Salah, Utang RI Rp10 Ribu Triliun Rakyat Dipaksa Bayar Pajak

tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim Indonesia akan bubar pada tahun 2030 karena Indonesia dalam kondisi kantong kering dan banyak memiliki utang hingga tembus Rp10.000 triliun, sehingga rakyat dipaksa membayar pajak.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook “Made Junjun” (arsip) pada Kamis (23/7/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar seorang laki-laki menggunakan bahasa Sunda menyampaikan reaksinya terhadap cuplikan video yang membahas terkait utang Indonesia, yang tembus Rp10.000 triliun.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“2030 INDONESIA BUBAR. UTANG TEMBUS 10 RIBU TRILIUN INDONESIA LAGI GALI LOBANG TUTUP LOBANG MENUJU KEBANGKRUTAN!.” Begitu narasi tertulis dalam video.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Dalam cuplikan video dijelaskan bahwa Indonesia dalam keadaan kantong kering karena memiliki banyak utang, “Indonesia lagi mengalami kantong kering, guys. Bahkan debt service ratio kita sudah merah. Ini ya, target pendapatan negara kita Rp3.153 triliun. Total belanja negara kita Rp3.842 triliun. Jadi dari dua ini saja, kita itu sudah minus Rp638 triliun. Total utang pemerintah Rp10.470 triliun. Lalu, beban terbesar APBN itu dari mana?”

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (31/7/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 3,5 ribu likes, 952 komentar, dan 202 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik negatif rakyat dan tidak sedikit yang mendukung Indonesia bubar.

Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook "New Azza", pada akun YouTube “AKHIARBAIN,” akun Instagram @butuhtukangofficial, dan akun X @Boediantar4. Semua unggahan tersebut menampilkan cuplikan video yang sama terkait utang Indonesia tembus Rp10.000 triliun, dengan narasi “SIKSA RAKYAT DENGAN MEMAKSA BAYAR PAJAK.”

Lantas, benarkah rakyat dipaksa membayar pajak karena utang Indonesia tembus Rp10.000 triliun?

Baca juga:Wacana Zakat Pengganti Pajak: Solusi atau Beban Fiskal Baru?

Periksa Fakta Utang Indonesia. foto/ Hotline periksa fakta tirto

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Lebih lanjut, melansir laman Bank Indonesia, BImenegaskan bahwa utang luar negeri tetap terjaga, dengan catatan utang luar negeri Indonesia pada Mei 2026, menurut nota utang adalah 444,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp8.038,3 triliun, berdasarkan kurs BI pada Rabu (29/7/2026).

Secara tahunan, besaran utang itu tumbuh sebanyak 2,1 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026. Meski demikian, catatan utang tersebut tidak menembus Rp10.000 triliun.

Tirto menemukan video asli terkait pembahasan utang Indonesia pada akun YouTube “Astronacci” dengan judul “LAST WARNING! Tsunami Ekonomi & Mega Financial Crisis Indonesia,” yang diunggah pada 14 April 2026.

Sebagai informasi, PT Astronacci International adalah perusahaan penyedia layanan riset pasar modal, edukasi trading, dan analisis waktu (market timing). Perusahaan ini didirikan pada tahun 2009 oleh Gema Goeyardi. Perusahaan ini dikenal sebagai pionir yang menggabungkan metode astrologi finansial dan angka Fibonacci untuk memprediksi pergerakan harga instrumen keuangan.

Adapun video yang beredar hanya menampilkan sebagian cuplikan pada menit ke 13:18. Faktanya, dalam video asli tersebut, Gema Goeyardi Founder & CEO Astronacci tidak pernah mengatakan bahwa rakyat dipaksa membayar pajak karena utang Indonesia.

Gema menyampaikan, bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami "kantong kering" di mana debt service ratio-nya sudah merah. Ia juga memperingatkan, kondisi tersebut berpotensi memicu inflasi, PHK, dan perlambatan ekonomi jika tidak diatasi dengan kebijakan yang tepat.

Debt service ratio adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam membayar cicilan utang.

Dalam video tersebut Gema membahas pandangannya mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai sedang menghadapi tekanan serius dari faktor domestik maupun global.

Menurut Gema, pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya beban APBN dan utang pemerintah, meningkatnya biaya hidup, menurunnya daya beli masyarakat, maraknya penggunaan pinjaman online, serta potensi inflasi dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi indikator bahwa ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Gema juga mengaitkan situasi tersebut dengan faktor eksternal, seperti konflik geopolitik, kenaikan harga minyak dunia, dan perlambatan perdagangan global yang dinilai akan semakin membebani perekonomian nasional.

Dalam pemaparannya, Gema berpendapat bahwa pemerintah perlu meningkatkan efisiensi, memperkuat kompetensi para pengambil kebijakan, serta mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas fiskal, nilai tukar, dan lapangan kerja agar Indonesia dapat menghindari krisis ekonomi yang lebih dalam.

Baca juga:Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.762 T per April 2026

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa pemerintah memaksa rakyat untuk membayar pajak karena utang Indonesia tembus Rp10.000 triliun bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Bank Indonesia mencatat bahwa utang luar negeri Indonesia senilai Rp 8.038,3 triliun per Mei 2026 dan tidak mencapai Rp10.000 triliun.

Adapun dalam potongan video asli milik Astronacci tidak membahas soal penarikan pajak untuk melunasi utang Indonesia. Dalam rekaman tersebut, Gema Goeyardi, Founder & CEO Astronacci tidak pernah mengatakan bahwa rakyat dipaksa membayar pajak karena utang Indonesia.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.facebook.com/watch/?ref=saved&v=916826988116248
https://archive.today/jgJKN
https://www.facebook.com/watch/?ref=saved&v=27508386658822845
https://youtube.com/shorts/4bF36Gwv0cE?si=K1Ki73-soaHo6zXF
https://www.instagram.com/reel/Da3R7LsgcoD/?utm_source=ig_web_button_share_sheet
https://x.com/Boediantar4/status/2081927234936623180
https://tirto.id/wacana-zakat-pengganti-pajak-solusi-atau-beban-fiskal-baru-hAlS
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2813726.aspx
https://youtu.be/5JJ-sJciMtU?si=TuTJImvCm2oxJns3
https://www.astronacci.com/about
https://tirto.id/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp7762-t-per-april-2026-hxYo

Publish date : 2026-07-31