Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk

tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim bahwa vaksin adalah cara paling ampuh untuk mengurangi jumlah penduduk sebesar 10 persen sampai 15 persen.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Belle Serbetto” (arsip) pada Jumat (16/05/2025). Cuplikan video berdurasi 30 detik tersebut menampilkan gambar Bill Gates tengah berbicara dalam kegiatan TED.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“PIDATO BILL GATES 15 TAHUN LALU. Bill Gates: VAKSIN bisa mengurangi jumlah 10% 15%,” begitu narasi tertulis dalam video.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Pengunggah juga menambahkan keterangan terkait unggahannya, “VAKSIN ADALAH CARA MENGURANGI PENDUDUK PALING AMPUH.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Elit Global mempunyai 3 cara untuk mengurangi penduduk. :

Perang Dunia.Pendemi/Virus.Vaksin.

Vaksin ini seolah membantu mengobati dan menyembuhkan.

Tapi vaksin sejatinya adalah untuk :

Memperpendek Umur/Usia.Menghancurkan hormon reproduksi hingga menyulitkan untuk mendapatkan keturunan.Membuat orang jadi overthinking termasuk para remaja takut untuk menikah.MrNa dalam vaksin bisa merusak DNA, sehingga ada anak kecenderungan jadi LGBT.Dalam vaksin terdapat hormon2 yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.Tripsin babi serta kolagen babi dalam vaksin adalah komposisi yang harus ada dalam pembuatan vaksin.

Kandungan tersebut membuat manusia menjadi pelupa dan eror.

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (11/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 1 like, 1 komentar, 2 kali dibagikan, dan 187 kali ditayangkan.

Lantas, benarkah vaksin bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk?

Baca juga:Tidak Benar, Vaksin TBC Mengandung Nanobots

periksa fakta Vaksin Bill Gates.

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami ke laman TEDx yang menampilkan video asli pada unggahan tersebut.

Dalam video tersebut, Bill Gates menyampaikan pemikirannya terkait “Innovating to Zero” pada Februari 2010. Pada menit ke-04.21 dalam video tersebut, Gates menyebutkan bahwa peningkatan layanan kesehatan dan vaksinasi di negara berkembang dapat menurunkan angka kematian anak. Secara statistik, ketika tingkat kelangsungan hidup anak meningkat, orang tua cenderung memiliki lebih sedikit anak, yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pertumbuhan populasi secara sukarela, bukan membunuh penduduk yang ada.

“First, we've got population. The world today has 6.8 billion people. That's headed up to about nine billion. Now, if we do a really great job on new vaccines, health care, reproductive health services, we could lower that by, perhaps, 10 or 15 percent. But there, we see an increase of about 1.3.” Begitu yang dikatakan Gates.

Dalam pidato TED tersebut, Bill Gates tidak mengatakan bahwa vaksin digunakan untuk “mengurangi populasi” secara langsung atau untuk membunuh manusia. Pernyataannya sering dipotong dan disalahartikan di media sosial. Yang sebenarnya dibahas adalah hubungan antara pertumbuhan populasi, kesehatan, dan perubahan iklim. Saat menjelaskan rumus emisi CO2, Gates mengatakan: “Jika kita melakukan pekerjaan yang sangat baik pada vaksin baru, layanan kesehatan, dan kesehatan reproduksi, kita mungkin bisa menurunkan [pertumbuhan populasi] sekitar 10–15 persen.”

Menurut Gates, di negara miskin, angka kelahiran sering tinggi karena banyak anak meninggal muda dan akses kesehatan buruk. Jika vaksin dan layanan kesehatan membaik, lebih banyak anak bertahan hidup. Ketika angka kematian anak turun dan pendidikan serta layanan reproduksi meningkat, keluarga cenderung memilih memiliki anak lebih sedikit. Akibatnya, laju pertumbuhan populasi melambat, bukan populasi “dikurangi” lewat vaksin.

Hal tersebut merupakan konsep yang umum dalam demografi dan pembangunan global: negara dengan kesehatan dan pendidikan lebih baik biasanya memiliki angka kelahiran lebih rendah.

Melansir Reuters, Gates tidak menyarankan agar populasi global dimusnahkan menggunakan vaksin. Sebaliknya, Gates mengatakan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat melalui vaksinasi dapat mengurangi pertumbuhan populasi yang tidak berkelanjutan di masa depan dan dengan demikian menurunkan emisi karbon.

“However, Gates was not suggesting the global population should be killed off using vaccines. He is instead saying that improving public health using vaccinations can reduce unsustainable population growth in the future – and with it, lower carbon emissions.”

Senada dengan hal tersebut, dalam laman Kompas, artikel dalam koran The Sovereign Independent edisi Juni 2011 adalah yang menyebarkan klaim tersebut. Faktanya, koran itu tidak ditulis oleh Gates, melainkan oleh penulis bernama Rachel Windeer.

Kutipan yang ditampilkan di halaman depan koran edisi Juni 2011 tersebut memang pernyataan otentik dari Gates. Namun, kutipan tersebut telah diambil di luar konteks. “Dunia saat ini memiliki 6,8 miliar orang. Jumlah itu akan terus bertambah hingga sekitar 9 miliar. Sekarang jika kita melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam hal vaksin baru, perawatan kesehatan, layanan kesehatan reproduksi, kita dapat menurunkannya sekitar 10 atau 15 persen,” demikian kutipan pernyataan Gates.

Gates menyampaikan kutipan ini dalam sebuah ceramah TEDx tahun 2010 yang berjudul “Innovating to Zero”. Namun, dia tidak berbicara tentang mengurangi populasi dengan vaksin. Gates membahas bahwa vaksin dan perawatan kesehatan yang lebih baik dapat membantu mengurangi laju pertumbuhan populasi global dan menurunkan emisi karbon.

Baca juga:Hoaks, Vaksin MMR Sebabkan Autisme pada Anak

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan video yang mengklaim bahwa Bill Gates mengatakan bahwa vaksin bertujuan untuk mengurangi populasi manusia bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Klaim tersebut sering dibagikan bersama foto halaman depan koran "The Sovereign Independent" edisi 2011 yang memuat judul provokatif. Faktanya, artikel di koran tersebut tidak ditulis oleh Bill Gates, melainkan oleh seorang penulis opini yang dikenal sering menyebarkan teori konspirasi.

Pada video TEDx tersebut, Bill Gates tidak pernah menyarankan penggunaan vaksin untuk membunuh manusia atau melakukan depopulasi paksa, melainkan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hidup agar pertumbuhan populasi menjadi lebih stabil.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://web.facebook.com/reel/1604049433624305
https://archive.today/IFnGJ
https://tirto.id/tidak-benar-vaksin-tbc-mengadung-nanobots-hvHM
https://www.ted.com/talks/bill_gates_innovating_to_zero
https://www.reuters.com/article/fact-check/bill-gates-quoteabout-vaccines-and-population-growth-has-beentaken-out-of-cont-idUSL1N2MF1L8/
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/02/11/174800082/-hoaks-bill-gates-menulis-artikel-tentang-depopulasi-paksa
https://tirto.id/hoaks-vaksin-mmr-sebabkan-autisme-pada-anak-hvmL

Publish date : 2026-05-12