Cek Fakta: Ini Bukan Link Resmi Pendaftaran Bantuan Rp 2,1 Juta untuk Guru Honorer dan ASN


Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 Mei 2026.
Klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN berupa tulisa berikut.
"Pemerintah Hadir Menyalurkan Bantuan Insentif untuk GURU ASN,GURU NON ASN Dan Pegawai Negeri Sipil Beserta GURU HONORER
Bantuan Sebesar Rp.7.000.000
Dicairkan Serentak Di Seluruh Wilayah IndonesiaUntuk Mendapatkan bantuannya,
Silahkan Daftar di Link Resmi �"
Unggahan tersebut mencantumkan menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
"https://daftar-sekarangwl2.d4fttar.one/".
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah informasi pribadi, seperti provinsi dan nomor Telegram.
 


Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN, Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Antaranews berjudul "Kemendikdasmen imbau waspadai laman palsu seputar bantuan insentif " yang tayang pada 1 September 2025
Dalam artikel ini dijelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau masyarakat, khususnya para guru agar mewaspadai sejumlah laman palsu berujung phising terkait bantuan insentif guru non-ASN sebesar Rp2,1 juta.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pesan, email atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu dari Kemendikdasmen.
"Waspada phising, jangan mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Phising adalah upaya penipuan untuk mencuri data pribadi seperti password, OTP, atau informasi keuangan," kata Yudhistira di Jakarta pada Senin 1 September 2025.
Lebih lanjut, pihaknya pun memberikan tips agar terhindar link penipuan phishing, yakni selalu mengecek alamat email/nomor pengirim, jangan klik link mencurigakan, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta menyimpan data pribadi hanya di aplikasi resmi.
Yudhistira juga menyebutkan beberapa laman yang melakukan phising, di antaranya daftar.form-gtkdikdasmen.com, layanan.form-gtkdikdasmen.com, intensif.gtk-dikdasmen.com, intensif.gtkdikdasmen.com.
"Domain ini berusaha mencuri data pribadi Anda. Mohon berhati-hati dan pastikan hanya mengisi informasi pada laman resmi kementerian," ujarnya.
Adapun informasi mengenai bantuan insentif maupun bantuan subsidi upah (BSU) informasi resminya hanya dapat dilihat di Info GTK pada tautan https://info.gtk.dikdasmen.go.id/.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengumumkan insentif untuk guru honorer mengalami kenaikan menjadi Rp400 ribu setiap bulannya mulai 2026. Insentif honorer ini dilakukan dengan mekanisme transfer langsung ke rekening guru yang tercantum dalam Dapodik.
Dia mengatakan kenaikan insentif guru honorer pada tahun depan tersebut sebesar Rp 100 ribu apabila dibandingkan dengan insentif yang disalurkan untuk tahun 2025, yakni sebesar Rp 300 ribu.
 
 


Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link resmi pendaftaran bantuan Rp 2,1 juta untuk guru honorer dan ASN tidak benar. 
Bantuan insentif maupun bantuan subsidi upah (BSU) informasi resminya hanya dapat dilihat di Info GTK pada tautan https://info.gtk.dikdasmen.go.id/.

https://www.antaranews.com/berita/5079529/kemendikdasmen-imbau-waspadai-laman-palsu-seputar-bantuan-insentif

https://www.liputan6.com/news/read/6235276/kabar-gembira-insentif-guru-honorer-2026-jadi-rp-400-ribu

 

Publish date : 2026-05-15