Hoaks, Hantavirus 2026 Sudah Diprediksi Sejak 2022

tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim pemilik akun di platform X bernama @iamasoothsayer telah memprediksi akan ada kemunculan hantavirus pada tahun 2026 setelah pandemi coronavirus berakhir pada tahun 2023.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Marlintho Aditama Ishal” (arsip) dalam grup obrolan “Kabar Palestina Terkini” pada Jumat (08/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar akun ‘soothsayer’ dengan tulisan “2023: Corona ended, 2026: Hantavirus” yang diunggah pada 11 Juni 22.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Tanggal 11 juni 2022 Pemilik akun X ini sudah memprediksi akan ada HANTAVIRUS ditahun 2026. Mungkin Pemilik Akun ini Rajin membaca Teori-Teori konspirasi dan berita-berita perkembangan teknologi...😁😁😁” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 101 likes, 23 komentar, dan 30 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

“Di edit gak tuuu...?” begitu salah satu komentar dalam unggahan tersebut.

Lantas, benarkah Hantavirus sudah diprediksi sejak tahun 2022?

Baca juga:Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD

Periksa Fakta Prediksi Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada akun Instagram @jawapos yang menampilkan gambar serupa dan menyatakan bahwa unggahan hantavirus dari sebuah akun X tahun 2022 mendadak viral usai kasus kematian di kapal pesiar ramai dibahas. Warganet menyebut postingan tersebut seperti prediksi karena kembali disorot setelah muncul laporan dugaan infeksi hantavirus di Samudra Atlantik.

Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia, sementara satu penumpang lain masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.

WHO menyebut hantavirus umumnya menular melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Virus ini dapat menyerang paru-paru dan ginjal dengan gejala berat. Meski penularan antar manusia tergolong jarang, otoritas kesehatan tetap menyelidiki kemungkinan penyebaran di antara penumpang kapal.

Lebih lanjut, akun bernama “Soothsayer” tersebut bergabung dengan X sejak Juni 2022 dan berbasis di Filipina, persis di tengah situasi pandemi Covid-19. Cuitan akun Soothsayer tersebut beredar tanpa konteks sejarah yang utuh.

Melansir laman Tempo, pihaknya telah melayangkan permohonan konfirmasi kepada pemilik akun melalui platform X, namun belum menerima tanggapan hingga artikel ini diterbitkan.

Faktanya, virus hanta bukan hal baru melainkan ancaman lama yang telah memicu wabah besar di Korea Selatan sejak era 1950-an.

Artikel berjudul Hantaviruses pada laman ScienceDirect, menuliskan bahwa sebuah riset yang dilakukan Mohammed A. Mir, peneliti Kansas University Medical Center, terbitan tahun 2010, mengungkapkan bahwa demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) menyerang lebih dari 3.000 pasukan PBB saat Perang Korea pada kurun 1951 sampai 1953. Rentetan kasus mematikan ini mendorong para ilmuwan melacak asal-usul penyakit.

Hasilnya, pada 1978 peneliti berhasil mengisolasi virus penyebab demam tersebut dari tikus yang terinfeksi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Temuan itu kemudian dinamai virus Hantaan, merujuk pada nama sungai tersebut, sebelum akhirnya diklasifikasikan dalam genus baru bernama Hantavirus pada 1981.

Artikel pada laman Centers for Disease Control berjudul “COVID-19 vs. Hantavirus Pulmonary Syndrome” merangkum perbedaan mendasar antara Covid-19 dan hantavirus pemicu Sindrom Paru Hantavirus (HPS). Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.

Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.

Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “IDAI Sebut Risiko Penyebaran Hantavirus Tidak seperti COVID-19” menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyusul merebaknya pembahasan mengenai Hantavirus, khususnya varian Andes yang dikaitkan dengan kasus kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius. IDAI menegaskan risiko penyebaran hantavirus tidak seperti COVID-19 dan kecil kemungkinan memicu wabah besar.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, mengatakan Hantavirus berbeda dengan SARS-CoV-2 maupun influenza dari sisi pola penularan.

“Yang jelas virus Hanta ini relatif jarang bermutasi, tidak seperti SARS-CoV-2 itu atau yang lebih jahat adalah influenza dan HIV. Jadi dia ini relatif lebih jarang mengalami mutasi ya,” begitu keterangan Dominicus dalam seminar yang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/5/2026).

Menurut Dominicus, hantavirus, khususnya varian Andes, memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan campak maupun COVID-19. Ia menyebut sejumlah literatur bahkan tidak mencantumkan angka reproduksi dasar atau basic reproduction number (R0) virus tersebut karena sangat kecil. Ia pun membandingkan tingkat penularan hantavirus dengan campak yang dikenal sangat mudah menular.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa kemunculan hantavirus pada 2026 sudah diprediksi sejak tahun 2022 adalah tidak benar dan tidak didukung dengan fakta ilmiah.

Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa hantavirus sudah diprediksi sejak 2022 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Tidak ada argumen dan bukti ilmiah yang mendasari klaim tersebut.

Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.

Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://x.com/search?q=soothsayer%20hantavirus&src=typeahead_click&f=top
https://www.facebook.com/groups/352975460433426/posts/981157087615257/
https://archive.today/5lpK5
https://tirto.id/salah-video-klaim-rekayasa-produksi-hantavirus-gunakan-apd-hwHT
https://www.instagram.com/p/DYEuqoVEfaT/
https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-pandemi-virus-hanta-2026-telah-diprediksi-sejak-2022-2139300
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0272271210000053?via%3Dihub
https://stacks.cdc.gov/view/cdc/103616
https://tirto.id/idai-sebut-risiko-penyebaran-hantavirus-tidak-seperti-covid-19-hvPZ
https://tirto.id/hoaks-hantavirus-efek-samping-dari-vaksin-pfizer-hwiZ

Publish date : 2026-06-03