Tidak Benar, Tujuan Vaksin Sengaja Membuat Anak Sakit

tirto.id - Beredar video di media sosial Instagram yang mengklaim bahwa tujuan vaksinasi bagi anak adalah membuat mereka sakit karena begitulah cara menjalankan industri bernilai miliaran dolar.



Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @mesem.idn (arsip) pada Selasa (14/04/2026). Video berdurasi 1 menit 13 detik tersebut, memperlihatkan acara Talkshow The High Wire yang dipandu oleh Del Bigtree, menghadirkan narasumber Sherri Tenpenny.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Vaccinating children and breaking their immune system at an early age creates a customer for life forever. I mean suddenly they've all got medications they have to take for ADD, ADHD, asthma, eczema, they got inhalers, they got all of these things. And also not only does it drive the pharmaceutical industry, it drives the entire health care system because you go in and see the pediatrician and now you got a seizure disorder, now you go to see the neurologist, now you got to get an EEG and an MRI and maybe you have a special type of seizure so you have to go to a specialist. It drives the entire system. Think about unvaccinated children. How many times do they go to the doctor? Maybe once a year for a school physical for sports. And that's it. You can't drive a multi-billion dollar industry when kids are not sick. So we'll make them sick and we'll give them all these medications, we'll make them have to go to specialists and super subspecialists and special special specialists.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

We'll get all these tests and all these blood tests and all these x-rays and all this stuff. They are smart. They've figured it out. That's why they want to break these kids at an early age. We would just be pulling the rug out from underneath the entire industry.” Begitu pernyataan Sherri Tenpenny dalam video.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Pengunggah menambahkan keterangan, “Membuat mereka sakit adalah cara menjalankan industri bernilai miliaran dolar. Pernah terpikir kenapa daftar diagnosis anak-anak zaman sekarang makin panjang? Mulai dari asma, ADHD, hingga autoimun. Narasi ini mengajak kita melihat sisi lain: apakah sistem kesehatan kita benar-benar ingin menyembuhkan, atau justru sedang menciptakan “pelanggan tetap” sejak usia dini? Jika anak-anak tetap sehat dan jarang ke dokter, industri besar bisa runtuh. Apakah ini sebuah kebetulan, atau strategi yang sudah diperhitungkan?.” Begitu keterangan dituliskan dalam unggahan.

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (28/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 6712 likes, 513 komentar, dan 1639 kali dibagikan ulang.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram @helmi8961 dan @investigasijurnalistik. Kedua unggahan tersebut menampilkan video serupa terkait memvaksinasi anak-anak menyebabkan anak sakit dan merusak sistem kekebalan tubuh sejak usia dini dengan tujuan keuntungan industri dan bisnis.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Baca juga:Keliru, Klaim Merkuri dalam Vaksin Flu Berbahaya bagi Tubuh

Periksa Fakta Industri Vaksin Membuat Anak Sakit. foto/hotline periksa fakta tirto

Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tim Periksa Fakta Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar video asli. Hasilnya, mengarah pada akun X Camus @newstart_2024, yang menyatakan bahwa Dr. Sherri Tenpenny menegaskan era vaksin harus berakhir. Tenpenny berpendapat bahwa sistem tersebut tidak dapat begitu saja "diubah sedikit" atau "diperbaiki" ketika sistem tersebut didasarkan pada penyuntikan benda asing ke dalam tubuh bayi, hal tersebut merupakan suatu praktik yang menurutnya bertentangan dengan sains dan akal sehat.

Dalam laman The High Ware with Del Bigtree pada 30 Oktober 2025 “Dr Tenpenny On Vaccines, Immunity & The Chronic Illness Crisis,” Dr. Sherri Tenpenny menjadi narasumber setelah meluncurkan buku barunya yang menjadi puncak dari penelitian selama beberapa dekade tentang vaksin, gangguan kekebalan tubuh, dan mekanisme biologis cedera. Tenpenny menelusuri literatur medis, sejarah kebijakan vaksin, dan jalur penyakit kronis yang kini memengaruhi satu generasi.

Sebagai informasi, Dr. Sherri J. Tenpenny adalah seorang dokter osteopati asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai aktivis anti-vaksinasi dan penyebar teori konspirasi. Beberapa buku yang ditulis menentang vaksinasi dan sering mengimbau orang tua untuk tidak memberikan vaksin kepada anak-anak mereka.

Menurut Center for Countering Digital Hate (CCDH), Tenpenny memiliki rekam jejak selama dua dekade dalam kampanye anti-vaksin. Pada 2021, Tenpenny masuk kedalam daftar 12 tokoh utama penyebar disinformasi vaksin Covid-19.

Senada dengan hal tersebut, laporan investigasi AFP menyebutkan bahwa Tenpenny tidak memiliki spesialisasi atau sertifikasi khusus di bidang epidemiologi. Meski lulus dari Kirksville College of Osteopathic Medicine pada 1984, ia kerap menyebarkan narasi menyesatkan. Pada 2008, ia menerbitkan buku Saying No To Vaccines yang mengklaim adanya kaitan antara vaksin dan autisme.

Kemudian Tirto memasukkan kata kunci “Tujuan vaksin sebabkan anak sakit” ke dalam mesin pencarian Google, hasilnya diarahkan pada laman Kementerian Kesehatan, tujuan imunisasi atau pemberian vaksin untuk melindungi dari penularan penyakit tertentu dan akan meningkatkan kekebalan tubuh dari penularan infeksi sejumlah penyakit menular di masa mendatang. Lebih jauh lagi, imunisasi tidak hanya melindungi orang tersebut dari serangan penyakit serius namun bisa melindungi masyarakat yang lebih luas dengan terbentuknya kekebalan komunitas dan membantu meminimalkan terjadinya penyebaran penyakit.

