Hoaks, Purbaya Sebut Miskinkan dan Rampas Aset Koruptor
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook menampilkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang diklaim marah karena hukuman bagi koruptor tidak setimpal. Purbaya menyebutkan seharusnya koruptor tidak hanya dipenjara tapi harus dimiskinkan dan dirampas juga hartanya.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Purbaya Yudhi Sadewa” (arsip) pada Sabtu (14/02/2026). Dalam unggahan video tersebut menampilkan Purbaya memakai kemeja polo kuning di bawah jaket berwarna coklat. Purbaya berdiri didepan mobil berwarna putih dan menanyakan pendapat masyarakat apakah setuju dengan usulnya jika koruptor harus dimiskinkan dan dirampas asetnya.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Kalau maling ayam bisa langsung diborgol, kenapa koruptor bisa senyum di ruang sidang? Maksud saya gini, saya tidak marah pada hukum. Saya marah pada keberanian kita yang sering mendadak hilang saat berhadapan dengan koruptor. Uang negara dirampok, masa depan rakyat dicuri, tapi hukumannya tidak setimpal. Harusnya koruptor tidak cuma dipenjara tapi harus dimiskinkan. Rampas juga hartanya, miskinkan mereka. Coba komen, rakyat setuju atau tidak?” Begitu narasi yang diucapkan Purbaya pada tayangan video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (30/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 262 ribu likes, 65,8 komentar, 8,9 ribu dibagikan, dan 6 juta kali ditayangkan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi masyarakat yang setuju dan mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, benarkah Purbaya mengatakan klaim tersebut?
Baca juga:DPR Kritik KPK: Marak OTT Tapi Tak Berikan Efek Jera Koruptor
ADVERTISEMENT
HEADER periksa fakta Video Purbaya Ingin Miskinkan Koruptor. tirto.id/Fuad
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah video. Akun tersebut memiliki 319 ribu pengikut dan sering membagikan informasi terkait kegiatan Purbaya. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menegaskan bahwa akun resmi Menteri Keuangan Purbaya hanya ada di Instagram dan TikTok dengan nama @menkeuri, bukan di Facebook.
Dari situ diketahui bahwa informasi yang disebarkan tidak resmi dan bukan berasal dari sumber kredibel. Akun-akun Facebook yang mengatasnamakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI di Facebook adalah bukan akun resmi.
Kemudian, Tirto menonton secara menyeluruh dan menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada sinkronisasi gerak bibir, intonasi suara, serta ekspresi wajah Purbaya yang tampak tidak natural. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam video. Hasil analisis menunjukkan bahwa video memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai video hasil manipulasi AI.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Purbaya sebut koruptor harus dimiskinkan dan dirampas asetnya.” Hasil penelusuran di Google mengarah pada laman Antara. Purbaya pernah diklaim menyebutkan narasi bahwa koruptor tidak cukup dipenjara, tetapi juga harus dimiskinkan. Namun, informasi tersebut tidak benar. Video tersebut disunting menggunakan teknologi AI sehingga suara dan narasinya berubah.
Melansir laman Liputan 6, Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin, menyebutkan bahwa Kejaksaan Agung memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya dalam mengembalikan kerugian keuangan negara akibat kejahatan tersebut. Penindakan korupsi oleh Kejagung tidak boleh berhenti pada sekadar memidanakan pelaku. Namun, orientasi utama penegakan hukum, kata dia, harus diarahkan pada pemulihan hak rakyat yang dirampas melalui praktik korupsi.
“Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi, memiliki posisi dan peran strategis dalam penindakan korupsi. Penindakan tentu bukan sekadar menargetkan pelaku menjadi terpidana, tetapi bagaimana mengembalikan uang rakyat ke kas negara,” begitu keterangan Kiai Jeje.
Dengan demikian, video tersebut memuat narasi yang tidak benar. Sampai artikel ini ditulis, tidak ada informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Baca juga:Manipulasi Video Purbaya soal Dukungan Hukuman Mati Koruptor
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Purbaya bahwa koruptor harus dimiskinkan dan asetnya dirampas adalah tidak benar. Konten tersebut masuk dalam kategori Altered Video atau video yang telah dimanipulasi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa audio dalam video yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Adapun yang menyebutkan koruptor harus dimiskinkan dan dirampas asetnya adalah Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin. Jeje menegaskan bahwa Kejaksaan Agung memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pemberantasan korupsi. Filosofi pemberantasan korupsi sejatinya bertujuan menimbulkan efek jera bagi pelaku sekaligus menciptakan rasa takut bagi siapapun yang berniat melakukan korupsi.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://www.facebook.com/reel/2123335261751055
https://archive.ph/Q7Xi1
https://tirto.id/dpr-kritik-kpk-marak-ott-tapi-tak-berikan-efek-jera-koruptor-hsBa
https://www.instagram.com/menkeuri/
https://www.tiktok.com/@menkeuri
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
https://www.antaranews.com/berita/5410786/hoaks-video-purbaya-mengatakan-koruptor-tetap-kaya-meskipun-masuk-penjara
https://www.liputan6.com/news/read/6266427/ketum-persis-dukung-kerja-kejagung-koruptor-harus-dimiskinkan-lewat-perampasan-aset
https://tirto.id/manipulasi-video-purbaya-soal-dukungan-hukuman-mati-koruptor-hrDN
Publish date : 2026-03-31
Hal Menarik Lainnya...