Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin

tirto.id - Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang mengklaim seorang penyanyi yang sedang manggung tiba-tiba meninggal atau mengalami sudden death yang disebut terjadi semakin marak setelah mandatori vaksin.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Jefri Papahnya Aqiela” (arsip) pada Rabu (11/03/2026). Video tersebut menampilkan seorang penyanyi perempuan yang tiba-tiba terjatuh ke lantai di tengah penampilannya.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Seharusnya yang disebut "Kejadian Luar Biasa" atau KLB itu adalah peristiwa kasusnya seperti dalam video ini, yakni Sudden Death atau mati mendadak tanpa tanda dan gejala sakit. Mengapa? Karena kejadiannya nyata dan fakta, terjadi di mana-mana, dan setiap hari terjadi peristiwanya. Di bawah tahun 2020, kematian mendadak itu dalam setahun bisa dihitung jari kasusnya dalam 1 tahun, tapi semenjak mandatori vaksin imunisasi diberlakukan, kematian mendadak malah lebih sering terjadi dalam 1 tahun.” Begitu klaim dituliskan dalam keterangan unggahan.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

“Wake up, that’s normal for f*cksinated,” begitu narasi dalam video.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (19/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 74 likes, 5 komentar, 15 kali dibagikan, dan 2,8 ribu kali ditayangkan.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer

Periksa Fakta kematian setelah vaksin. foto/Hotline periksa fakt tirto

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada YouTube GMA News, yang menampilkan video identik dengan penyanyi yang sama.

“Tanghalan ng Kampeon’ defending champ collapses mid-performance on Tiktoclock | GMA Integrated News.” Begitu dikutip pada judul video asli tersebut.

Dari video tersebut diketahui bahwa acara tersebut yaitu TiktoClock, sebuah acara varietas yang ditayangkan di GMA Network, yang menampilkan berbagai segmen termasuk kompetisi bakat seperti Tanghalan ng Kampeon.

Penyanyi dalam gambar tersebut adalah Eula Bautista, seorang finalis dan juara bertahan tujuh kali di ajang kompetisi menyanyi Filipina bernama "Tanghalan ng Kampeon" (segmen dari acara TiktoClock di stasiun TV GMA Network). Insiden pingsannya terjadi secara langsung di panggung saat ia sedang membawakan lagu pada bulan Maret 2026.

Melansir GMA News Online, Eula Bautista kini dalam kondisi baik setelah pingsan saat segmen “TiktoClock”, “Tanghalan ng Kampeon,” pada hari Selasa (10/3/2026).

Dalam laporan Nelson Canlas di “24 Oras,” hari Rabu, penyanyi tersebut memberikan kabar terbaru tentang kesehatannya dan apa yang dirasakannya beberapa saat sebelum pingsan.

Menurut Eula, petugas medis mengatakan bahwa ia pingsan karena kekurangan oksigen.

“Petugas medis mengatakan itu karena kekurangan oksigen, mungkin karena korset yang saya kenakan,” kata Eula, menambahkan bahwa ia mengenakannya selama lebih dari lima jam, dimulai dari latihan panggung.

“Saya ingin melihat seperti apa penampilan saya di TV. Saya sudah berlatih sebelumnya. Itu hanya latihan panggung. Saya mengenakan sepatu hak enam inci. Saya mengenakan korset. Saya mengenakan gaun. Bahkan selama latihan satu lawan satu dengan pelatih, saya masih mengenakan korset dan selama itulah saya mengenakannya.”

Eula sejak itu telah menjalani beberapa tes untuk memastikan kesehatannya baik, termasuk elektrokardiogram (EKG) dan rontgen.

“Besok, saya juga akan berkonsultasi dengan psikiater hanya untuk memastikan semuanya baik-baik saja,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, dalam laman Inquirer.net, Eula Bautista mengatakan bahwa ia pingsan di tengah penampilannya setelah mengalami kekurangan oksigen karena gaun korset yang dikenakannya.

“TiktoClock contestant Eula Bautista said she blacked out in the middle of her performance after she suffered from “lack of oxygen” due to her corset dress.” Begitu dikutip pada Induirer.net pada Selasa (19/05/2026).

