Tidak Benar, Amerika Marah Prabowo Segel Malaka
tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Presiden RI Prabowo Subianto menyegel Selat Malaka dan memicu kemarahan Amerika Serikat, serta kebangkrutan Singapura dan Malaysia.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Mini Kawo” (arsip) pada Sabtu (9/05/2026). Video berdurasi 2 menit 30 detik tersebut menampilkan gambar kapal-kapal berada di perairan dan cuplikan Prabowo, Trump, dan beberapa tokoh lainnya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“PRABOWO BERANI!! SEGEL SELAT MALAKA YANG NOTABENE SINGAPURA DAN MALAYSIA JADI BANGKRUT TOTAL,” begitu klaim tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Adapun narasi yang diucapkan dalam video tersebut: “Malaysia panik total di saat negara tetangga sedang bergelut dengan krisis pangan. Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru menunjukkan taringnya sebagai pemimpin sejati. Amerika Serikat yang terbiasa mendikte jalur selat Malaka kini harus menelan pil pahit.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Kalkulasi pentagon Malaysia total saat TNI AL melakukan locking radar terhadap armada tempur mereka. Video ini membedah secara mendalam manuver berani Indonesia. Diplomasi meja hijau, bagaimana Prabowo membungkam desakan Amerika soal pengaruh militer di selat Malaka.
Kekuatan alutsista, rahasia teknologi silent killer kapal selam TNI yang membuat kapal nuklir Amerika Serikat terpaksa muncul ke permukaan, efek domino. Mengapa Malaysia dan Singapura kini gemetar melihat posisi tawar Indonesia yang tak lagi bisa dibeli. Masa depan ekonomi, potensi retribusi triliunan rupiah dari jalur laut terpadat di dunia demi kesejahteraan rakyat.
Mari bersatu di belakang merah putih. Tonton sampai habis untuk melihat bagaimana macan Asia menulis ulang pepah kekuatan dunia. Gemuruh di selat Malaka ketika harimau terbangun dari tidurnya.
Dunia internasional kini tengah menahan nafas. Di saat negara tetangga, Malaysia sedang bergelut dengan krisis beras yang mencekam. Sebuah tsunami kelaparan yang memaksa rakyatnya mengantri demi segenggam karbohidrat.
Sebuah drama geopolitik yang jauh lebih besar sedang ledak di depan mata mereka. Di selat Malaka, jalur nadi perdagangan dunia, Indonesia baru saja memancarkan tarinya. Presiden Prabowo Subianto, sang jenderal yang kini memegang kemudian negara, baru saja mengirimkan pesan singkat, namun menggelegar ke Washington, Indonesia bukan halaman belakang kalian.
Selama puluhan tahun Amerika Serikat, AS, merasa memiliki hak istimewa untuk mondar-mandir di selat Malaka dengan dali Freedom of Navigation. Namun, kalkulasi mereka kali ini meleset total. Washington mengira mereka masih berhadapan dengan Indonesia yang bisa didekati dengan retorika manis atau tekanan ekonomi.
Mereka lupa bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, diplomasi Indonesia tidak lagi menggunakan bahasa memohon, melainkan bahasa kedaulatan mutlak.” Begitu narasi yang diucapkan dalam video.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (22/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 568 tanda suka, 35 komentar, dan 12 ribu kali ditayangkan.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Tak Pajaki Selat Malaka, Purbaya Buka Jalur Internasional Baru
periksa fakta Prabowo Segel Selat Malaka.
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan pada laman Tempo. Video yang beredar tersebut merupakan gabungan dari beberapa cuplikan dalam berbagai acara. Konteks yang menampilkan cuplikan Prabowo, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden AS Donald Trump dengan narator dalam video menyatakan bahwa keputusan untuk menutup Selat tersebut dibuat dalam pertemuan antar pemerintah untuk memastikan kedaulatan absolut Republik Indonesia, adalah tidak benar.
Pada cuplikan pertama menunjukkan luapan amarah Anwar Ibrahim berasal dari insiden lama. Media Malaysia Astro Awani melaporkan insiden tersebut pada 19 September 2023. Saat itu, Anwar menunjuk jari ke arah anggota parlemen oposisi Radzi Jidin, yang telah menertawakannya di sebuah forum.
Cuplikan kedua pada detik ke-13 menunjukkan Prabowo mengenakan setelan safari krem dengan latar belakang bunga tuberose. CNN Indonesia menerbitkan cuplikan tersebut pada 7 April 2025.
