Tidak Benar, Kejagung Dibakar Demonstran pada 22 Juli 2026

tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim jutaan mahasiswa dan rakyat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung pada 22 Juli 2026, aksi demonstrasi tersebut berakhir ricuh, massa hancurkan dan bakar gedung Kejagung.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Alya Amanda” (arsip) pada Rabu (22/7/2026). Unggahan tersebut menampilkan cuplikan video kericuhan demonstrasi berdurasi 46 detik dan di bagian atas ditambahkan gambar massa merusak pagar dan membakar kantor Kejagung.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Jutaan mahasiswa dan rakyat bersatu hari ini. Massa dobrak hancur kejagung. Demo koruptor. Hotman Paris ditangkap kantor pusat dibakar massa hari ini. Demo mahasiswa tuntut Frebri Adriansyah Jampidsus diadili. Demo koruptor sejakarta anarki 22 Juli 2026: Jutaan rakyat & mahasiswa ngamuk! Gedung Kejagung Dibakar.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan, “DEMO KORUPTOR SEJAKARTA ANARKI 22 JULI 2026:JUTAAN RAKYAT & MAHASISWA NGAMUK!”

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (27/7/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 4,5 ribu likes, 911 komentar, dan 435 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi kritik masyarakat terhadap pemerintah dan dukungan untuk demonstran.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok @sofiyandi961, dan akun YouTube Bencana Populer, yang menampilkan cuplikan video aksi demo serupa pada awal tayangan dengan keterangan pada video “Jutaan mahasiswa dan rakyat bersatu hari ini. Massa dobrak dan hancurkan Kejagung. Demo koruptor. Hotman Paris ditangkap, kantor pusat dibakar massa hari ini.”

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Baca juga:Info Demo Jakarta Hari Ini 27 Juli 2026 dan Titik Aksi

Periksa Fakta gedung Kejagung dibakar. foto/hotline periksa fakta tirto

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bahkan telah memasukkan klaim tersebut ke dalam daftar hoaks. Dalam klarifikasinya melalui laman resmi, Komdigi menyebut narasi yang beredar di media sosial adalah tidak benar.

“Meski sempat ada pembakaran ban dan kericuhan, Gedung Kejagung tidak dibakar oleh demonstran. Kabar Gedung Kejagung dibakar demonstran saat unjuk rasa pada tanggal 22 dan 23 Juli 2026 adalah hoaks.” Begitu keterangan Komdigi.

Sebagaimana diberitakan Tirto, terjadi aksi demo di Jakarta beruntun sejak 20-22 Juli 2026 dengan isu yang diangkat mulai ekonomi dan korupsi.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, kembali terjadi aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aksi tersebut melibatkan kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Persatuan Indonesia dan Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN).

Aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejagung, Rabu (22/7/2026), sempat diwarnai kericuhan. Pantauan Tirto di lokasi, massa tiba pukul 14.10 WIB menggunakan bus.

Ketegangan memuncak dan memicu aksi saling dorong saat massa aksi melakukan blokade jalan serta membakar ban bekas kepolisian memadamkan api menggunakan APAR.

Melansir laman YouTube Kompascom Reporter on Location, massa yang mengatasnamakan Jaringan Intelektual Hukum Nasional (JIHN) menggelar aksi di depan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (22/7/2026).

Aksi yang mendesak Kejaksaan untuk segera menuntaskan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang melibatkan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah diwarnai kericuhan.

Kericuhan bermula ketika massa mencoba merangsek masuk untuk menggoyang pagar gedung Kejagung. Namun, aparat mencoba menghalau massa, aksi saling dorong pun tidak dapat terhindarkan antara aparat dengan massa.

Kemudian, kericuhan juga terjadi saat aparat menyemprot alat pemadam api ringan (APAR) ke arah spanduk yang dibakar oleh massa. Melihat hal itu, massa protes dengan aksi aparat yang dianggap melakukan aksi represif.

Dalam laporan Kompas, setelah aksi demonstrasi pada Rabu (22/7/2026) sekelompok mahasiswa menggelar aksi di depan gerbang Kantor Kejaksaan Agung, Kamis (23/7/2026) Sedikitnya ada 100 orang massa aksi yang menyampaikan aspirasi.

Kelompok massa dari BEM Kristiani Seluruh Indonesia menilai, Kejagung lamban dalam menangani kasus korupsi dan pencucian uang yang melibatkan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Dalam aksi demonstrasi selama dua hari tersebut, tidak terjadi pembakaran Gedung Kejaksaan Agung. Faktanya, massa melakukan aksi pembakaran ban di depan gerbang Kejagung dan langsung dipadamkan oleh aparat.

Aparat juga mengamankan sejumlah atribut aksi, termasuk spanduk yang hendak dibakar. Kericuhan pecah ketika massa berusaha mempertahankan perangkat aksi. Meski sempat terjadi pembakaran ban dan kericuhan, Gedung Kejagung tidak dibakar oleh demonstran pada Rabu (22/7/2026).

Baca juga:Hoaks, Aksi Demonstrasi Serukan Stop Bayar Pajak

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan Gedung Kejaksaan Agung dibakar massa pada aksi demonstrasi 22 Juli 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Tidak ditemukan fakta dan informasi dari media kredibel yang mendukung klaim tersebut.

Faktanya, dalam aksi demo pada Rabu (22/7/2026) sempat terjadi pembakaran ban dan kericuhan, namun Gedung Kejagung tidak dibakar oleh demonstran.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.facebook.com/reel/3265316593660265
https://archive.today/xiZyT
https://vt.tiktok.com/ZSXoFHHAa/
https://youtu.be/fhVud3DhA0s?si=3Pv2lHOqy-zdi5oX
https://tirto.id/info-demo-jakarta-hari-ini-27-juli-2026-dan-titik-aksi-hAiu
https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-demonstran-bakar-gedung-kejagung-pada-23-juli-2026
https://tirto.id/rangkuman-demo-di-jakarta-20-22-juli-dan-sorotan-media-asing-hz6R
https://www.instagram.com/p/DbD9_aqSZle/
https://youtu.be/7UfiIJHtjFE?si=mritYInfE49fv28A
https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/23/17440321/mahasiswa-demo-di-depan-kejagung-minta-geledah-rumah-dinas-eks-jampidsus
https://tirto.id/hoaks-aksi-demonstrasi-serukan-stop-bayar-pajak-hzzV

Publish date : 2026-07-27