Imunisasi tepat waktu selama masa kanak-kanak sangat penting karena membantu memberikan kekebalan sebelum anak-anak terpapar penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Vaksin yang diberikan telah diuji untuk memastikan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif untuk diterima anak-anak pada usia yang direkomendasikan. Imunisasi memang tidak 100% mencegah seseorang tidak terkena penyakit tersebut, namun pada orang yang sudah diimunisasi tingkat keparahan penyakit dapat berkurang secara signifikan, sebab penyakit yang disebabkan oleh infeksi umumnya mempunyai dampak berat seperti kecacatan atau bahkan kematian.

Adapun imunisasi biasanya menimbulkan efek samping yang dikenal dengan sebutan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) berupa nyeri, demam, atau sakit kepala. Namun perlu diingat, KIPI tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi. Jika pun terjadi gejala ringan cenderung lebih sering terjadi dibandingkan reaksi radang atau alergi serius terhadap vaksin. Manfaat imunisasi bagi bayi dan anak jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.

Menurut Badan Anak Dunia PBB (Unicef), imunisasi adalah investasi penting untuk generasi sehat menuju generasi emas Indonesia 2045. Unicef mencatat bahwa dalam 50 tahun terakhir, imunisasi telah menyelamatkan lebih dari 150 juta nyawa. Pengembangan setiap jenis vaksin wajib melewati tahapan uji yang ketat sebelum digunakan secara luas pada manusia.

Dalam peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2025 di Kabupaten Lebak, Banten, yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang diwakili oleh Direktur Imunisasi, dr. Prima Yosephine, MKM, menegaskan pentingnya terus menyampaikan informasi lengkap dan akurat kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Layanan imunisasi yang komprehensif, berkualitas tinggi, dan merata sangat krusial untuk melindungi individu, keluarga, dan masyarakat dari penyakit, kecacatan, dan kematian akibat PD3I.

“Vaksin adalah salah satu alat paling ampuh yang kita miliki untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit. Selama lima dekade terakhir, vaksin telah menyelamatkan 154 juta jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, UNICEF tetap berkomitmen kuat untuk memajukan imunisasi anak dengan bekerja sama erat bersama Kementerian Kesehatan dan para mitra. Investasi yang berkelanjutan dalam program imunisasi sangat penting untuk mempertahankan capaian ini,” begitu tegas Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF untuk Indonesia.

Melansir Tempo, vaksinasi tidak terkait dengan ADHD, autisme, maupun eksim pada anak. Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Alergi-Imunologi Klinik Universitas Airlangga Ari Baskoro, menegaskan tidak ada penelitian yang menunjukkan vaksin meningkatkan insiden autisme dan ADHD.

Dalam situs medicalnewstoday.com, vaksin tidak secara langsung menyebabkan penyakit-penyakit tersebut, namun dapat memicu gejala pada mereka yang memiliki kerentanan genetik akibat respons peradangan tubuh. Masyarakat dengan riwayat genetik rentan diimbau berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani vaksinasi.

Dengan demikian, klaim bahwa vaksinasi bertujuan agar anak-anak sakit dan terkait dengan penyakit tertentu adalah keliru.

Baca juga:IDAI Nilai Tingginya Kasus Campak akibat Vaksinasi Tak Optimal

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin bertujuan untuk membuat anak sakit demi kepentingan industri dan bisnis adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya vaksin untuk melindungi dari penularan penyakit tertentu dan akan meningkatkan kekebalan tubuh dari penularan infeksi sejumlah penyakit menular di masa mendatang.

Vaksinasi tidak terkait dengan ADHD, autisme, maupun eksim pada anak. Vaksin juga tidak secara langsung menyebabkan penyakit-penyakit tersebut, namun dapat memicu gejala pada mereka yang memiliki kerentanan genetik akibat respons peradangan tubuh.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.instagram.com/reel/DXHFmybAbEj/
https://archive.today/jTqck
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=936beea594__oadest=https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=499186ccc4__oadest=https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
https://www.instagram.com/reels/DXIejKZAcWb/
https://www.instagram.com/reels/DXKBL8LDBhQ/
https://tirto.id/salah-klaim-merkuri-dalam-vaksin-flu-berbahaya-bagi-tubuh-huXH
https://x.com/newstart_2024/status/1985458447723151751
https://thehighwire.com/ark-videos/dr-tenpenny-on-vaccines-immunity-the-chronic-illness-crisis/
https://counterhate.com/research/the-disinformation-dozen/
https://www.france24.com/en/live-news/20210831-tenpenny-s-gospel-how-an-indebted-us-physician-sells-covid-falsehoods
https://ayosehat.kemkes.go.id/mengapa-perlu-imunisasi
https://www.unicef.org/indonesia/id/press-releases/imunisasi-adalah-investasi-penting-untuk-generasi-sehat-menuju-generasi-emas
https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-industri-vaksin-sengaja-membuat-anak-sakit-demi-keuntungan-2131954
https://www.medicalnewstoday.com/articles/vaccines-eczema-questions
https://tirto.id/idai-nilai-tingginya-kasus-campak-akibat-vaksinasi-tak-optimal-huc4

Publish date : 2026-04-29