-perkuat-umkm-perangi-dominasi-cina-di-e-commerce-hs1v
https://tirto.id/purbaya-defisit-apbn-aman-pemotongan-gaji-pejabat-belum-final-hsYR
https://www.youtube.com/watch?v=DigMEsn2-C8
https://www.antaranews.com/berita/5458723/purbaya-harga-bbm-subsidi-naik-bila-tekanan-minyak-lampaui-apbn
https://www.instagram.com/p/DWN5GT7gCn6/?igsh=bTlvNWhuY3Rlc2tl
https://www.instagram.com/p/DWN4-d_Evo4/?igsh=Z3g3MWN2MGtoZDh6
https://tirto.id/keliru-foto-pembuatan-patung-purbaya-di-tengah-kota-hsmD
https://tirto.id/benarkah-harga-bbm-pertamina-naik-maret-2026-imbas-perang-hsP9
https://tirto.id/prabowo-puji-purbaya-dia-optimis-saya-butuh-orang-seperti-itu-hsPp
https://tirto.id/purbaya-kebijakan-4-hari-kerja-usai-lebaran-hemat-bbm-20-persen-hs1r
https://tirto.id/keliru-purbaya-sebut-indonesia-terancam-alami-krismon-pada-2030-hsJc

Publish date : 2026-03-24