[SALAH] PCR Itu Penipuan untuk Ciptakan Ilusi Keberadaan Virus
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Instagram “navious88” pada Senin (16/3/2026). Unggahan beserta narasi :
“Dr. Michael Yeadon. PhD berkata bahwa alat Pcr adalah suatu alat penipuan saat copet 19 utk menjalankan propaganda ketakutan”
Hingga Rabu (6/5/2026) unggahan telah mendapatkan 50-an tanda suka dan telah dibagikan ulang 14 kali.
Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.
Michael Yeadon adalah mantan Wakil Presiden sekaligus Kepala Ilmuwan unit alergi dan pernapasan di Pfizer hingga 2011. Dalam beberapa tahun terakhir, ia dikenal menyebarkan pandangan kontroversial terkait pandemi Covid-19 yang kerap dibantah oleh komunitas ilmiah.
Pakar epidemiologi Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, menilai klaim dalam video yang menyebut tes PCR sebagai alat penipuan bertentangan dengan konsensus ilmiah global. Ia menegaskan PCR hingga kini tetap menjadi standar emas dalam diagnosis molekuler Covid-19. Meski tidak dirancang untuk mengukur tingkat penularan, Windhu menyebut hasil PCR tetap valid untuk mendeteksi infeksi.
Selama pandemi, terdapat tiga metode utama untuk mendeteksi Covid-19, yakni PCR, rapid antigen dan rapid antibodi, yang masing-masing menggunakan jenis sampel berbeda.
Direktur Laboratorium Diagnostik Molekuler University of Minnesota Sophia Yohe, menyebut tes PCR memiliki akurasi analitik sangat tinggi dan spesifitas mendekati 100%. Namun, dalam praktik klinis, sensitivitasnya dapat bervariasi, sekitar 80%, tergantung faktor seperti waktu dan teknik pengambilan sampel serta jumlah virus dalam tubuh.
Faktanya, metode PCR tetap diakui secara luas sebagai standar diagnosis yang valid untuk Covid-19. Unggahan berisi klaim “PCR itu penipuan untuk ciptakan ilusi keberadaan virus” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-tes-pcr-disebut-penipuan-untuk-menciptakan-ilusi-virus-2133472
https://www.instagram.com/reels/DXQebuhj9GI/
https://arsip.cekfakta.com/archive/1777891883.839504/index.html
Publish date : 2026-05-06