Keliru, Video Sebut Pekerja Bermain Saat Packing Beras Bulog

tirto.id - Beredar video di media sosial yang menampilkan sejumlah pekerja bermain-main, menginjak dan tidur di tumpukan beras yang diklaim terjadi saat proses pengemasan atau packing beras Bulog.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook “Ags S” (arsip) pada Minggu (20/9/2026). Video tersebut memperlihatkan sejumlah pekerja yang menginjak-injak tumpukan beras berlabel Bulog sambil berjoget tanpa memakai pakaian bermain-main, pekerja lainnya juga terlihat tidur di antara tumpukan beras, disertai narasi yang menggambarkan aktivitas tersebut sebagai proses packing atau pengemasan beras Bulog.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Bulog. Apa begini beras yang mau di packing? Beras Bulog yang biasa kita makan ternyata packingnya begini. Kalau begini kelewatan.” Begitu narasi yang ditulis dalam video.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (29/9/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 61 tanda suka, 69 komentar, dan 27 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya masyarakat terhadap informasi tersebut.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

“Ko sepertinya sengaja banget gitu buat rendaman & diinjak injak. Kalian berdosa kalo sengaja begitu.” Begitu tulis salah satu komentar.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Tuti Nababan,” “Diny Chaniago,” akun Instagram @sukarnotinus, “mubarak_masse,” YouTube @riduansitumorang7109 yang menampilkan video serupa mengklaim rekaman tersebut adalah proses packing di gudang beras Bulog.

Lantas, benarkah video tersebut adalah rekaman proses pengemasan di gudang beras Bulog?

Baca juga:Beras Premium Langka, Mendag Minta Bulog Segera Pasok ke Ritel

periksa fakta Packing Beras Bulog.

Untuk membuktikan kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram @cenderawasihposreal, yang menampilkan pihak Perum Bulog Kanwil Papua memberikan klarifikasi terkait video pekerja yang terlihat bermain-main dengan beras.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari menyatakan bahwa video tersebut bukan terjadi di gudang Bulog Papua dan Papua Barat.

Menurut Ahmad, video tersebut diambil saat beras masih berada di kapal kargo KM Sinei saat proses pembongkaran di Pelabuhan Jayapura, beras tersebut juga disebut sebagai beras sisa yang tercecer pada saat proses pemukaran beras.

“APBM Pelindo untuk betul-betul mengontrol anggotanya sehingga jangan sampai kejadian ini turun kembali. Kejadian tersebut terjadi posisi masih di dalam kapal di dalam kapal, yaitu di kapal kargo KM Sinei, Kapal Sinei pada saat proses pemukaran beras.

Jadi itu di titik akhir yang sebenarnya proses pemukaran itu memang sudah dilaksanakan beberapa hari sehingga masih ada sisa-sisa, dan beras tersebut itu adalah beras sweeping, istilahnya kalau di istilahnya Bulog, beras sweeping adalah beras yang bocor-bocor.

Sehingga nanti itu ada pemenuhan, ada perbaikan sehingga nanti kita survei, setelahnya disitu kalau beras yang tidak layak atau beras yang rusak akan kita Bulog tidak menerima dan itu menjadi tanggung jawab PBM. APBM Pelindo untuk betul-betul mengontrol anggotanya sehingga jangan sampai kejadian ini terulang kembali supaya nanti pihak Pelindo bisa mengklarifikasikan seperti apa karena ini kejadian ada di wilayah Pelindo.” Begitu narasi dalam klarifikasi Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari.

Unggahan tersebut bermula dari akun Facebook @Junior Zseesbekof pada yang menampilkan video berdurasi 19 detik para pekerja disertai narasi “BERAS BULOG KOK DIINJAK-INJAK.” dan mengklaim cuplikan tersebut merupakan packing di gudang beras Bulog.

Lebih lanjut, melansir ANTARA, Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat memastikan beras rusak atau tidak memenuhi standar kualitas tidak masuk ke gudang Bulog.

Faktanya, video pekerja menginjak beras saat proses pembongkaran di atas kapal, di mana beras yang terlihat merupakan rice sweeping, yakni beras yang berasal dari karung, yang mengalami kebocoran selama proses pengangkutan dan pembongkaran.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait kualitas beras yang beredar, karena semua beras yang didistribusikan masih sesuai standar.

