Tidak Benar, Bahlil Sebut PLN Merugi Karena Rakyat Tidak Hemat

tirto.id - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan yang mengklaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Bahlil Lahadalia menyebut PLN merugi karena masyarakat tidak bisa belajar menghemat listrik.



Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Riyan Iplit” (arsip) dalam obrolan grup “Info BMKG Wilayah Indonesia” pada Senin (30/03/2026). Unggahan tersebut menampilkan Bahlil tengah berbicara ditemani oleh Menkeu RI dan beberapa orang lainnya.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Menteri ESDM BAHLIL : PLN MERUGI Karena Masyarakat Tak Bisa Belajar Hemat Listrik,” begitu narasi tertulis dalam unggahan. Pengunggah juga menambahkan narasi yang menggiring opini publik: “Ini orang enaknya d apain ya…”

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (14/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 258 likes, 1,1 ribu komentar, dan 29 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi kritik negatif terhadap pemerintah dan Bahlil.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Lantas, benarkah Bahlil sebut PLN merugi karena rakyat tak hemat listrik?

Baca juga:Bahlil Akui Kerepotan Urusi Impor LPG, Cadangan Sempat Kurang

Periksa Fakta PLN Rugi Karena Rakyat Tidak Hemat Listrik.

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Bahlil menyebut PLN merugi karena rakyat tidak bisa menghemat listrik.

Kami justru diarahkan pada laman Antara yang menyatakan bahwa klaim yang menyebut Bahlil mengatakan PLN rugi karena rakyat tidak hemat listrik adalah tidak benar. Gambar yang digunakan dalam unggahan tersebut diketahui berasal dari pemberitaan lain terkait rencana pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas), bukan terkait pernyataan tentang kerugian PLN.

Melansir laman Kumparan, gambar tersebut merupakan dokumentasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai pelantikan Dirjen Migas di kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/8/2025). Bahlil menyampaikan terkait tambahan target jaringan gas (jargas) rumah tangga sebesar 1 juta sambungan pada tahun 2026 dan melanjutkan untuk membangun 1 juta jargas rumah tangga mulai 2026 dengan anggaran Rp5,8 T.

Dalam berbagai kesempatan, Bahlil justru mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak tanpa menyalahkan masyarakat sebagai penyebab kerugian PLN. Bahlil tidak pernah menyebutkan bahwa PLN rugi karena masyarakat tidak hemat listrik.

Kemudian Tirto mencoba mengetikkan kata kunci “Bahlil sebut PLN rugi karena masyarakat tak hemat listrik.” Hasil penelusuran mengarahkan ke laman TurnBack Hoaks.Laman tersebut mengarahkan Tirto pada pemberitaan Radio Republik Indonesia berjudul “Menteri Bahlil Sebut Salah Satu Faktor PLN Merugi” yang dirilis Sabtu (25/1/2025).

Dalam pemberitaan tersebut, Bahlil memang menyampaikan ketidaksinkronan antara pembangunan pembangkit listrik dan jaringan distribusi. Hal tersebut berpotensi menimbulkan inefisiensi. Namun, tidak terdapat pernyataan yang menyebut masyarakat sebagai penyebab kerugian PLN.

PLN pernah merugi hingga Rp29 triliun pada 2013. Di semester I 2025, PLN mencatat laba sekitar Rp30 triliun karena oversupply listrik, kewajiban pembayaran ke pembangkit swasta (take or pay), serta bahan subsidi dan investasi. Kerugian tersebut tidak disebabkan oleh masyarakat yang tidak menghemat listrik.

Dalam rilis Kompas, pada awal Januari 2026, lini masa media sosial X ramai membahas kabar utang PT PLN (Persero) yang disebut mencapai Rp711 triliun. Angka tersebut memicu perdebatan warganet, terutama soal kinerja dan pengelolaan keuangan perusahaan listrik pelat merah tersebut.

Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa angka Rp711 triliun merupakan total liabilitas perusahaan, bukan sekadar utang yang mencerminkan kerugian. Ia menjelaskan bahwa liabilitas adalah kewajiban keuangan yang timbul dari aktivitas masa lalu dan harus diselesaikan di masa mendatang.

Dalam konteks PLN, liabilitas tersebut berkaitan dengan aktivitas operasional serta pembiayaan investasi jangka panjang. Investasi ini meliputi pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi dan distribusi, serta penguatan sistem kelistrikan nasional, termasuk upaya memperluas akses listrik ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Senada dengan hal tersebut, dalam rangkuman Tirto, berdasarkan data dalam Laporan Keuangan Kekonsolidasian Perusahaan Perseroan PT PLN Semester 1 2025 dan tahunan 2024, Tirto mendapati bahwa laba tahun berjalan pada 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp17,7 triliun. Sebagai perbandingan, laba tahun berjalan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp22 triliun.

Sementara angka Rp711,2 triliun yang banyak disebut dalam unggahan media sosial merujuk pada nilai jumlah liabilitas (utang) PLN tanggal 31 Desember 2024. Berdasarkan laporan tersebut, nilainya tercatat Rp711.215.031 juta atau Rp711,2 triliun jika dibulatkan.

Sebagai perbandingan, jumlah liabilitas (utang) PLN pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp655 triliun. Sementara itu, Laporan Keuangan PLN Semester 1 2025 mencatat liabilitas berada di angka Rp734,2 triliun.

Dengan demikian, narasi yang mencatut nama Bahlil menyebutkan bahwa PLN merugi karena rakyat tidak menghemat listrik adalah klaim tidak berdasar. Narasi nilai utang PLN yang disebut di media sosial benar, tetapi klaim kerugian tidak tepat jika merujuk pada laporan keuangan perseroan.

Baca juga:Tidak Benar, Bahlil Wajibkan Masyarakat Pakai Motor Listrik

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Bahlil mengatakan PLN merugi karena masyarakat tidak menghemat listrik adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Gambar yang beredar merupakan dokumentasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai pelantikan Dirjen Migas di kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/8/2025). Bahlil tidak pernah mengatakan PLN merugi karena masyarakat tidak hemat listrik, justru mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak tanpa menyalahkan masyarakat sebagai penyebab kerugian PLN

PLN menegaskan bahwa kerugian yang dialami tersebut tidak disebabkan oleh masyarakat yang tidak menghemat listrik.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.facebook.com/groups/353720766353241/posts/1284716926586949/
https://archive.ph/4LGZH
https://tirto.id/bahlil-akui-kerepotan-urusi-impor-lpg-cadangan-sempat-kurang-htYm
https://www.antaranews.com/berita/5514445/hoaks-bahlil-sebut-pln-rugi-karena-rakyat-tidak-hemat-listrik
https://kumparan.com/kumparanbisnis/25mbm1Ox5By?utm_source=Desktop&utm_medium=copy-to-clipboard&shareID=qylzO8q5qQyX
https://turnbackhoax.id/articles/33418-salah-bahlil-pln-merugi-karena-rakyat-tidak-menghemat-listrik
https://rri.co.id/bandung/nasional/1267331/menteri-bahlil-sebut-salah-satu-faktor-pln-merugi
https://www.kompas.com/tren/read/2026/01/09/070000765/ramai-soal-utang-rp-711-triliun-pln--tak-berarti-rugi-justru-investasi?page=all
https://tirto.id/cara-daftar-jadi-pangkalan-gas-elpiji-3-kg-untuk-pengecer-g7W1
https://tirto.id/tidak-benar-bahlil-wajibkan-masyarakat-pakai-motor-listrik-htMs

Publish date : 2026-04-14