Salah, JK Sukses Nego Dubes Iran Perihal Kapal Tanker Pertamina
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 RI Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla berhasil melakukan negosiasi dengan Duta Besar Iran agar kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Mormuz akhirnya bisa melintas kembali.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Andir Agustiawan” (arsip) pada Jumat (20/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar kapal Pertamina dan dua tokoh politik Indonesia yaitu Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto. Unggahan tersebut menuliskan klaim bahwa kapal yang tertahan berada di Selat Mormuz.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Berkat lobi Jusuf Kalla kepada Dubes Iran. Kapal tanker Indonesia yang tertahan di Selat Mormuz bisa bebas lewat patroli Iran,” begitu teks yang tertulis pada gambar yang diunggah.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sebagai informasi, Iran menutup Selat Hormuz bukan Selat Mormuz. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk balasan atas serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel, serta sebagai respon terhadap peningkatan ketegangan di kawasan, yang mengakibatkan gangguan pada jalur pelayaran internasional dan berpotensi memicu lonjakan harga energi global.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga menuliskan narasi yang membandingkan keberhasilan negosiasi Jusuf Kalla dengan kegagalan negosiasi Prabowo Subianto yang belum mumpuni.
“Jadi Mempertanyakan kemampuan Prabowo dalam birokrasi. Berkat lobi Jusuf kalla akhirnya kapal tanker pertamina yang tertahan di selat Mormuz akhirnya bisa melintas kembali. Langkah Jusuf Kalla dinilai sebagai bentuk diplomasi informal yang membantu kelancaran . Jalur energi Indonesia 🇮🇩 🇮🇩🇮🇩 di tengah meningkatnya ketegangan antar negara.
Mungkin langkah dan strategi Prabowo belum mumpuni untuk birokrasi antar negara.
ADVERTISEMENT
Dan mungkin memang lebih cocok mengurus MBG...😇😇” begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (26/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 506 tanda suka, 191 komentar, dan 16 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan cenderung memuji kinerja JK, sebagian lainnya mempertanyakan kebenarannya.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Kdm Channel” dan akun Threads “iswanto9970”, kedua unggahan tersebut menyebarkan informasi serupa terkait keberhasilan JK melobi Dubes Iran.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Situasi Terkini Selat Hormuz di Tengah Isu Krisis BBM
Periksa Fakta Lobi Jusuf Kalla Kepada Dubes Iran. foto/hotline periksa fakta tirto
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Jusuf Kalla berhasil bernegosiasi dengan Dubes Iran agar kapal tanker Pertamina Indonesia dapat melalui Selat Hormuz.
Kami justru diarahkan pada laman Kompas.com. Dalam laman itu tertulis bahwa Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI di Teheran telah melakukan pertemuan dengan otoritas terkait di Iran dan terus berkoordinasi erat dengan pihak setempat guna memperoleh informasi terkini mengenai situasi di Selat Hormuz. Kemenlu melalui perwakilannya juga terus memastikan keselamatan kapal berbendera Indonesia.
“Kementerian Luar Negeri terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan PIS untuk memantau perkembangan situasi secara saksama,” begitu keterangan Vahd.
Dengan demikian, lobi-lobi intensif tidak dilakukan oleh JK, namun oleh Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Lobi-lobi tersebut dilakukan demi memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro. Jusuf Kalla (JK) tidak terlibat dalam negosiasi kapal tanker Pertamina tersebut.
Sebagaimana dirujuk dari laman BBC, hingga 26 Maret 2026, dua kapal tanker Pertamina milik Indonesia masih tertahan di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz. Keduanya adalah PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Sebagaimana tertera pada situs MarineTraffic, kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di sebelah utara Kota Dammam, Arab Saudi. Sementara kapal Gamsunoro berada di dekat pesisir Kuwait dan Irak.
Berdasarkan pernyataan Pertamina International Shipping, kapal Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional. Sedangkan Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina).
