Menyesatkan: Video Erupsi Gunung Semeru Disertai Ledakan Api

VIDEO yang memperlihatkan erupsi gunung berapi disertai ledakan api beredar di Facebook [arsip] dan TikTok pada Desember 2025. Video tersebut diklaim sebagai rekaman erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur.

Video berdurasi 12 detik itu merekam suasana jalan raya yang dipenuhi pengendara sepeda motor, sementara di ujung jalan, terlihat kepulan asap erupsi. Di tengah pekatnya abu, tampak kilatan cahaya muncul berulang kali. “Belum kering luka akibat bencana Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kini engkau hadapkan lagi dengan bencana yg ada di Jawa,” tulis pengunggah video tersebut.



Namun, benarkah erupsi Gunung Semeru disertai ledakan api?

Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pencarian gambar terbalik Google, pengamatan visual secara langsung, dan aplikasi pendeteksi konten akal imitasi (AI). Hasilnya, meski memang benar terjadi erupsi di Gunung Semeru, namun video tersebut telah disunting dengan akal imitasi.  



Tempo menemukan video asli diunggah oleh akun TikTok Trio Tewur, biro perjalanan wisata ke Gunung Semeru dan Bromo. Video itu diunggah pada 19 November 2025. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyampaikan Gunung Semeru mengalami erupsi pada 19 November 2025 pukul 14.13 WIB. Erupsi tersebut berupa awan panas yang berlangsung secara beruntun. Peristiwa ini cocok dengan tanggal saat video diunggah.

Namun pada video asli tidak terlihat adanya kilatan api di antara awan panas tersebut. 

Selain itu, kedua mobil yang diparkir di pinggir jalan adalah jenis Toyota. Sedangkan pada versi yang beredar, tertulis jenis mobil MON.  

Analisis video dengan alat deteksi, AI or NOT, menghasilkan kemungkinan 84 persen konten itu dibuat dengan AI. Kemungkinan besar, video itu diubah dengan aplikasi 4o milik Open AI.



Hasil analisis dengan alat Was It AI juga menyatakan gambar itu dibuat dengan AI, dengan konfidensial tinggi. Sementara Hive Moderation memberikan angka agregat 99,9 persen video itu hasil AI.



Tipe Erupsi Gunung Semeru

Dilansir situs Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Gunung Semeru yang tingginya 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memiliki karakter letusan bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3-4 kali setiap jam.

Vulkanian berarti jenis letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava (aliran lava dari kawah) yang telah terbentuk sebelumnya. Sementara strombolian adalah karakter letusan yang membentuk kawah dan lidah lava baru.

Semeru mengalami beberapa kali erupsi yakni 19 November, 5 Desember, dan 12 Januari 2026. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian mengimbau masyarakat tidak berada di area gunung yang berjarak 13 kilometer dari puncak, sebagaimana dilaporkan Antara.

Masyarakat juga diminta jaga jarak minimal 500 meter dari sungai, di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) sepanjang Besuk Kobokan, lantaran berpotensi dilanda awan panas dan aliran lahar yang bisa meluas sepanjang 17 km dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," kata Mukdas, Senin, 12 Januari 2025.

Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan proses erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, adalah klaim yang menyesatkan.

Video itu diubah dari versi aslinya menggunakan AI. Pada versi aslinya, tidak ada kilatan api di antara awan panas. Selain itu, erupsi terjadi pada 19 November 2025. Namun akun-akun lain membagikannya pada Desember 2025.

https://www.facebook.com/watch/?v=839197092055266
https://perma.cc/8MW4-H2TP?type=image
https://www.tiktok.com/@aklaljuliadi/video/7580916199236635925?_r=1&_t=ZS-92nESMlcJ3C
https://www.tiktok.com/@triotewur/video/7574364741955489042
https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pvmbg-tingkatkan-aktivitas-gunung-api-semeru-ke-level-iv-awas
http://aiornot.com
http://wasitai.com
http://hivemoderation.com
https://bnpb.go.id/berita/sejarah-panjang-letusan-gunung-semeru-
/cdn-cgi/l/email-protection#d1b2b4bab7b0baa5b091a5b4bca1beffb2beffb8b5

Publish date : 2026-01-13