“Jadi pada Sabtu (19/9/2026) telah beredar video pekerja menginjak beras saat proses pembongkaran di atas kapal di mana beras yang terlihat merupakan rice sweeping yakni beras berasal dari karung yang mengalami kebocoran selama proses pengangkutan dan pembongkaran,” begitu keterangan Ahmad saat meninjau lokasi kejadian di Pelabuhan Jayapura, Jayapura, Senin (21/9/2026).

Beras yang mengalami kerusakan akibat tercampur air, besi, atau material lain tidak akan diterima Bulog dan menjadi tanggung jawab Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

Menurut Pelindo, hasil pembersihan tersebut mencapai sekitar 465 karung dengan berat rata-rata 30 kilogram per karung, sementara proses pembongkaran sebelumnya juga dilakukan di Sorong sebelum kapal melanjutkan perjalanan ke Jayapura.

Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak menyebutkan bahwa beras yang terlihat dalam video adalah sisa beras bocor dari karung dan sedang dibersihkan oleh sekitar 15 buruh. Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut dan akan mengingatkan buruh agar berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan.

“Kami akan menindak lanjuti dan memberikan arahan kepada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) agar hal seperti ini tidak terulang kembali,” begitu keterangan Ramdan.

Bulog juga memastikan beras yang akhirnya masuk ke gudang harus melalui pengendalian mutu sehingga beras yang tidak memenuhi standar tidak diterima sebagai stok Bulog.

Senada dengan hal tersebut, Cepos Online juga menegaskan bahwa video tersebut tidak diambil dari gudang Bulog dan beras tersebut merupakan beras sweeping sisa beras yang tercecer atau bocor selama proses bongkar muat.

Beras tersebut nantinya akan disortir untuk menentukan kondisi dan kelayakannya. Beras yang dinilai tidak layak tidak akan diterima Bulog dan menjadi tanggung jawab pihak pelaksana bongkar muat di Pelabuhan Jayapura.

Dengan demikian video yang beredar memang benar memperlihatkan pekerja dan beras, tetapi konteks narasi yang ditambahkan pada video tidak sesuai dengan fakta lokasi dan aktivitasnya.

Baca juga:Stok Beras BULOG 5,25 Juta Ton, Tersebar di Seluruh Indonesia

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video tersebut merupakan proses packing atau pengemasan di gudang beras Bulog adalah informasi yang tidak utuh dan perlu diluruskan (missing context).

Video tersebut adalah rekaman di atas kapal kargo KM Sinei saat proses bongkar muat beras di Pelabuhan Jayapura, dan beras yang terlihat merupakan rice sweeping.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari menjelaskan bahwa peristiwa dalam video terjadi di atas kapal kargo saat proses bongkar muat beras di Pelabuhan Jayapura, Papua.

Pelindo juga menyatakan bahwa beras yang dibongkar dari kapal berada dalam kemasan karung, sedangkan beras yang tampak dalam video merupakan sisa yang terkumpul selama proses pembersihan area bongkar muat.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.facebook.com/reel/1115050007714284
https://archive.today/TNYyN
https://www.facebook.com/watch/?v=1425608843029967
https://www.facebook.com/diny.chaniago.7/posts/keringat-asinnya-yang-kita-nikmati-selama-inifypjangkauanluas/2859167547791678/
https://www.instagram.com/reel/DdfbW5ThQvf/?stkn=MXY3bDhtazEzY2Nicw==
https://www.instagram.com/reel/DdgDkHZgX9S/?stkn=MWpyc210emc1M2lqZA==
https://youtube.com/shorts/921S0J5YgJg?si=zsAfZPclgh2zLRk0
https://tirto.id/beras-premium-langka-mendag-minta-bulog-segera-pasok-ke-ritel-hCey
https://www.instagram.com/reel/Ddi6wqiSAxG/?stkn=ZTJ6MGtmdjdtZjMx
https://www.facebook.com/share/v/1W2HHqvsZR/
https://papua.antaranews.com/berita/768275/bulog-papua-pastikan-beras-rusak-tidak-masuk-gudang
https://www.ceposonline.com/ekonomi/2609210018/viral-video-pekerja-bermain-beras-bulog-tegaskan-bukan-di-gudang?page=all#goog_rewarded
https://tirto.id/stok-beras-bulog-525-juta-ton-tersebar-di-seluruh-indonesia-hA18

Publish date : 2026-09-29