[SALAH] Vaksin Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Pelari dan Pendaki
Akun Threads “satzoutboy2026” pada Minggu (17/7/2026) mengunggah narasi [arsip] sebagai berikut:
Lagi-lagi ada kasus serangan jantung sehingga pingsan dan MD. Kali ini akibat kelelahan mendaki gunung 😢 mohon jika sudah vaksin covid memakai jenis mRNA dan Adenovirus sering-sering cek EKG, ECG, fungsi liver dan fungsi ginjalnya dan konsultasi ke dokter spesialis terdekat 😢
Hingga Senin (3/8/26), unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 120.000 kali, disukai lebih dari 1.000 akun, menuai 400-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 100 kali.
Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co
Anggota Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Dr. Arif Nur Muhammad Ansori, mengatakan efek samping vaksin Covid-19 memang pernah dilaporkan, seperti miokarditis pada vaksin mRNA dan gangguan pembekuan darah pada vaksin vektor adenovirus. Namun, efek tersebut umumnya muncul beberapa hari setelah vaksinasi, bukan bertahun-tahun kemudian. Klaim bahwa kematian pelari dan pendaki disebabkan vaksin tidak dapat dibenarkan tanpa pemeriksaan medis.
Menurut Arif, kematian saat berolahraga dapat dipicu berbagai faktor, seperti penyakit jantung yang belum terdiagnosis, dehidrasi, heat stroke, gangguan elektrolit, atau kelelahan berat. Sementara pada pendaki, kondisi seperti kekurangan oksigen dan cuaca ekstrem juga dapat menjadi penyebab. Ia menegaskan bahwa orang yang telah pulih dari efek samping ringan vaksin tetap dapat beraktivitas dan berolahraga seperti biasa.
Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, menyampaikan penelitian menunjukkan aktivitas fisik tetap aman dilakukan setelah vaksinasi dan bahkan dapat membantu meningkatkan respons antibodi. Ia menambahkan, kematian saat berolahraga umumnya berkaitan dengan gangguan jantung, dehidrasi, atau kondisi lingkungan yang ekstrem, bukan karena vaksin Covid-19.
Para ahli menjelaskan efek samping serius vaksin sangat jarang terjadi, umumnya muncul dalam beberapa hari setelah vaksinasi. Adapun penyebab kematian saat berolahraga atau mendaki harus dipastikan melalui pemeriksaan medis. Jadi, unggahan berisi klaim “vaksin covid-19 jadi penyebab kematian pelari dan pendaki” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-vaksin-covid-19-menyebabkan-pelari-dan-pendaki-tewas-2278434
https://archive.ph/HouX0
Publish date : 2026-08-03