[SALAH] Dokumentasi "Lumpur Lapindo Kembali Semburkan Lumpur Panas"

Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Surya Kesuma” pada Rabu (8/7/2026) yang menampilkan semburan lumpur dengan klaim Lapindo kembali menyemburkan lumpur panasnya. Unggahan beserta narasi:

“Semburan lumpur Lapindo Di Jawa tengah
Kejadian tadi sore. warga sekitar di hebohkan semburan lumpur Lapindo saat pada lagi asik menikmati pemandangan sekitar. Tiba-tiba ada salah satu warga yang terjebak dan tidak bisa di selamatkan.”

Hingga Kamis (8/10/2026) unggahan telah mendapatkan 35n tanda suka, menuai 10 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 30 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Video serupa ditemukan di akun Instagram “timesindonesia” pada Sabtu (8/8/2026). Berdasarkan keterangan yang menyertai unggahan tersebut, video memperlihatkan semburan lumpur yang kembali terjadi di objek wisata geologi Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (7/8/2026), bukan merupakan kawasan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Semburan pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian mencapai 10–15 meter. Hingga pukul 11.24 WIB, tercatat telah terjadi lima kali semburan. Kapolsek Jati AKP Suyadi mengatakan setiap letupan berlangsung sekitar lima menit. Meski masih berskala kecil, warga diimbau tetap waspada dan tidak mendekati lokasi karena terdapat potensi gas beracun. Polisi juga memasang garis polisi untuk membatasi akses masyarakat.

Dilansir dari kompas.com, Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Salahuddin Husein menjelaskan bahwa Oro-oro Kesongo merupakan bagian dari Kompleks Gunung Lumpur Kradenan. Menurutnya, kemunculan gunung lumpur merupakan fenomena yang lazim terjadi di wilayah Jawa bagian timur. Oro-oro Kesongo merupakan gunung lumpur alami yang berada di wilayah cekungan sedimentasi dengan proses pengendapan yang cepat dan kondisi tektonik yang aktif.

Salahuddin juga menjelaskan bahwa Gunung Lumpur Kesongo mengandung gas metana dalam konsentrasi tinggi yang dapat berbahaya apabila terhirup. Sementara itu, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan semburan di Oro-oro Kesongo merupakan fenomena gunung lumpur alami yang terjadi ketika gas yang terakumulasi di dalam lapisan sedimen bumi keluar ke permukaan melalui retakan batuan.

Faktanya, video aslinya memperlihatkan semburan gunung lumpur alami di kawasan Oro-oro Kesongo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang terjadi pada Jumat (7/8/2026), bukan semburan Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Jadi, unggahan berisi klaim dokumentasi “Lumpur Lapindo kembali semburkan lumpur panas” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

https://www.instagram.com/reels/DbxgDS9gEc4/
https://amp.kompas.com/tren/read/2026/08/09/150000165/oro-oro-kesongo-blora-semburkan-lumpur-15-meter-ini-penyebabnya-menurut
https://web.facebook.com/reel/1325865356391381
https://web.archive.org/web/20261007045726/https://www.facebook.com/reel/1325865356391381

Publish date : 2026-10-07