Tidak Benar, Purbaya Bagikan Rampasan Aset Koruptor Rp50 Triliun

tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial TikTok mengklaim menteri keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menawarkan bantuan dana hasil dari rampasan aset para koruptor sejumlah Rp50 triliun.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama @mk.purbaya.y.s (arsip) pada Minggu (24/05/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan Purbaya tengah berbicara di acara ‘Jogja Financial Festival 2026’ dan menawarkan bantuan sejumlah Rp50 Triliun.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Assalamualaikum masyarakat Indonesia, saya mendapatkan mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membagikan bantuan dana ini dari rampasan aset para koruptor yang disalahgunakan oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab. Daripada itu, uang 50 triliun lebih baik saya bagikan untuk rakyat Indonesia. Ini bantuan resmi, segera follow akun TikTok ini untuk konfirmasi bantuannya.” Begitu narasi dalam video.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, pengunggah mengklaim bantuan tersebut resmi dan konfirmasi bantuan dengan mengikuti akun TikTok tersebut.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapatkan 1508 likes, 639 komentar, 582 kali disimpan, dan 23,9 ribu ditayangkan. Kolom komentar diisi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut dan berharap mendapatkan bantuan tersebut.

Lantas, benarkah Purbaya bagikan dana bantuan sejumlah Rp50 triliun dengan follow akun TikTok tersebut?

Baca juga:Gaji ke-13 PNS Sebentar Lagi Cair, Ini Kata Purbaya

Header periksa Fakta rampasan aset koruptor. tirto.id/Fuad

Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut menggunakan foto Purbaya sebagai foto profil dan memiliki 4761 pengikut. Ditemukan beberapa unggahan video terkait Purbaya menawarkan bantuan, namun cuplikan video tersebut menampilkan video yang berbeda seperti pada video ini, dan ini.

Pengunggah juga mencantumkan keterangan pada bio akun sebagai berikut: “>>Salin Tautan 15X>>?‍? 0858-6239-7185

Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Purbaya. Akun resmi TikTok Purbaya memiliki 468,9 ribu pengikut dengan centang biru dan akun Instagram Purbaya bernama @menkeuri.

Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada intonasi suara pada video yang terdengar kaku dan tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa audio yang digunakan dalam video tersebut memiliki probabilitas 99,3 persen sebagai suara hasil manipulasi AI.

Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kementerian Keuangan. Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan dengan menggabungkan kekuatan belanja dan kebijakan pemerintah serta akselerasi sektor swasta sebagai motor utama pertumbuhan.

Melalui penguatan likuiditas perbankan dan dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif, pemerintah ingin memastikan roda ekonomi bergerak lebih agresif dan merata. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Jogja Financial Festival pada Jumat (22/05).

“Gimana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan private sector juga. Jadi sekarang mesin ekonomi kita udah mulai bergerak dua-duanya. Mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini kita akan jalankan terus ke depan,” begitu keterangan Menkeu.

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya tidak menawarkan bantuan apapun kepada masyarakat dan tidak mengatakan perihal adanya uang sejumlah Rp50 triliun hasil rampasan aset koruptor yang dimandatkan kepadanya untuk dibagikan sebagai bantuan kepada masyarakat.

Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya bagikan dana rampasan aset koruptor” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman X @PPIDKemenkeu yang menyatakan bahwa video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya menyatakan mendapatkan mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk membagikan dana bantuan yang berasal dari rampasan aset para koruptor sebesar Rp50 triliun adalah tidak benar.

Senada dengan hal tersebut, dalam laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan, Kemenkeu menyatakan bahwa video yang beredar adalah deepfake.

“[HOAKS] Dana Bantuan dari Rampasan Aset Koruptor. Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan mendapatkan mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk membagikan dana bantuan yang berasal dari rampasan aset para koruptor sebesar Rp50 triliun merupakan video hoaks deepfake.” Begitu dikutip laman PPID Kemenkeu.

Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor ataupun video tidak resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sering dijadikan sasaran hoaks karena posisinya yang mengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos. Pelaku memanfaatkan popularitas ini untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi masyarakat.

Kemenkeu mengimbau untuk bijak bermedia sosial dan selalu memastikan waspada terhadap konten yang berasal dari sumber yang tidak kredibel, memeriksa fakta pada situs resmi, dan tidak menyebarkan konten tanpa sumber, serta bukti yang terpercaya.

Jika masyarakat menemukan informasi seputar keuangan negara atau Kementerian Keuangan yang terindikasi hoaks atau penipuan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME melalui telepon 134, email kemenkeu.prime@kemenkeu.go.id, atau menu "Hubungi Kami" pada situs web www.kemenkeu.go.id.

Baca juga:Purbaya Pastikan Fungsi Bea Cukai Tak Diambil Alih DSI

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim Purbaya menawarkan bantuan dana dengan membagikan uang hasil rampasan aset koruptor sejumlah Rp50 triliun bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pada Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC) di Yogyakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa nilai tukar rupiah berpeluang menguat hingga berada di kisaran Rp15.000 per dolar AS pada Juni 2026. Purbaya tidak sama sekali menawarkan bantuan dana senilai Rp50 triliun.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.tiktok.com/@mk.purbaya.y.s/video/7643262899179293960?is_from_webapp=1&web_id=7496041695453365767
https://archive.today/YuToW
https://tirto.id/gaji-ke-13-pns-sebentar-lagi-cair-ini-kata-purbaya-hwN3
https://www.tiktok.com/@mk.purbaya.y.s/video/7629599040971263250
https://www.tiktok.com/@mk.purbaya.y.s/video/7643646386684120327
https://www.tiktok.com/@menkeuri
https://www.instagram.com/menkeuri/
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Pemerintah-dan-Swasta-Kejar-Pertumbuhan-8-Persen
https://x.com/PPIDKemenkeu/status/2059123131990868313
https://e-ppid.kemenkeu.go.id/in/post/%5Bhoaks%5D-dana-bantuan-dari-rampasan-aset-koruptor
https://tirto.id/purbaya-pastikan-fungsi-bea-cukai-tak-diambil-alih-dsi-hwNL

Publish date : 2026-05-27