Hoaks, Aksi Demonstrasi Serukan Stop Bayar Pajak

tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim rakyat dan masyarakat lakukan aksi demonstrasi untuk memboikot pajak dan serukan agar masyarakat berhenti membayar pajak.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Sandin Kamar,” (arsip) pada Kamis (9/7/2026). Unggahan tersebut menampilkan kerumunan massa dalam aksi unjuk rasa memprotes pengelolaan pajak dengan membawa spanduk bertuliskan, “Baikot pajak, STOP BAYAR PAJAK.”

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

Pengunggah juga menuliskan narasi “Rakyat mahasiswa bersatu,” dan menuliskan keterangan pada unggahan tersebut.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

“Akibat komplotan rampok rampok dari kalangan pejabat penguasa pengusaha masih banyak berkeliarran dari tingkat BAWAH SAMPAI TINGKAT TINGGI

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Dari hilir sampai hulu dari sabang sampai merauke dari tingkat DESA SAMPAI ISTANA

RAKYAT BOIKOT TIDAK BAYAR PAJAK,” begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/7/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2,4 ribu likes, 741 komentar, dan 110 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi dukungan masyarakat terhadap aksi tersebut.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun X @ArdieSuhardi321, yang menampilkan gambar serupa dan menuliskan keterangan, “SELAMATKAN INDONESIA DARI KEDIKTATORAN PRABOWO… LANGKAH TERAKHIR UNTUK MENYELAMATKAN BANGSA INI DARI KEDIKTATORAN PRABOWO ADALAH DENGAN STOP BAYAR PAJAK....”

Lantas, benarkah gambar tersebut merupakan aksi demonstrasi rakyat dan masyarakat yang menyerukan protes terhadap pengelolaan pajak?

Baca juga:Salah, NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak

periksa fakta Boikot Pajak. tirto.id/Fuad

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Lebih lanjut, Tirto menelaah gambar ilustrasi unjuk rasa dalam unggahan yang beredar. Tirto menemukan sejumlah kejanggalan, terutama pada ekspresi para demonstran yang datar, serta api yang membakar kayu di tengah kerumunan tampak tidak natural. Karakteristik seperti ini sering ditemukan pada konten yang diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Untuk memastikannya, Tirto menggunakan layanan Hive Moderation guna menganalisis gambar tersebut. Hasilnya menunjukkan, gambar yang digunakan memiliki probabilitas sebesar 99,9 persen sebagai hasil manipulasi AI.

Kemudian, Tirto menuliskan kata kunci “aksi masyarakat protes pajak” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada akun Instagram @humaspoldajabar. Akun tersebut menyatakan unggahan yang mengklaim adanya aksi demonstrasi massa yang menyerukan stop bayar pajak adalah hoaks.

Lebih lanjut, @humaspoldajabar mengatakan, di media sosial memang beredar unggahan foto yang diklaim menunjukkan aksi unjuk rasa memprotes pengelolaan pajak. Massa disebut menyerukan stop bayar pajak akibat kasus korupsi yang masih terus terjadi di Tanah Air.

Di sisi lain, seruan boikot pajak kembali ramai di media sosial seiring mencuatnya pemberitaan mengenai dugaan kasus korupsi yang masih dalam proses penyelidikan. Meski isu tersebut memicu berbagai reaksi publik, penyebaran informasi tetap perlu didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi agar tidak menyesatkan atau memperkuat narasi yang belum terbukti.

Senada dengan hal tersebut, melansir laman Kompas, seruan stop bayar pajak kembali muncul di media sosial di tengah kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.

Baru-baru ini, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah rumah Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah di Kawasan Sentul, Jawa Barat pada 8 Juli 2026.

Penggeledahan itu dilakukan untuk mencari barang bukti atas dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang yang menyeret penyelenggara negara. Kasus ini kemudian dikaitkan dengan korupsi batubara yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah pada awal Juni 2026.

Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan. Dari penggeledahan itu, kepolisian menemukan emas batangan seberat 74 kilogram (kg), uang 4.767.300 dolar AS, 14.083.800 dolar Singapura, dan uang Rp100 juta.

Tirto, dalam laporannya menuliskan, Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri Inspektur Jenderal Totok Suharyanto mengungkapkan, sudah ada dua tersangka dalam kasus ini, FA (Febrie) dan DR. Adapun DR adalah Don Ritto, pihak swasta yang kini ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

"Kita sudah lakukan gelar perkara. Berdasarkan gelar perkara, kita sudah menetapkan dua tersangka, saudara DR yang diduga melakukan tindak pidana pencucian uang, yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi," ucap Totok dalam konferensi pers di Kejagung, Sabtu (11/7/2026).

"Kemudian kita juga sudah menetapkan saudara FA [Febrie Adriansyah], dalam perkara dugaan tindak korupsi dan tindak pencucian uang," sambungnya.

Namun, catatan hitam di internal penegak hukum ini bukan yang pertama. Berdasarkan data penindakan hukum terbuka sejak 2008 hingga 2026, rentetan jaksa terbukti berulang kali tersandung skandal korupsi, suap, hingga pemerasan perkara.

Baca juga:Mengapa Pemerintah Gencar Tarik Utang saat Pajak Tumbuh Tinggi?

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebut rakyat dan mahasiswa lakukan aksi unjuk rasa menyerukan stop bayar pajak bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Analisis menunjukkan, gambar tersebut sangat kuat terindikasi sebagai hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Seruan stop bayar pajak kembali muncul di media sosial di tengah kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Namun, aksi demo tersebut tidak terbukti terjadi dan tidak didukung informasi kredibel.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://web.facebook.com/photo/?fbid=122261367428085818&set=gm.2109806043292604&idorvanity=1137029067236978&_rdc=1&_rdr#
https://web.archive.org/web/20260713040427/https://www.facebook.com/login/?next=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fphoto%2F%3Ffbid%3D122261367428085818%26set%3Dgm.2109806043292604%26idorvanity%3D1137029067236978&_rdc=1&_rdr
https://x.com/i/status/2075054863155957994
https://tirto.id/salah-nu-dan-muhammadiyah-keluarkan-fatwa-stop-bayar-pajak-hzuU
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
https://www.instagram.com/p/Dashi6mCbPl/?igsh=ODlwdXl1MzM3OW4w
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/07/10/142000282/-hoaks-aksi-demonstrasi-menyerukan-stop-bayar-pajak
https://tirto.id/tak-cuma-febrie-adriansyah-ini-sederet-jaksa-tersandung-korupsi-hzyq
https://tirto.id/mengapa-pemerintah-gencar-tarik-utang-saat-pajak-tumbuh-tinggi-hzp4

Publish date : 2026-07-13