"Keselamatan kru dan kargo menjadi prioritas kami. Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi dalam negeri," ujar Vega Pita, Pjs. Sekretaris Korporat Pertamina International Shipping, melalui akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “JK dan Dubes Iran” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan pada laporan YouTube Kompas TVperihal Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Muhammad Boroujerdi pada Selasa (03/03/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi terkini di Iran serta peluang Indonesia ikut berperan mendorong penyelesaian konflik.
Jusuf Kalla menyatakan, Dubes Iran memaparkan kondisi terkini di Iran, termasuk soal jatuhnya korban sipil, terutama anak-anak sekolah. Menurutnya, Iran membutuhkan dukungan dari Indonesia dalam mengupayakan perdamaian. JK juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap bila diminta untuk berperan sebagai penengah dalam konflik Iran dengan Amerika dan Israel.
Hal senada juga dipaparkan dalam rangkuman Tirto “Dubes Iran Temui Jusuf Kalla Bahas Memanasnya Konflik dengan AS”. Tirto menulis, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi terkini di Iran serta kemungkinan peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik.
“Dalam pembicaraan dan kunjungan Dubes Iran, telah disampaikan situasi terakhir yang terjadi di Iran dan juga perlawanan rakyat Iran serta korban yang dicapai oleh kebanyakan sipil seperti anak sekolah dan sebagainya,” begitu keterangan JK dalam keterangan resminya yang dikutip Tirto pada Selasa (3/3/2026).
Sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membuktikan klaim JK berhasil bernegosiasi dengan Dubes Iran terkait kapal Pertamina di Selat Hormuz.
Baca juga:Iran Buka Selat Hormuz Buat Negara yang Tak Dukung Agresi AS
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Jusuf Kalla berhasil melakukan negosiasi dengan Dubes Iran agar kapal tanker pertamina yang tertahan di selat Mormuz akhirnya bisa melintas adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Adapun Selat yang ditutup Iran adalah Selat Hormuz, bukan Selat Mormuz seperti yang ditulis pada unggahan yang beredar.
Pertemuan Jusuf Kalla (JK) dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, pada 3 Maret 2026, tidak membahas kapal Pertamina. Pertemuan tersebut membahas terkait situasi konflik Iran dengan AS-Israel, potensi peran Indonesia sebagai mediator, serta pengiriman bantuan kemanusiaan.
Dalam pertemuan tersebut JK juga menegaskan kesiapan Presiden Prabowo Subianto menjadi penengah dan komitmen PMI membantu warga sipil terdampak.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://www.facebook.com/andir.plongo/posts/pfbid0nFWfcJw1bAoZQtZkhE3TbVAC5wHr7dzNMfngRge4FTZkNhd6iRYv1nWxkDLXaUJSl
https://archive.ph/eOhlO
https://www.facebook.com/palawija.chanel/posts/jadi-mempertanyakan-kemampuan-prabowo-dalam-birokrasiberkat-lobi-jusuf-kalla-akh/122287287740034452/
https://www.threads.com/@iswanto9970/post/DV2SruuFrvy/jadi-mempertanyakan-kemampuan-prabowo-dalam-birokrasi-berkat-lobi-jusuf-kalla
https://tirto.id/situasi-terkini-selat-hormuz-di-tengah-isu-krisis-bbm-hteE
https://nasional.kompas.com/read/2026/03/17/05000091/2-kapal-pertamina-tertahan-di-hormuz-diplomat-ri-temui-otoritas-iran#:~:text=2%20Kapal%20Pertamina%20Tertahan%20di%20Hormuz%2C%20Diplomat%20RI%20Temui%20Otoritas%20Iran
https://www.bbc.com/indonesia/articles/cj37e5mjgxlo
https://www.youtube.com/watch?v=KZ5sdmidvoU&t=1s
https://tirto.id/dubes-iran-temui-jusuf-kalla-bahas-memanasnya-konflik-dengan-as-hrVl#google_vignette
https://tirto.id/iran-buka-selat-hormuz-buat-negara-yang-tak-dukung-agresi-as-hs8K
Publish date : 2026-03-28
Hal Menarik Lainnya...