Keliru: Video Warga Venezuela Turun ke Jalan Merayakan Penangkapan Presiden Maduro
VIDEO dengan klaim rakyat Venezuela turun ke jalan untuk merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, beredar di Instagram [arsip] pada 4 Januari 2026.
Pemilik akun menyebutkan, sebagian warga Venezuela turun ke jalan dan meneriakkan kebebasan. Sementara itu, sejumlah negara dan pihak internasional menyoroti dampak hukum serta geopolitik dari tindakan Amerika Serikat tersebut.
Namun benarkah video yang memperlihatkan aksi warga Venezuela turun ke jalan usai penangkapan Nicolas Maduro?
Tempo memverifikasi konten itu melalui pengamatan visual, menggunakan alat pencarian gambar terbalik, pendeteksi konten akal imitasi (AI), dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, konten itu dibuat dengan akal imitasi.
Menggunakan Google Images Reverse Search, hasil pencarian mengarahkan fragmen demonstrasi tersebut pada akun Tiktok @thekindtraveler. Pada bagian takarir, pengunggah menyebut video tersebut bukan karyanya, melainkan diperoleh dari akun Instagram ia.comediante [arsip].
Secara terbuka, akun berbahasa Portugis itu mencantumkan keterangan: “Comediante Artificial - IA Humorista. Comédia gerada por IA. Roteiro, voz e vergonha: tudo artificial (Pelawak Buatan – Humorist AI. Komedi yang dihasilkan oleh AI. Naskah, suara, dan rasa malu: semuanya buatan)”.
Sejak detik pertama, beberapa warga tampak membentangkan bendera Venezuela berukuran besar di barisan belakang. Analisis manual menyingkap kejanggalan visual pada rentang detik ke-1 hingga ke-12 saat salah satu bendera yang semula memiliki 7 bintang, berubah menjadi 8 bintang. Keanehan juga terlihat pada bagian jemari tangan seorang demonstran pria yang menggenggam lengan demonstran wanita.
Anomali visual semacam itu merupakan ciri khas kegagalan konsistensi temporal pada konten buatan akal imitasi. Tempo mengonfirmasi temuan ini melalui pengujian menggunakan perangkat deteksi Hive Moderation serta Image Whisperer. Kedua sistem tersebut menyimpulkan bahwa video itu merupakan produk akal imitasi dengan skor probabilitas dari Hive Moderation mencapai 99,8 persen.
Begitu pula alat deteksi suara deepfake, Hiya Deepfake Voice Detector yang menilai otentisitas hanya 28 dari 100. Analisis menyebut bahwa suara teriakan warga dalam video itu kemungkinan besar deepfake.
Beragam Reaksi Warga Venezuela Usai Maduro Ditangkap
Di beberapa belahan dunia, diaspora Venezuela di luar negeri merayakan penculikan Maduro karena gaya kepemimpinan otoriter yang ia jalankan selama 13 tahun. Namun, PolitiFact menyebutkan, sentimen anti-Maduro di dalam negeri Venezuela justru tampak senyap setelah penangkapan oleh AS. Fortune melaporkan kondisi jalanan di Caracas sebagian besar terlihat lengang dalam beberapa hari pascaserangan AS. Kantor berita Associated Press turut mengabadikan suasana tenang di jalanan ibu kota tersebut.
Sementara itu, sejumlah negara seperti Rusia, Iran, Kolombia, Uni Eropa, Jerman, Belgia, hingga Spanyol mengecam aksi penculikan itu. Melalui unggahan di media sosial X, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB serta menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat merupakan bentuk agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin.
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa video warga Venezuela turun ke jalan merayakan penculikan Presiden Maduro oleh Amerika Serikat adalah keliru.
https://www.instagram.com/p/DTEz8pgEn1E/?img_index=2
https://perma.cc/86MD-QYBQ
https://www.tiktok.com/@thekindtraveler/video/7591657740636933384
https://www.instagram.com/p/DTDbm-iDtH5/
https://perma.cc/4D5W-PV8C
https://www.instagram.com/ia.comediante/?g=5
https://www.hiya.com/products/deepfake-voice-detector
https://fortune.com/2026/01/04/venezuelan-people-celebration-maduro-capture-fear-government-repression/
/cdn-cgi/l/email-protection#d7b4b2bcb1b6bca3b697a3b2baa7b8f9b4b8f9beb3
Publish date : 2026-01-12