Video lengkapnya, yang berdurasi hampir 3 jam 41 menit, merekam pertemuan Prabowo dengan enam pejabat media senior Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah pribadinya di Hambalang pada 6 April 2026.
Dalam pertemuan itu tidak ada diskusi tentang penutupan Selat Malaka. Hingga saat ini, belum ada sumber resmi atau laporan berita kredibel yang menunjukkan bahwa pertemuan tersebut membahas penutupan Selat Malaka.
Pada cuplikan ke-3, dengan durasi 16 detik, menampilkan Presiden AS, Donald Trump. Sebelumnya video tersebut telah diunggah oleh beberapa media, termasuk ABC. Video tersebut merupakan rekaman konferensi pers Trump mengenai perang Iran. Konflik tersebut dimulai dengan serangan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 2 Februari 2026.
Associated Press melaporkan bahwa dalam pernyataan tanggal 1 April 2026, Trump mengklaim militer AS akan segera mengakhiri perang. Namun, pernyataannya sebagian besar mengulangi narasi sebelumnya dengan sedikit detail tambahan.
Isu Indonesia dalam mengatur lalu lintas di Selat Malaka muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pemberlakuan tarif di selat tersebut, yang mencerminkan rencana Iran untuk mengatur Selat Hormuz.
“Wilayah Singapura kecil, dan Malaysia, dan kita harus membaginya menjadi dua. Jika memungkinkan, itu tidak terjadi,” begitu keterangan Purbaya pada Simposium PT SMI di Hotel AYANA Midplaza Jakarta pada Rabu, (22/04/2026).
Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus perdagangan maritim global melalui jalur pelayaran yang terbuka dan netral bagi semua negara pengguna.
Dalam laman Antara, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mendukung kebebasan navigasi dan berharap arus pelayaran laut tetap berjalan lancar, terbuka, serta memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Kita juga berharap ada lintasan yang bebas dan saya kira itu semua adalah komitmen banyak negara untuk bisa menciptakan satu jalur pelayaran yang bebas, yang netral, (dan) saling mendukung,” begitu keterangan Sugiono.
Hingga saat ini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa klaim Prabowo menutup Selat Malaka adalah hoaks. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat memungut pajak dari kapal yang melintas di Selat Malaka. Hal ini karena Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) sehingga setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage).
Dengan demikian klaim yang menyebutkan bahwa Prabowo menutup Selat Malaka adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.
Baca juga:Indonesia, Malaysia, & Singapura Tolak Pungutan di Selat Malaka
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim Prabowo menutup Selat Malaka bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Selat Malaka merupakan selat internasional yang diatur oleh hukum laut internasional (UNCLOS) dan setiap kapal memiliki hak lintas tanpa hambatan (right of transit passage). Hingga kini, aktivitas pelayaran di Selat Malaka terpantau berjalan normal tanpa adanya gangguan maupun penutupan oleh otoritas Indonesia.
Video yang beredar dibuat dengan menyatukan berbagai cuplikan dengan konteks yang berbeda. Presiden Prabowo sendiri tidak pernah mengatakan menutup Selat Malaka. Sampai artikel ini ditulis klaim tersebut tidak didukung oleh fakta yang kredibel.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://www.facebook.com/watch/?v=990417173461295&_rdc=2&_rdr#
https://web.archive.org/web/20260522081338/https://www.facebook.com/mini.kawo.9/videos/990417173461295/
https://tirto.id/tak-pajaki-selat-malaka-purbaya-buka-jalur-internasional-baru-huX2
https://en.tempo.co/read/2104081/fact-check-false-claim-says-prabowo-closed-malacca-strait-angering-anwar-ibrahim
https://www.youtube.com/watch?v=BvEmcrI-LFk
https://www.youtube.com/watch?v=jiP96n4z4Lk
https://www.tiktok.com/@abcnewsaus/video/7624026600329284885
https://apnews.com/article/iran-us-israel-trump-lebanon-april-1-2026-19cf516c2d2c614eb182dbad7a6592ef
https://www.antaranews.com/berita/5566443/hoaks-indonesia-tutup-selat-malaka
https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-indonesia-tutup-selat-malaka
https://tirto.id/indonesia-malaysia-singapura-tolak-pungutan-di-selat-malaka-huW3
Publish date : 2026-05-23
Hal Menarik Lainnya...