Tidak Benar, Kapolri Pekerjakan 1000 Narapidana Masak MBG
tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Kepala Kepolisian Negara RI mempekerjakan 1000 narapidana untuk memasak makanan makan siang bergizi gratis (MBG).
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Siantar Nexspart” (arsip) pada Rabu (29/04/2026). Unggahan memperlihatkan gambar beberapa orang pekerja SPPG mengenakan seragam biru dengan foto dari belakang, dan di bagian bawah terlihat gambar jajaran Kapolri, salah satunya Listyo Sigit Prabowo.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“1000 nara pidana di pekerjakan untuk masak MBG, jika ada yg keracunan jgn lapor polisi itu konyol.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menambahkan keterangan dalam unggahan: “Kapolri menegaskan "Kesatuannya menugaskan 1.000 nara pidana untuk bekerja memasak makanan MBG. Kegiatan ini guna memberikan nilai bagi kepolisian untuk mengurangi biaya kariawan. Untuk masalah keracunan di himbau jangan pernah lapor ke polisi itu sama saja Konyol karena Ribuan dapur MBG di kelolah oleh kapolri.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (19/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1,9 ribu likes, 404 komentar, dan 146 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kekecewaan masyarakat dan kritik negatif terhadap Kapolri.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook @Herliani Herliani, Instagram @nurhadi_vlog dan YouTube @bambanghermansyah2239. Unggahan tersebut menampilkan gambar serupa terkait Kapolri yang mempekerjakan narapidana untuk memasak MBG.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Polri Bangun 1.376 SPPG MBG, Target Dirikan 1.500 Tahun 2026
Periksa Fakta 1000 Napi. foto/Periksa Fakta tirto
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada Instagram @humaspoldajabar yang menyatakan bahwa klaim mencatut nama Polri yang mempekerjakan ribuan narapidana untuk memasak di dapur MBG pada akun Facebook “Siantar Nexspart” dengan narasi: “1.000 Narapidana dipekerjakan untuk masak MBG, Jika ada yang keracunan jangan lapor Polisi, itu konyol” adalah konten palsu (fabricated content).
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Kapolri pekerjakan 1000 narapidana di dapur MBG” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa tidak ditemukan pernyataan Kapolri Listyo Sigit yang memerintahkan 10.000 narapidana untuk memasak MBG.
Sebagai informasi, Kepolisian RI tidak bertanggung jawab langsung secara administratif atas pengelolaan Lapas. Sehingga, kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk mengerahkan narapidana untuk membantu program MBG. Meski demikian, sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memang memberdayakan warga binaan untuk membantu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Misalnya, Lapas Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, mengadakan skema kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Arcamani yang memanfaatkan dapur lapas menjadi dapur MBG.
Menurut Adita Irawati, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, terdapat lebih dari 47 warga binaan yang turut menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga mencuci peralatan. Ada pula Lapas Kelas I Tangerang yang bekerja sama dengan SPPG Babakan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Mashudi, mengatakan ada 70 lokasi Lapas yang dimanfaatkan menjadi SPPG atau dapur MBG. Meski demikian, hingga kini jumlah narapidana yang membantu program MBG belum mencapai 1.000 orang.
Melansir Radar Cirebon, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten, juga melibatkan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, namun prosesnya telah melalui proses seleksi yang ketat, termasuk mengikuti tes psikologis dan kesehatan.
Head Chef SPPG Babakan, Chef Kuming, menegaskan bahwa tenaga kerja dari warga binaan tak dipilih secara sembarangan, melainkan melalui tahap penyaringan berlapis.
“Mereka (warga binaan) ini tuh bukan orang-orang sembarangan, dalam artian mereka sudah dites dari psikologi, dari kesehatannya, dan segala macam secara ketat,” begitu keterangan Chef Kuming saat diwawancarai SPPG Babakan, Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/4/2026).
Kolaborasi antara SPPG Babakan dan Lapas Kelas 1 Tangerang menjadi sarana pelatihan bagi warga binaan yang segera kembali ke masyarakat, melibatkan 11 narapidana yang dipekerjakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan di Tangerang untuk mencuci ompreng, bukan memasak. Head Chef SPPG tersebut menjelaskan bahwa narapidana yang dipekerjakan telah melalui serangkaian seleksi ketat dari kepolisian maupun dari SPPG.
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan laporan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyebut Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melibatkan ribuan narapidana sebagai juru masak di dapur SPPG.
Baca juga:Prabowo Sebut MBG & Dana Desa Bikin Rp10,8 M Beredar di Desa
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa Kapolri mempekerjakan 1000 narapidana untuk memasak di dapur MBG adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Sejumlah Lapas memang memanfaatkan dapur dan warga binaan untuk membantu program MBG. Namun, Kepolisian RI tidak bertanggung jawab langsung secara administratif atas pengelolaan Lapas dan tidak memiliki kewenangan untuk mengerahkan narapidana untuk membantu program MBG.
Kapolri Listyo Sigit tidak pernah memerintahkan 1000 narapidana untuk memasak MBG. Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://www.facebook.com/photo/?fbid=5007556236137253&set=a.3307261749430638&_rdc=1&_rdr#
https://web.archive.org/web/20260519041408/https://www.facebook.com/login/?next=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fphoto%2F%3Ffbid%3D5007556236137253%26set%3Da.3307261749430638
https://www.facebook.com/DedekHerlianiAdja/posts/kapolri-menegaskan-kesatuannya-menugaskan-1000-nara-pidana-untuk-bekerja-memasak/122243400290291833/
https://www.instagram.com/p/DXwNfogilCf/?__d=1%253Futm_source%253Dig_embed
https://www.youtube.com/shorts/Cd0Z_sTq_Yg
https://tirto.id/polri-bangun-1376-sppg-mbg-target-dirikan-1500-tahun-2026-hwg2
https://www.instagram.com/p/DYWfrg7CUP_/
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/05/15/164800982/-klarifikasi-narasi-keliru-kapolri-perintahkan-narapidana-memasak-mbg?page=all
https://radarcirebon.disway.id/nasional/read/219754/pekerjakan-napi-di-dapur-mbg-sppg-tangerang-pastikan-sudah-lewati-proses-tes-psikologi-ketat
https://tirto.id/prabowo-sebut-mbg-dana-desa-bikin-rp108-m-beredar-di-desa-hwgP
Publish date : 2026-05-20
Hal Menarik Lainnya...