[SALAH] Vaksin Merusak DNA dan Kekebalan Tubuh
Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “Omar Syahban” pada Selasa (16/6/2026) berisi narasi:
“Dr. Robert Malone:
“Anda lebih mungkin terinfeksi, terkena penyakit, atau bahkan meninggal, jika Anda telah divaksinasi dengan Vaksin COVID-19 dibandingkan dengan yang belum divaksinasi.
Perawatan terapi gen eksperimental ini dapat merusak DNA dan sistem kekebalan tubuh anak-anak Anda dan diri Anda sendiri secara permanen.””
Disadur dari artikel cek fakta tirto.id.
Video tersebut berasal dari konferensi pers pada Mei 2022. Dalam rekaman tersebut ahli virologi Amerika Serikat Robert Malone menyebut vaksin COVID-19 sebagai “terapi gen eksperimental” dan mengklaim data menunjukkan vaksin tersebut berbahaya sehingga harus dihentikan penggunaannya. Namun, berbagai lembaga kesehatan dan para ahli menegaskan bahwa klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah.
Dilansir dari kemkes.go.id, informasi mengenai imunisasi dapat merusak sel dan DNA, serta menyebabkan penyakit autoimun maupun meningitis adalah keliru. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI dr. Prima Yosephine menegaskan bahwa imunisasi tidak dapat merusak DNA manusia dan masyarakat disarankan merujuk informasi dari sumber terpercaya seperti Kemenkes, WHO dan CDC.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), Prof. Hindra Irawan Satari. Menurutnya, isu mengenai vaksin yang menyebabkan kerusakan DNA telah beredar sejak lama, tetapi hingga kini tidak pernah ditemukan bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Secara ilmiah, vaksin mRNA bekerja dengan mengantarkan instruksi sementara kepada sel untuk menghasilkan protein Spike virus SARS-CoV-2. Protein tersebut kemudian dikenali oleh sistem imun sehingga tubuh dapat membentuk perlindungan terhadap infeksi. Molekul mRNA tidak masuk ke inti sel tempat DNA berada, tidak berinteraksi dengan genom manusia, dan akan terurai secara alami setelah menjalankan fungsinya.
Menurut dr. Andreas Wilson Setiawan dari Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, vaksin mRNA tidak dapat dikategorikan sebagai terapi gen karena tidak mengubah, mengganti, atau menyisipkan materi genetik ke dalam DNA manusia. Sebaliknya, vaksin dirancang untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar membentuk antibodi dan sel memori yang mampu melawan virus.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF juga menegaskan bahwa vaksin COVID-19 berbasis mRNA tidak mengubah DNA manusia. Teknologi ini telah diteliti selama bertahun-tahun dan terbukti aman serta efektif dalam mencegah penyakit berat akibat COVID-19.
Dengan demikian, klaim bahwa vaksin COVID-19 dapat merusak DNA atau melumpuhkan sistem imun tidak didukung bukti ilmiah. Vaksin mRNA bekerja dengan merangsang respons imun tanpa mengubah materi genetik manusia.
Faktanya, vaksin mRNA tidak masuk ke inti sel, tidak berinteraksi dengan DNA manusia dan tidak dapat mengubah materi genetik. Jadi, unggahan berisi klaim “vaksin merusak DNA dan kekebalan tubuh” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
https://tirto.id/keliru-vaksin-dapat-merusak-dna-dan-sistem-kekebalan-tubuh-hysS
https://kemkes.go.id/id/imunisasi-tidak-merusak-sel-dan-dna
https://turnbackhoax.id/articles/22687-salah-moderna-mengakui-vaksin-covid-19-menyebabkan-kanker
https://turnbackhoax.id/articles/11672-salah-seseorang-bisa-mendapatkan-vaksin-mrna-dengan-memakan-daging-hewan-ternak-yang-sudah-tervaksinasi-mrna
https://turnbackhoax.id/articles/10130-salah-robert-malone-vaksin-covid-19-yang-disuntikkan-ke-anak-mengakibatkan-spike-protein-beracun
https://turnbackhoax.id/articles/9961-salah-vaksin-merupakan-praktik-depopulasi-raky
https://turnbackhoax.id/articles/8889-salah-vaksin-mrna-pada-pfizer-dan-moderna-berbahaya-bagi-anak-anak
https://www.facebook.com/umar.syahbanmuhammadelbarlif/posts/pfbid036RS9mKXXxUcAy8dat5phKEkp8URgvs3jfWmTHckZHzwJVw1uRFQhPetvzZ3s3v6Ul?rdid=uGo1rkIlB1Www6wK#
https://archive.ph/bVaSb
Publish date : 2026-06-30
Hal Menarik Lainnya...