Hoaks! CKG merupakan agenda pandemi jilid dua
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Instagram menampilkan kolase sejumlah informasi mengenai layanan kesehatan pemerintah. Kolase tersebut memuat logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ilustrasi Digital ID, informasi Medical Check Up Gratis bagi yang Ulang Tahun, infografis One Health, serta gambar aplikasi Satu Sehat.
Unggahan tersebut kemudian mengaitkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan isu pengendalian masyarakat dan menyebutnya sebagai bagian dari agenda “pandemi jilid dua.”
Unggahan tersebut disertai narasi:
“Kemenkes Antek-Antek Global, sales BIG PHARMA sdg mempersiapkan agenda PLANDEMIC jilid 2 - Shrinking DNA - Total kontrol
Jangan terjebak dgn program gratis kesehatan bagi yg ultah....., krn tujuannya agar semua orang mengikuti aplikasi satu sehat”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan agenda pandemi jilid dua?
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan program layanan kesehatan pemerintah yang ditujukan untuk mendeteksi kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit sejak dini. Program tersebut diluncurkan pada 10 Februari 2025 dan dilaksanakan di berbagai puskesmas di Indonesia.
Hingga awal Mei 2026, tercatat sekitar 100 juta orang telah mengikuti program CKG. Pelaksanaan program tersebut telah menjangkau lebih dari 10.000 puskesmas di 514 kabupaten/kota.
Dilansir dari ANTARA, Pelaksanaan CKG menghasilkan data mengenai kondisi kesehatan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Data tersebut mencakup kondisi bayi, balita, remaja, orang dewasa, hingga lansia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil evaluasi CKG 2025 juga menunjukkan sejumlah faktor risiko kesehatan pada berbagai kelompok usia.
Pada kelompok bayi, sekitar enam persen bayi yang diperiksa tercatat lahir dengan berat badan rendah. Pada kelompok balita, sekitar satu dari tiga anak mengalami karies gigi. Sementara itu, sekitar satu dari lima remaja memiliki tekanan darah di atas normal.
Pada kelompok dewasa, sekitar sepertiga peserta mengalami obesitas sentral. Lebih dari separuh lansia yang diperiksa juga tercatat mengalami hipertensi.
Temuan pada kelompok usia sekolah juga menunjukkan adanya faktor risiko kesehatan. Dari sekitar 4,8 juta anak yang diperiksa antara Januari hingga awal Mei 2026, lebih dari 22 persen tercatat mengalami peningkatan tekanan darah.
Data CKG juga menunjukkan bahwa sebagian besar peserta dewasa memiliki aktivitas fisik yang rendah. Sekitar 96 persen peserta masuk dalam kategori kurang aktivitas fisik.
Selain itu, sekitar sepertiga peserta mengalami obesitas sentral dan hampir seperempat peserta mengalami kelebihan berat badan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pemerintah menggunakan hasil pemeriksaan tersebut sebagai dasar untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
CKG tidak hanya bertujuan mengetahui penyakit yang sudah dialami masyarakat, tetapi juga mendeteksi risiko kesehatan agar dapat ditindaklanjuti lebih awal.
Kementerian Kesehatan menempatkan edukasi, pemantauan, pemeriksaan lanjutan, tata laksana, dan rujukan sebagai bagian dari tindak lanjut setelah pemeriksaan. Karena itu, hasil pemeriksaan CKG tidak berhenti pada pencatatan data, tetapi perlu diikuti dengan tindakan kesehatan yang sesuai.
Hingga akhir 2025, program CKG telah dilaksanakan di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 10.229 puskesmas dengan sekitar 70 juta peserta.
Pada 2026, pemerintah terus memperluas pelaksanaan program tersebut agar lebih banyak masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, informasi yang mengaitkan program Cek Kesehatan Gratis dengan agenda “pandemi jilid dua” tidak berdasar. CKG merupakan program pemeriksaan kesehatan yang berfokus pada deteksi dini, pencegahan, dan tindak lanjut faktor risiko penyakit.
Klaim: CKG merupakan agenda pandemi jilid dua
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
https://www.instagram.com/reel/DE6ascvTGYn/
Publish date : 2026-09-21
Hal Menarik Lainnya...