Keliru: Video Saat Pesawat Tempur Amerika Serang Venezuela

SEBUAH video dengan klaim pasukan militer Amerika Serikat saat menyerang ibu kota Venezuela, Caracas, beredar di Facebook [arsip] dan TikTok pada Senin, 5 Januari 2026. 

Video itu memperlihatkan sejumlah jet tempur yang menembaki gedung-gedung di kawasan perkotaan. 

Serangan itu disebut tanpa mendapatkan perlawanan dari militer Venezuela. Video tersebut juga menyertakan keterangan teks, “Di saat Amerika menyerang Ciracas, ibu kota Venezuela, militernya lagi menyaksikan atau pura-pura tidak tahu.”

Unggahan ini menyebar luas setelah kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada 3 Januari 2026. Video di Facebook telah ditonton 5 ribu kali, sementara di TikTok rekaman itu telah dibagikan lebih dari 890 kali serta mendapat 28,7 ribu tanda suka dari warganet.



Namun, benarkah video itu saat pasukan militer Amerika Serikat menyerang Caracas, Venezuela?

Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pencarian gambar terbalik Google dan membandingkannya dengan informasi dari sumber kredibel. Hasilnya, video yang beredar berasal dari game simulasi perang. 

Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook Reshmika Resmi pada Ahad, 4 Januari 2026. Ia memberikan keterangan “Low-Level Helicopter Strike in City Sim” pada video berdurasi 24 detik itu. 



Pemilik akun sering mempublikasikan video pendek bagian dari gim simulasi perang. Dalam profilnya, akun Reshmika Resmi menyebut dirinya sebagai kreator video gim. Tempo telah menghubungi akun tersebut pada Selasa, 6 Januari 2026, namun belum mendapatkan tanggapan.



Selain itu, dalam video yang beredar, serangan terjadi pada siang hari. Padahal, dikutip dari BBC, militer Amerika Serikat menyerang ibu kota Venezuela, Caracas dan menculik  Maduro, sekitar pukul 2.00 dini hari waktu setempat. 

Jalannya Serangan dan Penculikan

Kepala Staf Militer AS Jenderal Dan Caine menjelaskan operasi yang disebut Operation Absolute Resolve itu dimulai dengan mengebom setidaknya lima lokasi di Caracas. Listrik dipadamkan untuk melemahkan pertahanan udara Venezuela dan memperlancar pergerakan helikopter.

Kemudian sejumlah helikopter beriringan menuju area Fuerte Tiuna di mana Maduro berada. Mereka juga menjadi sasaran tembakan dari militer Venezuela, namun tetap bisa terbang ke arah tujuan.

Pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat AS menangkap Maduro dan istirnya, Cilia Flores menggunakan helikopter ke kapal induk militer USS Iwo Jima. Mereka mendarat di kapal yang menunggu di Laut Karibia itu pukul 04:29. 

Maduro lalu dipindahkan menggunakan helikopter ke pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba. Dari sana mereka diangkut menggunakan pesawat pemerintah federal AS ke New York.

New York Times menulis pemerintah AS di bawah Trump menyebut Maduro sebagai “teroris narkoba” meskipun Venezuela tidak tergolong pemain besar narkotika bila dibandingkan beberapa negara lainnya. Menurut pemerintah Venezuela, AS hanya mengincar cadangan minyak bumi mereka.

Pernyataan resmi AS menyatakan operasi itu telah dimulai bulan Agustus, dengan masuknya tim dari Central Intelligence Agency (CIA) AS ke Caracas. Mereka mengumpulkan informasi kegiatan rutin dan pola perpindahan Maduro, sampai urusan pribadinya, seperti hewan peliharaannya.

Di sisi lain militer AS membangun gedung-gedung mirip tempat tinggal Maduro di Fuerte Tiuna untuk melakukan simulasi operasi penangkapan secara tepat. Setelah persiapan dinilai selesai, militer AS menunggu cuaca dan situasi yang mendukung, serta menanti Maduro menempati tempat tinggalnya di Fuerte Tiuna untuk melakukan penyergapan.

Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan jet-jet tempur AS yang menyerang Caracas adalah klaim keliru. Video itu rekaman gim simulasi perang.

https://www.facebook.com/watch/?v=854097500863047
https://perma.cc/8S84-ULHR?type=image
https://www.tiktok.com/@prabowopahlawanrakyat/video/7591371901629500693?_r=1&_t=ZS-92p5K9JGsHE
https://www.facebook.com/reel/33643042685342310
https://www.bbc.com/news/articles/c5yvxnlw1pzo
/cdn-cgi/l/email-protection#bbd8ded0dddad0cfdafbcfded6cbd495d8d495d2df

Publish date : 2026-01-07