Salah, Mie Instan dan Coklat Sebabkan Efek Fatal Jangka Panjang

tirto.id - Beredar unggahan Facebook yang memberikan peringatan agar masyarakat tidak mengonsumsi coklat setelah makan mie instan dan tidak meminum jus jeruk setelah mengonsumsi udang karena disebut dapat menimbulkan efek fatal dalam jangka panjang.
#inline1 img{max-width: 300px !important;height:auto;margin: 20px auto;}

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Adi Chelsea” (arsip) pada (22/10/2026). Unggahan tersebut menyebutkan larangan setelah makan mie lalu minum coklat dan setelah makan udang lalu minum jus jeruk.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Tips kesehatan: Jangan lakukan setelah makan mie instan lalu minum Coklat. jangan lakukan setelah makan Udang lalu minum jus jeruk. Efek nya untuk jangka panjang sangat Fatal.” Begitu narasi tertulis dalam unggahan.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (6/10/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 12 tanda suka.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}



@keyframes popIn {
from {
opacity: 0;
transform: scale(0.5);
}
to {
opacity: 1;
transform: scale(1);
}
}







const sourceHref = document.querySelector('.share-btn a')?.getAttribute('href');
if (sourceHref) {
document.getElementById('bannerTraktirBtn')?.setAttribute('href', sourceHref);
}

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Tiana Denpasar Grosir” (arsip) yang menyebutkan bahwa zat dalam mie instan dan coklat dapat “berbenturan” sehingga menyebabkan pembuluh darah pecah.

“Baru tau bgt klo makan mie instan tidak boleh barengan sama coklat ...Krn ad zat di kedua makanan tersebut yg berbenturan bisa berakibat. Fatal...kalau gak kuat pembuluh darah bs pecah...yaAllah SE bahaya itu ya ..barusan liat konten temen lewat gitu ..dan di komenan juga ad yg bilang bahwa anak nya hbis makan mi trus makan coklat seketika wjahnya lgsung pucat sprti org keracunan gtu...hati hati ya buat temen temen yg suka makan mi dan suka makan coklat plis jangan barengan ...minimal ksih jarak brp jam gtu dah...kok ikut ngeri sndiri aku ya..coba donk komen yg punya pengalaman keracunan makan mi dan coklat.” Begitu narasi tertulis dalam unggahan.

Lantas, benarkah mie instan dan coklat dapat menyebabkan efek fatal dalam jangka panjang dan pembuluh darah pecah?

Baca juga:Makanan yang Bisa Sebabkan Sakit Kepala: Coklat, Acar hingga Keju

Periksa Fakta bahaya minum coklat setelah makan mie instan. foto/hotline periksa fakta tirto

Tirto sebelumnya telah memeriksa klaim serupa mengenai konsumsi mie instan bersama coklat dan menyimpulkan informasi tersebut merupakan informasi salah dan menyesatkan.

Memakan coklat setelah mie instan yang diklaim berbahaya juga dipastikan tidak benar. Informasi sejenis telah dikonfirmasi oleh akun Twitter @KemenkesRI pada 2018 lalu. Waktu itu, dikabarkan mie instan mengandung arsenik yang dapat menimbulkan reaksi kimia tertentu jika seseorang turut mengonsumsi coklat.

Tirto juga mengutip dokter Jessica Winoto yang menyatakan bahwa orang dengan kondisi kesehatan baik dan tanpa riwayat alergi terhadap bahan makanan tersebut tetap aman mengonsumsi mie instan dan coklat secara berurutan.

Hal ini senada dengan penjelasan ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND, seperti dilansir dari Detik Health. “Bukannya tidak mungkin ada kontaminasi arsenik atau keracunan. Tapi, yang tidak mungkin adalah produsen mie yang sudah lolos sertifikasi BPOM, dengan sengaja memakai arsenik sebagai bahan bakunya,” ujarnya.

Produk mie instan yang telah memperoleh sertifikasi BPOM tidak mungkin secara sengaja menggunakan arsenik sebagai bahan bakunya.

