[SALAH] Indonesia Tinggalkan US$ untuk Perkuat Rupiah

Akun Instagram “gemsbudi” pada Selasa (02/06/2026) mengunggah video [arsip] mengenai klaim bahwa pemerintah Indonesia tak lagi bergantung dan menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Unggahan tersebut disertai dengan narasi sebagai berikut:

Indonesia tidak percaya lagi dolar.. Purbaya cabut dari dolar.. Tonton vidionya


#semua #fecebookreels #fecebookpro #dolar #uang

Hingga artikel ini ditayangkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 214 ribu kali, memperoleh 772 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 448 kali.


Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan menggunakan pencarian gambar melalui Google. Hasilnya menunjukkan bahwa video yang beredar berasal dari unggahan akun TikTok Purbaya saat menghadiri acara buka puasa bersama pada Maret 2026 dan konferensi pers APBN KiTa pada Mei 2026.

Dilansir dari Tempo, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan. Pemerintah berencana menawarkan obligasi berdenominasi yuan tersebut kepada investor di Tiongkok pada pertengahan Juni 2026. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menjelaskan bahwa langkah tersebut tidak dapat dimaknai sebagai penghentian penggunaan dolar AS, melainkan untuk memperluas sumber valuta asing yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga masih menawarkan obligasi dalam mata uang lain, termasuk dolar AS dan euro. Hal ini menunjukkan bahwa dolar AS masih menjadi bagian dari strategi pembiayaan pemerintah dan tidak ditinggalkan sepenuhnya.

Bank Indonesia (BI) juga masih menggunakan dolar AS dalam transaksi internasional dan sebagai bagian dari cadangan devisa Indonesia. Dengan demikian, penerbitan Panda Bond tidak berarti Indonesia berhenti menggunakan dolar AS, melainkan hanya menambah pilihan sumber pembiayaan dari mata uang lain.

Video yang beredar tidak memuat pernyataan bahwa Indonesia meninggalkan dolar AS. Penerbitan Panda Bond dilakukan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan menambah pilihan valuta asing, sementara pemerintah dan Bank Indonesia masih menggunakan dolar AS dalam berbagai transaksi dan cadangan devisa. Dengan demikian, video dengan klaim “Indonesia tinggalkan US$ untuk perkuat rupiah” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).

https://x.com/antmegapolitan/status/2052219829151813987
https://www.tiktok.com/@purbayayudhis/video/7615693569344523538
https://www.tempo.co/ekonomi/purbaya-promosikan-panda-bond-ke-investor-cina-pekan-depan-2253116

Publish date : 2026-06-18