[BELUM TERBUKTI] Daun Awar-Awar Mampu Hilangkan Kutil hingga Tahi Lalat
Beredar foto [arsip] dari akun Facebook “Dwi Brotowali” pada Selasa (22/9/2026) berisi klaim daun awar-awar dapat hilangkan kutil hingga tahi lalat. Unggahan disertai narasi:
“Cari daun awar2 ini di sekitarmu jika ingin menghilangkan kutil,tai lalat atau daging menonjol 👇
Kutil tai lalat daging menonjol rontok sendiri”
Hingga Senin (28/9/2026), unggahan telah mendapatkan 1.600-an tanda suka, menuai 190-an komentar dan dibagikan ulang sebanyak 160-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci terkait klaim “daun awar-awar menghilangkan kutil, tahi lalat, dan daging menonjol” ke mesin pencarian Google.
Hasil penelusuran menemukan informasi dari Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Universitas Gadjah Mada mengenai tanaman awar-awar (Ficus septica). Sumber tersebut menyebutkan bahwa awar-awar merupakan tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan pengobatan. Daunnya antara lain digunakan secara tradisional untuk penyakit kulit dan bisul. Untuk bisul, daun segar awar-awar ditumbuk dan ditempelkan pada bagian yang mengalami bisul. Namun, sumber tersebut tidak menyebutkan bahwa daun awar-awar digunakan atau terbukti efektif untuk menghilangkan kutil, tahi lalat, maupun daging menonjol.
TurnBackHoax juga menemukan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Phytomedicine pada 2022 mengenai Ficus septica. Penelitian tersebut menguji eksudat atau getah tanaman Ficus septica untuk penanganan ulkus kulit kecil yang terinfeksi. Dalam penelitian tersebut, eksudat Ficus septica memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Uji klinis yang dilakukan terhadap luka kulit kecil juga menunjukkan bahwa penggunaannya memiliki efek penyembuhan yang tidak lebih rendah dibandingkan krim antiseptik Savlon maupun perawatan dengan sabun dan air pada hari ke-14. Namun, penelitian tersebut dilakukan untuk ulkus atau luka kulit, bukan untuk menghilangkan kutil, tahi lalat, atau daging menonjol. Peneliti juga menyatakan bahwa temuan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian klinis yang lebih besar.
Sementara itu, kutil merupakan pertumbuhan kulit yang memiliki penyebab dan karakteristik berbeda. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa kutil dapat ditangani dengan sejumlah metode, termasuk asam salisilat dan krioterapi. AAD juga menyarankan pemeriksaan dokter kulit apabila seseorang tidak yakin bahwa pertumbuhan kulit yang muncul benar-benar merupakan kutil, atau apabila pertumbuhan tersebut mengalami perubahan, terasa sakit, gatal, terbakar, atau berdarah.
Tahi lalat juga tidak dapat disamakan dengan kutil. AAD menyebutkan bahwa tahi lalat yang mengganggu atau dicurigai dapat dihilangkan oleh dokter kulit melalui prosedur seperti eksisi bedah atau shave removal. AAD secara khusus tidak menyarankan seseorang mencoba menghilangkan tahi lalat sendiri karena dapat menimbulkan jaringan parut dan infeksi. Selain itu, apabila tahi lalat ternyata mengandung sel kanker, penghilangan sendiri dapat menyebabkan sel kanker tertinggal di kulit dan menunda diagnosis.
Hal serupa berlaku pada daging menonjol atau skin tag. AADFaktanya, belum ditemukan bukti klinis yang menunjukkan bahwa penggunaan daun awar-awar efektif menghilangkan kutil hingga tahi lalat. Jadi, unggahan berisi klaim “daun awar-awar mampu hilangkan kutil hingga tahi lalat” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-antikanker/a/awar-awar/
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0944711322001040?via%3Dihub
https://www.aad.org/public/diseases/a-z/warts-treatment
https://www.aad.org/public/diseases/a-z/moles-treatment
https://www.aad.org/public/diseases/a-z/skin-tags
https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02RBSh32p2Jz7HdXpFomAz4E9fstZasAT7KhYGejmAgipmCGniuahhAoVqYFMZkQDUl&id=61554534443949
https://web.archive.org/web/20260927083753/https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02RBSh32p2Jz7HdXpFomAz4E9fstZasAT7KhYGejmAgipmCGniuahhAoVqYFMZkQDUl&id=61554534443949&_rdc=1&_rdr
Publish date : 2026-09-28
Hal Menarik Lainnya...