Selain itu, klaim menyantap coklat setelah mie instan yang dianggap berbahaya juga dibantah dr. Jessica Winoto dalam laman Alodokter. Menurutnya, jika tubuh memiliki status kesehatan yang baik, dan tidak ada riwayat alergi terhadap bahan yang terkandung, maka tetap aman bagi tubuh walaupun dikonsumsi berurutan.

Dokter Jessica juga menyarankan agar sebaiknya makan secara teratur, dengan menu sehat dan seimbang, serta tidak berlebihan

Dalam penelusuran tersebut, Tirto menemukan, narasi yang menyebut mie instan mengandung arsenik, serta coklat dapat memicu reaksi kimia yang mengubah arsenic pentoxide menjadi arsenic trioxide adalah tidak benar.

Kementerian Kesehatan juga telah mengonfirmasi bahwa informasi mengenai bahaya mengonsumsi coklat setelah makan mie instan merupakan misinformasi.

Dengan demikian, tidak terdapat dasar medis bahwa mengonsumsi coklat setelah mie instan dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal, pembuluh darah, atau kematian seperti yang dinarasikan dalam unggahan tersebut.

Kemudian, klaim terkait udang dan jus jeruk juga tidak benar karena narasi tersebut pada dasarnya merupakan variasi dari hoaks lama mengenai konsumsi udang dan vitamin C.

Melansir laman Liputan6, Dokter Muhamad Fajri Adda'i menyatakan klaim tersebut merupakan hoaks dan menjelaskan bahwa arsenik dalam udang umumnya berada dalam bentuk organik yang tidak menimbulkan efek toksik seperti yang dinarasikan dalam pesan tersebut.

Sebagai informasi, senyawa arsen terdiri dari dua jenis, yaitu arsen anorganik dan arsen organik. Arsen anorganik adalah senyawa logam yang dapat ditemukan pada air tanah, sedangkan arsen organik ditemukan pada makhluk laut dan beberapa makhluk daratan.

Arsen anorganik bersifat toksik, jika tertelan dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan gangguan pada saluran cerna, kardiovaskuler dan sistem saraf, bahkan dapat menyebabkan kematian. Sedangkan arsen organik bersifat kurang toksik dibanding senyawa arsen anorganik.

Selain arsen anorganik, terdapat juga gas arsin yang sangat beracun. Gas arsin terbentuk jika arsen anorganik bereaksi dengan larutan asam (pH 1-3). Jika gas arsin bereaksi dalam tubuh, dapat menyebabkan erosi kornea atau laringitis pada seseorang yang menelan arsen anorganik dan bereaksi dengan asam lambung.

Organisme laut, termasuk udang mengandung sejumlah senyawa arsen organik dalam bentuk arsenobetain. Di dalam tubuh, senyawa arsenobetain akan disekresikan dalam bentuk utuh dan tidak menimbulkan efek toksik dan juga tidak terjadi reaksi dengan sediaan vitamin C.

Keracunan dapat terjadi jika udang yang dikonsumsi tercemar oleh arsen anorganik (jika perairan/habitatnya tercemar oleh arsen). Tanpa dikonsumsi dengan vitamin C pun (pH 6,4-6,6) tetap dapat menyebabkan keracunan karena arsen anorganik yang masuk bereaksi dengan asam lambung, dan bila dikonsumsi bersamaan maka reaksinya semakin signifikan, karena dengan adanya vitamin C akan meningkatkan derajat keasaman lambung.

Namun, klaim bahwa mengonsumsi udang kemudian minum jeruk dapat menyebabkan keracunan akibat reaksi arsen merupakan informasi yang keliru.

Dalam pedoman WHO, perihal arsen anorganik yang tertelan dibahas dalam konteks absorpsi gastrointestinal, metabolisme, dan ekskresi, bukan sebagai mekanisme umum pembentukan gas arsin di lambung.

Ini merupakan bagian penting karena teks tersebut menggunakan mekanisme pembentukan arsine untuk menjelaskan mengapa udang dan vitamin C dianggap berbahaya. Hubungan tersebut tidak terbukti.