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Eula meninggal mendadak karena vaksin adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah. Faktanya, Eula hanya pingsan karena kekurangan oksigen akibat pakaian yang dikenakannya ketika di atas panggung.

Artikel Tirto berjudul “Tidak Benar, Vaksin COVID Sebabkan Kematian Mendadak,” menyatakan bahwa vaksin COVID tidak terkait dengan risiko kematian mendadak. Data menunjukkan bahwa orang muda dan sehat tidak memiliki risiko tambahan kematian mendadak jika divaksinasi COVID-19.

Sebagian besar otoritas kesehatan seperti CDC tetap menyatakan bahwa manfaat vaksin COVID-19 jauh lebih besar daripada risikonya. Vaksin ini dianggap aman secara medis dan dapat mengurangi risiko tertular virus COVID-19, sehingga mampu menjadi proteksi dari potensi komplikasi yang mungkin timbul akibat virus tersebut.

Senada dengan itu, kepada Tirto dr. Andreas Wilson Setiawan, M. Kes., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, menegaskan bahwa memang benar terdapat efek samping langka berupa miokarditis (radang otot jantung) yang lebih sering terjadi pada laki-laki muda setelah vaksin mRNA.

Namun, penting dipahami bahwa kasusnya sangat jarang menyebabkan komplikasi berat dan umumnya ringan serta akan sembuh sendiri. Sebaliknya, infeksi COVID-19 justru lebih berisiko menyebabkan miokarditis yang lebih berat dibandingkan dengan vaksin.

Dokter Andreas Wilson Setiawan, M. Kes., menegaskan bahwa hingga saat ini, berbagai studi besar menunjukkan tidak ada peningkatan risiko kematian mendadak setelah vaksinasi dan tidak ditemukan hubungan sebab-akibat antara vaksin dan kematian jantung pada orang sehat.

“Pada beberapa penelitian, orang yang divaksin malah memiliki risiko kematian lebih rendah. Klaim bahwa vaksin menyebabkan kematian mendadak bertahun-tahun kemudian tidak terbukti secara ilmiah,” begitu jelas dr. Andreas.

Baca juga:Tidak Benar, Vaksin TBC Mengandung Nanobots

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa video yang beredar mengklaim Eula meninggal secara mendadak di atas panggung karena vaksin adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

Eula menegaskan, dirinya kekurangan oksigen hingga pingsan karena pakaian yang dikenakannya. Eula juga mengonfirmasi keadaannya baik-baik saja setelah diperiksa dokter. Jadi, Eula tidak meninggal seperti klaim yang beredar.

Klaim yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 dapat menyebabkan kematian mendadak pada orang dewasa atau Sudden Adult Death Syndrome - juga sering disebut Sudden Arrhythmic Death Syndrome - (SADS) di kalangan dewasa muda dan atlet setelah bertahun-tahun penyuntikan adalah tidak benar.

Vaksin COVID tidak terkait dengan risiko kematian mendadak. Data menunjukkan bahwa orang muda dan sehat tidak memiliki risiko tambahan kematian mendadak jika divaksinasi COVID-19.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat men

https://www.facebook.com/reel/1259080359652873
https://archive.today/5Ldcm
https://tirto.id/hoaks-hantavirus-efek-samping-dari-vaksin-pfizer-hwiZ
https://www.youtube.com/watch?v=u_a2eUzNzZQ
https://www.gmanetwork.com/news/showbiz/chikaminute/979653/tanghalan-ng-kampeon-grand-finalist-eula-bautista-gives-health-update-after-fainting-on-stage/story/
https://entertainment.inquirer.net/657607/tiktoclock-contestant-fainted-due-to-lack-of-oxygen-caused-by-corset-dress
https://tirto.id/tidak-benar-vaksin-covid-sebabkan-kematian-mendadak-hvyX
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11287309/
https://tirto.id/tidak-benar-vaksin-tbc-mengadung-nanobots-hvHM

Publish date : 2026-05-21