[SALAH] Vaksinasi Menyebabkan Autisme
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Abu Julaibib” pada Kamis (30/7/2026) berisi narasi:
Data Baru dari Klinik Autisme Besar
40% kasus autisme regresi mendadak terjadi dalam 2 hari dan 76% dalam 2 minggu setelah vaksinasi.
182 catatan pasien diperiksa,
84 (46%) merupakan kasus "autisme onset cepat"
98% dari kasus-kasus ini telah menerima "vaksinasi rutin" tepat sebelum timbulnya gejala.
Waktu dari vaksinasi hingga regresi 40% kasus dalam 2 hari
76% kasus dalam waktu 2 minggu
angka-angka ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan.Satu-satunya penjelasan adalah vaksin menyebabkan autisme.
Hingga Senin (10/8/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 90-an tanda suka, 40-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 30 kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “data baru dari klinik autisme besar mengenai vaksinasi yang menyebabkan autisme” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
TurnBackHoax kemudian menelusuri laman worldautismorganisation.com (WAO) yang merupakan organisasi dunia yang khusus menangani isu autisme. Tidak ditemukan adanya data hasil penelitian atau kajian ilmiah yang menyebut vaksinasi menyebabkan autisme.
TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “benarkah vaksinasi bisa menyebabkan autisme” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke artikel di laman World Health Organization (WHO), yakni who.int, berjudul “Pernyataan WHO tentang Isu-isu terkait Autisme” yang tayang September 2025.
WHO menegaskan terdapat bukti yang kuat dan meluas yang menunjukkan bahwa penggunaan vaksin pada anak-anak tidak menyebabkan autisme. Studi-studi besar dengan kualitas tinggi dari banyak negara menghasilkan kesimpulan yang sama. Studi awal yang mengindikasikan hubungan antara vaksin pada anak dan autisme telah terbukti cacat dan terbantahkan.
“Sejak 1999, para pakar independen yang memberikan anjuran kepada WHO telah berulang kali menegaskan bahwa vaksin (termasuk vaksin yang mengandung zat tiomersal atau aluminium) tidak menyebabkan autisme maupun gangguan perkembangan lainnya,” tulis WHO.
Faktanya, World Health Organization (WHO) menegaskan vaksin tidak menyebabkan autisme maupun gangguan perkembangan lainnya. Jadi, unggahan berisi klaim “vaksinasi menyebabkan autisme” itu merupakan konten palsu (fabricated content).
https://worldautismorganisation.com/
https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/30-09-2025-who-statement-on-autism-related-issues
https://www.facebook.com/share/1EGiTdxAZL/
https://archive.cob.web.id/archive/1785748522.772137/index.html
Publish date : 2026-08-10
Hal Menarik Lainnya...