Keberadaan arsen dalam makanan tidak serta-merta berarti makanan tersebut beracun, karena bentuk arsen dan jumlah paparannya sangat menentukan risiko. Udang umumnya mengandung arsen organik seperti arsenobetain, yang berbeda dari arsen anorganik yang bersifat toksik. Karena itu, mengonsumsi udang dan jeruk secara bersamaan tidak dapat dianggap sebagai kombinasi makanan yang otomatis menghasilkan racun.

Adapun informasi terkait bahaya arsen anorganik memang benar, termasuk bahwa seafood dapat mengandung arsen dan bahwa arsenobetain merupakan bentuk arsen yang relatif rendah toksisitasnya. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa mengonsumsi udang bersamaan dengan jeruk/vitamin C menyebabkan keracunan arsen atau menghasilkan gas arsin di dalam lambung.

Dengan demikian, teks tersebut menggunakan sejumlah fakta ilmiah yang benar untuk membangun kesimpulan yang keliru tentang kombinasi udang dan vitamin C.

Baca juga:Sebagian Salah, Bahaya Konsumsi Air Rebusan Mie Instan

Berdasarkan penelusuran fakta, klaim bahwa mengonsumsi mie instan kemudian minum coklat dapat menyebabkan reaksi kimia berbahaya hingga membuat pembuluh darah pecah adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

Klaim bahwa mengonsumsi udang kemudian minum jus jeruk dapat menghasilkan racun arsenik hingga menyebabkan kematian juga tidak benar.

Tidak ada bukti yang mendukung anjuran untuk memberikan jeda waktu khusus antara konsumsi mie instan dan coklat ataupun antara udang dan jus jeruk karena alasan takut terjadi reaksi kimia beracun seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2328__znnid=297__cb=16ba3c679b__oadest=https%3A%2F%2Fwww.yamaha-motor.co.id%2Fproduct%2Fgrand-filano%2F
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=519467167553492&id=100084706407008&rdid=NwumeiT8QSXTeRxW#
https://tirto.id/payment/?article_id=1540074&article_slug=%2Fsalah-mie-instan-dan-coklat-sebabkan-efek-fatal-jangka-panjang-hDy7&article_title=Salah%2C+Mie+Instan+dan+Coklat+Sebabkan+Efek+Fatal+Jangka+Panjang&article_url=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fsalah-mie-instan-dan-coklat-sebabkan-efek-fatal-jangka-panjang-hDy7&author_id=tim-riset-tirto&author_name=Tim+Riset+Tirto&sig=d1397753d1099a2fc8b709c6c2a2e79947c13846ff618c6d5f6aece1f592c2b0
https://www.facebook.com/tiana.denpasar.grosir/posts/pfbid02abAzSHpLxvEj5Rsuh9MZCLA1ezjx82UfkqTWqjudngCoqtyABYqktzvy5gR6NW7Hl?rdid=Jcx1Oxb9XYnBGPit#
https://tirto.id/makanan-yang-bisa-sebabkan-sakit-kepala-coklat-acar-hingga-keju-fXo9
https://tirto.id/mitos-fakta-makanan-yang-tidak-boleh-dikonsumsi-berbarengan-f8bg
https://twitter.com/KemenkesRI/status/1009767893632839680
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4077859/makan-cokelat-setelah-mi-bisa-jadi-racun-mematikan-benarkah
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/makan-miecokelat
https://tirto.id/hoaks-fakta-terkait-arsenik-vitamin-c-dan-udang-fPXp
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4569224/cek-fakta-tidak-benar-konsumsi-udang-dengan-jus-jeruk-memicu-racun-arsenik-yang-menyebabkan-kematian
https://www.who.int/docs/default-source/food-safety/arsenic/9789241549950-eng.pdf
https://tirto.id/sebagian-salah-bahaya-konsumsi-air-rebusan-mie-instan-hAMq

Publish date : 2026-10-06