Salah, Rakyat Iran Tawarkan Trump Jadi Penerus Khamenei
tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Instagram mengklaim bahwa rakyat Iran menawarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi pemimpin tertinggi Iran sebagai penerus Ali Khamenei yang wafat pada Februari 2026 dalam serangan udara gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kantornya di Teheran.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Instagram @sahamtalk (arsip) pada Senin (30/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Trump dengan sorban hitam di depan bendera Iran dan AS, dengan latar belakang gambar suasana peperangan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Trump klaim rakyat Iran menawarkannya jadi pemimpin tertinggi penerus Khamenei,” begitu narasi tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam unggahan juga dituliskan pernyataan Trump bahwa rakyat Iran sedang bernegosiasi dengannya karena takut akan dibunuh, sehingga rakyat Iran ingin menjadikan Trump sebagai pemimpin tertinggi berikutnya.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“They are negotiating, by the way, and they want to make a deal so badly, but they’re afraid to say it because they figure they’ll be killed by their own people, they’re also afraid they’ll be killed by us. We’d like to make you the next Supreme Leader. No, thank you, I don’t want it," begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (31/03/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 11,8 ribu likes dan 1,6 ribu komentar. Kolom komentar dipenuhi reaksi ketidakpercayaan masyarakat yang menyebut Trump hanya mengklaim sepihak.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @bitorexpost (arsip), @coinvestasi (arsip). Semua unggahan tersebut memperlihatkan gambar Trump dengan klaim rakyat Iran meminta dirinya menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Benarkah Konten di Truth Social Diunggah Langsung Donald Trump?
Periksa Fakta Trump Ditawari Jadi Penerus Khamenei. foto/Hotline periksa fakta tirto
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa rakyat Iran menawarkan Trump menjadi penerus Khamenei.
Lebih lanjut, kami mengetikkan kata kunci “rakyat Iran tawarkan Trump jadi penerus Khamenei” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Instagram @antaranewscom.Unggahan Antara tersebut mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku pernah ditawari jadi pemimpin tertinggi Iran. Trump mengatakan rakyat Iran sempat memintanya menjadi pemimpin tertinggi di negara tersebut, namun ia menolaknya.
Trump mengklaim wacana soal dirinya menjadi pemimpin tertinggi di Iran disampaikan secara tidak resmi oleh para pemimpin Teheran setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Trump kemudian mengklaim menyampaikan penolakan atas tawaran tersebut.
“Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan jabatan itu lebih sedikit daripada kepala negara Iran. Kami mendengar mereka dengan sangat jelas. Mereka berkata, 'Saya tidak menginginkannya. Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya,” begitu keterangan Trump.
Melansir laman CNN Indonesia, setelah Ali Khamenei meninggal dunia, Iran langsung memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi mereka. Trump sebelumnya mengklaim delegasi Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan dan sedang bernegosiasi dengan AS.
“Tapi mereka takut mengatakan, karena mereka menduga akan dibunuh orang-orang mereka sendiri,” begitu keterangan Trump dalam jamuan makan malam bersama anggota Republik pada Rabu (25/3), dikutip AFP. Trump juga menyebut, "Mereka juga takut akan dibunuh oleh kami (pihak AS)."
Komentar Trump tersebut muncul usai Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan tidak mau bernegosiasi dengan AS saat pertempuran membara.
Dalam YouTube Kompas.com, klaim terkait rakyat Iran menawarkan Trump menjadi Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya disampaikan dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Republik, sebagaimana dikutip dari NDTV, Kamis (26/3/2026).
Trump mengatakan gagasan tentang dirinya menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya secara tidak resmi diutarakan oleh para pemimpin di Teheran, usai kampanye militer AS-Israel yang telah menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam momen tersebut, Presiden AS itu juga menegaskan kembali bahwa Iran ingin mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir sebulan. Trump bersikeras menyebut para pejabat di Teheran sedang bernegosiasi dengan Washington, meskipun Iran membantah hal tersebut.
Menurut Trump, Iran takut untuk mengakuinya karena khawatir akan pemberontakan di dalam negeri. Dalam waktu yang terpisah, Gedung Putih juga menegaskan bahwa perundingan damai dengan Iran masih berlangsung, meskipun Teheran secara terbuka menolak tawaran AS. Teheran sendiri juga mengeluarkan syarat-syarat baru untuk mengakhiri konflik yang telah menghancurkan Timur Tengah dan pasar global ini.
Syarat-syarat Teheran tersebut menuntut jaminan bahwa AS dan Israel tak akan melanjutkan agresi mereka. Iran juga meminta ganti rugi ke AS-Israel atas kerusakan perang serta pengakuan atas otoritasnya di Selat Hormuz. Hingga kini, Iran sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur meskipun terus-menerus dibombardir oleh AS dan Israel.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media Iran yang membenarkan klaim tersebut.
Baca juga:Perang Amerika-Iran: Trump Ingin Negara Arab Biayai Perang AS
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan rakyat Iran tawarkan Trump jadi pemimpin tertinggi Iran setelah Ali Khamenei adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Klaim terkait rakyat Iran inginkan Trump menjadi Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya, disampaikan dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Republik, namun Iran membantah hal tersebut.
Teheran secara terbuka menolak tawaran AS. Teheran sendiri juga mengeluarkan syarat-syarat baru untuk mengakhiri konflik. Hingga kini, Iran sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur meskipun terus-menerus dibombardir oleh AS dan Israel.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://www.instagram.com/p/DWdN1HQgEQD/
https://archive.ph/qyjZF
https://www.instagram.com/p/DWYit0_kVKa/
https://archive.ph/uDFC9
https://www.instagram.com/p/DWfw56ME_8D/
https://archive.ph/N5DhV
https://tirto.id/benarkah-konten-di-truth-social-diunggah-langsung-donald-trump-hria
https://www.instagram.com/reels/DWYYVAtkiIt/
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260326204526-120-1341636/trump-ngaku-ngaku-sempat-ditawari-jadi-pemimpin-tertinggi-iran
https://www.youtube.com/watch?v=hHo6naSXHSA
https://tirto.id/perang-amerika-iran-trump-ingin-negara-arab-biayai-perang-as-httc
Publish date : 2026-03-31
Hal Menarik Lainnya...