Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Insentif Guru ASN-Honorer Rp 2,1 Juta


Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan insentif guru ASN dan honorer sebesar Rp 2.100.000. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 19 Juni 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Pemerintah Hadir Menyalurkan Bantuan Insentif untuk GURU ASN,GURU NON ASN Dan Pegawai Negeri Sipil Beserta GURU HONORER
Bantuan Sebesar Rp.2.100.000 Dicairkan Serentak Di Seluruh Wilayah IndonesiaUntuk Mendapatkan bantuannya,
Silahkan Daftar di Link Resmi 👇
https://bitly.cx/Langsungklikdisini
https://bitly.cx/Langsungklikdisini"
Jika link tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi seperti nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk guru ASN dan honorer Rp 2.100.000? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com


Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk guru ASN dan honorer Rp 2.100.000.  Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Antaranews berjudul "Kemendikdasmen imbau waspadai laman palsu seputar bantuan insentif " yang tayang pada 1 September 2025
Dalam artikel ini dijelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau masyarakat, khususnya para guru agar mewaspadai sejumlah laman palsu berujung phising terkait bantuan insentif guru non-ASN sebesar Rp2,1 juta.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pesan, email atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu dari Kemendikdasmen.
"Waspada phising, jangan mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Phising adalah upaya penipuan untuk mencuri data pribadi seperti password, OTP, atau informasi keuangan," kata Yudhistira di Jakarta pada Senin 1 September 2025.
Pihaknya memberikan tips agar terhindar link penipuan phishing, yakni selalu mengecek alamat email/nomor pengirim, jangan klik link mencurigakan, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta menyimpan data pribadi hanya di aplikasi resmi.
Yudhistira meminta masyarakat hati-hati dan memastikan hanya mengisi informasi pada laman resmi kementerian.
Adapun informasi mengenai bantuan insentif maupun bantuan subsidi upah (BSU) informasi resminya hanya dapat dilihat di Info GTK.
 


Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk guru ASN dan honorer sebesar Rp 2.100.000 tidak benar.

https://www.antaranews.com/berita/5079529/kemendikdasmen-imbau-waspadai-laman-palsu-seputar-bantuan-insentif

 

Publish date : 2026-06-24