[SALAH] Sinyal 5G Jadi Penyebab Eropa Dilanda Gelombang Panas
Beredar gambar [arsip] dari akun Facebook “TruthSpeaker M” pada Minggu (5/7/2026) yang menampilkan klaim menyebarkan konspirasi tentang penyebab perubahan cuaca bukan karena emisi karbon melainkan jaringan 5G. Berikut narasinya:
“BUKAN PERUBAHAN IKLIM, ATAU EMISI KARBON
TAPI EROPA DIPANGGANG 5G”
Hingga Rabu (23/7/2026) unggahan ini telah mendapatkan lebih dari 835 tanda suka, menuai 178 komentar, dan dibagikan ulang 394 kali.
Menyadur dari artikel cek fakta AFP.
Mengenai isu 5G menyebabkan gelombang panas, tim pemeriksa fakta dari AFP telah melakukan pencarian fakta dengan menanyakannya langsung ke para ilmuwan di bidang iklim dan cuaca.
Milan Kloewer ilmuwan di bidang iklim di Universitas Oxford, menjelaskan jika tidak ada bukti atau mekanisme fisika yang membuktikan bahwa sinyal 5G dapat mengubah cuaca atau memicu gelombang panas. Sinyal 5G hanya menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi radio dengan tingkat paparan aman, sehingga efek pemanasan yang dihasilkan sangat kecil dan tidak mampu memengaruhi atmosfer bumi.
Daniele Visioni, ilmuwan iklim Universitas Cornell, juga membantah tentang adanya korelasi antara jaringan 5G sebagai penyebab fenomena gelombang panas yang terjadi di Eropa, ia mengatakan jika hal ini benar-benar aneh dan sepenuhnya salah secara fisika.
Visioni membagikan perumpamaan mencoba memanaskan cuaca dengan 5G itu seperti mencoba mendorong tubuh manusia menggunakan cahaya senter. Partikel cahaya (foton) dari sinyal 5G tidak memiliki energi yang cukup kuat untuk menggerakkan atau memanaskan udara maupun air di atmosfer.
Faktanya, ilmuwan iklim asal Universitas Oxford dan Universitas Cornell membantah jika sinyal 5G bisa memengaruhi perubahan cuaca. Jadi, unggahan berisi klaim “Sinyal 5G sebabkan Eropa dilanda gelombang panas” adalah konten palsu (fabricated content).
https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.C2487WE
Publish date : 2026-07-23
Hal Menarik Lainnya...