Salah, Pigai Sebut Kematian TNI di Lebanon Bukan Isu HAM
tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Menteri Hak Asasi Manusia RI Natalius Pigai, menyebutkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dan terluka akibat serangan Israel di Lebanon merupakan risiko perang, tidak termasuk dalam isu HAM.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Abdul Roziq Jilid II” (arsip) pada Jumat (03/04/2026). Dalam unggahan tersebut, bagian atas menunjukkan gambar prajurit TNI yang mengenakan baret biru khas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) dengan latar belakang kendaraan operasional UN dan bagian bawah menampilkan foto Natalius Pigai, yang saat ini menjabat sebagai Menteri HAM.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Pigai: TNI Yang Tewa4s Akibat Serangan Israel di Lebanon Risiko Perang, Tidak Ada Sangkut Pautnya Dengan HAM,” begitu narasi tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Pengunggah juga mengklaim sumber informasi tersebut didapatkan dari Nword dan menuliskan keterangan: “Natalius Pigai menjelaskan bahwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dan terluka akibat serangan Israel di Lebanon merupakan risiko perang, bukan isu HAM. Ia menegaskan agar tidak semua peristiwa dikaitkan dengan HAM, serta penting memahami perbedaan antara kewajiban negara dan isu HAM. Sumber: Nword.”
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (08/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 37 likes, 48 komentar, dan 9 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi kritik negatif masyarakat terhadap klaim tersebut.
Tirto, menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “ardhiardhaz”, dalam unggahan tersebut menampilkan gambar berbeda dengan narasi serupa, "Pigai menjelaskan TNI yang tew4s dan Terluka akibat ser4ngan isr4el di lebanon itu semata Resiko per4ng dan tidak ada sangkut pautnya dengan HAM".
Lantas, benarkah Pigai sebut prajurit TNI yang tewas di Lebanon tidak termasuk masalah HAM?
ADVERTISEMENT
Baca juga:TNI Limpahkan 4 Anggota Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Otmil
Periksa Fakta TNI yang Tewas Bukan Isu HAM. foto/Hotline periksa fakta tirto
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Pigai sebut tewasnya prajurit TNI di Lebanon bukan masalah HAM.
Kemudian, kami mengetikkan kata kunci “Pigai sebut tewasnya TNI di Lebanon bukan masalah HAM” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas.com, bahwa narasi Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon adalah risiko perang, bukan isu HAM adalah informasi yang keliru dan tidak ada bukti Pigai pernah mengatakan pernyataan tersebut.
Melansir media arus utama Antara, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mempertimbangkan langkah hukum terhadap penyebaran informasi bohong yang mencatut namanya di berbagai platform digital, menyusul maraknya narasi menyesatkan yang beredar dan memicu kesalahpahaman publik.
Kementerian HAM mengidentifikasi sejumlah narasi tidak benar yang mencatut nama Pigai, di antaranya pernyataan “Yaqut korupsi sesuai prosedur, menurut saya tidak melanggar HAM”, kemudian klaim bahwa Pigai “mengiyakan keputusan KPK untuk seluruh tahanan korupsi menjadi tahanan rumah sebagai tindakan kemanusiaan”, hingga narasi yang menyebut “kasus penyiraman air keras termasuk kebodohan korban dan tidak ada sangkut pautnya dengan HAM”.
“Hoaks! Saya tegaskan ini bukan pernyataan saya. Siapapun yang memproduksi ini dan menyebarkan berita bohong (hoax) bertentangan dengan hukum,” begitu keterangan Pigai.
Pigai memastikan seluruh kutipan tersebut tidak benar dan tidak pernah disampaikan olehnya dalam konteks apa pun. Pigai tengah mempelajari langkah hukum yang dapat ditempuh, termasuk kemungkinan melaporkan pihak-pihak yang memproduksi dan menyebarluaskan informasi bohong tersebut kepada aparat penegak hukum.
Langkah tersebut, menjadi bagian dari upaya negara menjaga ruang digital tetap sehat serta melindungi masyarakat dari dampak disinformasi.
Pigai menegaskan dalam laman Instagram resmi Kementerian HAM,bahwa pernyataan resmi hanya disampaikan melalui media kredibel, kanal resmi, serta akun media sosial yang terverifikasi. Di luar itu, patut diduga sebagai informasi yang tidak benar atau hoaks.
Dengan demikian, narasi yang mengklaim Pigai menyebut kematian TNI sebagai risiko perang dan bukan pelanggaran HAM adalah manipulasi informasi dan tidak benar.
Baca juga:Tidak Benar, Natalius Pigai Setujui Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Pigai menyebutkan bahwa tewasnya prajurit TNI di Lebanon bukan masalah HAM adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pigai tidak pernah menyampaikan bahwa tewasnya prajurit TNI di Lebanon bukan masalah HAM, klaim tersebut merupakan informasi yang dimanipulasi.
Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://www.facebook.com/abdul.roziq.jilid.ii/posts/pfbid0nuJh2CJeEgzC94yjWbg87mLCYceQSyEsmMKKHCyB3TVoRUyKtez5pLVrtKYDCh4al
https://web.archive.org/web/20260408044041/https://www.facebook.com/login/?next=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fphoto%2F%3Ffbid%3D2607956919597716%26set%3Da.134549663605133
https://www.instagram.com/p/DWyjRFImOpz/
https://tirto.id/tni-limpahkan-4-anggota-penyiram-air-keras-andrie-yunus-ke-otmil-htTF
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/07/164500182/-hoaks-pigai-sebut-kematian-prajurit-tni-di-lebanon-bukan-masalah-ham
https://www.antaranews.com/berita/5492834/menteri-ham-pertimbangkan-langkah-hukum-terkait-hoaks-catut-namanya
https://www.instagram.com/p/DWp5S7nCept/?img_index=2
https://tirto.id/tidak-benar-natalius-pigai-setujui-yaqut-jadi-tahanan-rumah-htdR
Publish date : 2026-04-08
Hal Menarik Lainnya...