Cek Fakta: Tidak Benar Ini Klaim Link Pendaftaran Pemutihan Pajak Kendaraan 2026
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran pemutihan pajak kendaraan 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 April 2026.
Klaim link pendaftaran pemutihan pajak kendaraan 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"🔥 PEMUTIHAN PAJAK KENDARAAN 2026 RESMI DIMULAI! 🔥
Buat kamu yang nunggak pajak… ini saatnya balik “bersih” tanpa beban 😱
✅ Bebas denda pajak kendaraan
✅ Bebas biaya balik nama
✅ Bebas denda progresif
Gak perlu takut lagi kena denda numpuk!Cukup bayar pajak pokok, kendaraan kamu langsung aman & legal 🚗
💥 Kesempatan langka, gak datang tiap saat!Jangan tunggu nanti, karena yang nunda biasanya nyesel di akhir 😏
📌 Berlaku sepanjang tahun 2026
📌 Untuk seluruh Indonesia
Gaskeun sebelum kelewatan! 🔥"
Dalam unggahan tersebut terapat menu daftar sekarang, jika diklik akan muncul link berikut.
"https://daftnow.linkpointinfo.space/?fbclid=IwY2xjawRBjUNleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZBAyMjIwMzkxNzg4MjAwODkyAAEeKnTO33QAZXvbDD0FkgNlUVCTpj0s3hXw8wiFFA8ht7EBLLoHSdbotfIn27I_aem_yv8p9_vK2bQ-VffgS7vaTA"
Link tersebut mengarah pada situs dengan tampilan halaman situs berupa formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap, alamat lengkap dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran pemutihan pajak kendaraan 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran pemutihan pajak kendaraan 2026, penelusuran mengarah pada unggahan dari Korlantas Polri melalui akun resmi Instagramnya @korlantaspolri.ntmc.
Korlantas menyampaikan, belakangan ini marak beredar akun-akun hoaks dengan modus penipuan berkedok pemutihan pajak kendaraan, SIM berlaku seumur hidup, dan lain-lain.
"Faktanya Ini adalah hoaks dan bentuk penipuan digital," tulis Korlantas Polri yang dikutip pada Jumat (13/2/2026).
Korlantas juga meminta masyarakat mengabaikan akun Tik Tok palsu yang menyebarkan informasi bohong terkait pelayanan pajak kendaraan. Sebab, bukan akun resmi Korlantas Polri.
Pelaku biasanya menyertakan tautan atau link palsu dan meminta data pribadi. "Jika Anda klik, akun WhatsApp atau Telegram bisa di-hack atau Anda diminta mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi," tulis Korlantas.
Masyarakat pun diminta jangan langsung percaya terhadap informasi yang tersebar di media sosial, selalu membaca, mengecek, dan mencari tahu kebenarannya sebelum melakukan tindakan apapun.
Sumber:https://www.instagram.com/p/DUiHkC5iXFr/?utm_source=ig_embed&ig_rid=0ab98170-dbf5-4824-b266-8c1d192f6d09
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran pemutihan pajak kendaraan 2026 tidak benar.
Korlantas menyebutkan, belakangan ini marak beredar akun-akun hoaks dengan modus penipuan berkedok pemutihan pajak kendaraan.
Publish date : 2026-04-07