Keliru, Klaim Merkuri dalam Vaksin Flu Berbahaya bagi Tubuh
tirto.id - Di media sosial beredar unggahan yang mengklaim bahwa di dalam vaksin terdapat kandungan merkuri. Klaim tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Meiti Puspitaningsih” (arsip) pada 24 Juli 2025.
“Dhuaarrr!!!
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lhaa, ternyata emang bener kan dalam vaksin flu terkandung merkuri di dalamnya. Bagaimana dengan vaksin-vaksin lainnya???
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Padahal selama ini kita susah payah menghindari kosmetik dan seafood yang mengandung merkuri. Jebul ternyata selama ini malah disuntikkan langsung ke aliran darah” tulis pengunggah di dalam takarir.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di dalam unggahan, pengunggah menyertakan artikel berjudul “U.S. to remove mercury preservative from flu shots following RFK Jr. vaccine panel vote”.
Hingga artikel ini ditulis pada Jumat (24/04/2026), unggahan tersebut sudah memperoleh 54 tanda suka dan 8 komentar.
Lantas, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Baca juga:IDAI Nilai Tingginya Kasus Campak akibat Vaksinasi Tak Optimal
periksa fakta vaksin flu mengandung merkuri.
Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tim Periksa Fakta Tirto mengecek artikel yang dicantumkan di unggahan secara menyeluruh.
Tirto memasukkan judul artikel ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya kami menemukan artikel berjudul serupa dari CNBC. Artikel tersebut membahas perihal Departemen Kesehatan AS (HHS) secara resmi akan menghapus pengawet berbasis merkuri bernama thimerosal dari semua vaksin flu yang beredar di Amerika Serikat — meskipun tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan tersebut berbahaya
Perlu diketahui, Thimerosal adalah pengawet yang digunakan dalam vial vaksin multi-dosis untuk mencegah kontaminasi bakteri. Zat ini mengandung merkuri, namun dalam bentuk ethylmercury–berbeda dari methylmercury yang ditemukan di ikan dan dikenal sebagai racun lingkungan.
Menteri Kesehatan RFK Jr. secara resmi mengadopsi rekomendasi dari panel penasihat vaksin pemerintah (ACIP) untuk menghentikan penggunaan thimerosal. Keputusan ini memengaruhi sekitar 4-5% pasokan vaksin flu AS, termasuk beberapa produk dari Sanofi (Fluzone) dan CSL Seqirus.
Sebelum voting, Kennedy sudah merombak total anggota ACIP dan mengisinya dengan anggota baru, termasuk beberapa tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin. Voting menghasilkan 5 suara setuju, 1 menolak, dan 1 abstain.
Satu-satunya dokter anak di ACIP, Dr. Cody Meissner dari Dartmouth, menolak rekomendasi ini dengan alasan tidak ada bukti bahaya, dan khawatir keputusan ini justru membatasi akses orang terhadap vaksin flu.
Mengutip U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), thimerosal adalah bahan pengawet berbasis etilmerkuri yang telah lama digunakan dalam vaksin dan dinilai aman.
CDC menjelaskan bahwa thimerosal tidak menetap di dalam tubuh seperti jenis merkuri tertentu lainnya, serta belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaannya dalam vaksin menyebabkan bahaya.
Thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001. Namun, thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
Tirto lantas menghubungi pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) untuk memverifikasi klaim. Pihak Kemenkes menyangkal klaim tersebut, menyatakan informasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Zat yang dimaksud adalah bahan untuk menjaga sterilitas vaksin, bukan merkuri berbahaya. Bahan ini digunakan untuk memastikan vaksin tetap aman dari kontaminasi,” terang dr. Indri Yogyaswari, Direktur Imunisasi Kemenkes, dalam keterangan tertulis melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/04/2026).
Ia menjelaskan, kandungan tersebut telah digunakan dalam jumlah yang sangat kecil dan dinyatakan aman. Keamanannya sudah dikaji oleh berbagai otoritas kesehatan global.
“Saat ini, sebagian besar vaksin sudah menggunakan teknologi terbaru tanpa bahan tersebut. Ini adalah bagian dari pengembangan, bukan karena sebelumnya berbahaya,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selalu rujuk pada sumber resmi untuk informasi kesehatan.
“Vaksin tetap aman, efektif, dan penting untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” pungkasnya.
Baca juga:Vaksin Polio Ditemukan 12 April 1955, Manfaat, dan Harganya
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin mengandung merkuri berbahhaya adalah kurang konteks (missing context).
Memang terdapat thimerosal—bahan pengawet yang mengandung etilmerkuri—dalam sebagian kecil vaksin flu multi-dosis, tetapi zat ini berbeda dari metilmerkuri yang berbahaya dan tidak terbukti membahayakan kesehatan dalam jumlah yang digunakan pada vaksin.
Otoritas kesehatan seperti CDC dan Kemenkes menegaskan bahwa penggunaan thimerosal aman dan telah lama dikaji, meskipun kini thimerosal tidak lagi digunakan dalam vaksin untuk anak-anak sejak tahun 2001, tetapi thimerosal masih digunakan dalam beberapa vaksin flu.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://web.facebook.com/meiti.puspitasari/posts/pfbid0B1t19xXLkctBeaL55rTQ6USquB5c2dzCdJ7TXnbN27CSr3dKbGvQxzW2GotBzKm7l?rdid=otP33oBHpsQ0ZXbx&_rdc=1&_rdr#
https://archive.ph/TCDSJ
https://tirto.id/idai-nilai-tingginya-kasus-campak-akibat-vaksinasi-tak-optimal-huc4
https://www.cnbc.com/2025/07/23/rfk-jr-to-remove-mercury-preservative-thimerosal-from-flu-shots.html#:~:text=The%20Department%20of%20Health%20and,of%20harm%20from%20the%20ingredient
https://www.cdc.gov/vaccine-safety/about/thimerosal.html?CDC_AAref_Val=https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal/index.html
https://tirto.id/vaksin-polio-ditemukan-12-april-1955-manfaat-dan-harganya-htQU
Publish date : 2026-04-25
Hal Menarik Lainnya...