[SALAH] Darurat Tsunami di Pesisir Banten dan Lampung akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Beredar foto [arsip] dari akun Facebook “R Morris Sihotang” pada Minggu (6/9/2026) yang menampilkan erupsi gunung berapi dengan klaim sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung berada dalam kondisi “darurat tsunami” menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau. Unggahan disertai narasi:

“Darurat Tsunami 🔴

- Pesisir Lampung

- Anyer

- Padeglang

- Kota Serang

- Kepulauan di Selat Sunda

Gunung Anak Karakatau meletus.”

Hingga Jumat (11/9/2026), unggahan telah mendapatkan lebih dari 600 tanda suka, menuai 180-an komentar dan telah dibagikan ulang 40-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “darurat tsunami di pesisir Banten dan Lampung akibat erupsi gunung Anak Krakatau” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM yang dimuat Senin (7/9/2026).

Berdasarkan laporan Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau memang mengalami episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam, mulai Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Setelah itu, masih terjadi beberapa erupsi Strombolian. Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).

Meski demikian, rekomendasi PVMBG tidak menyebut adanya kondisi “darurat tsunami” di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Dalam rekomendasinya, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami. Masyarakat juga dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD setempat. Sementara itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava apabila terjadi kembali erupsi menerus.

Gunung Anak Krakatau memang mengalami erupsi dan masih berstatus Level III (Siaga), PVMBG mengimbau masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu bahwa erupsi tersebut akan menyebabkan tsunami. Jadi, unggahan berisi klaim “darurat tsunami di pesisir Banten dan Lampung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

https://geologi.esdm.go.id/media-center/perkembangan-erupsi-gunungapi-anak-krakatau-tanggal-7-september-2026
https://web.facebook.com/r.morris.sihotang/posts/pfbid035uZP3N1fTNbGCBmmwEeGR4BQqARAoHANTN7n2fXv7APbSpdebf2Hmm8sEH1io9CAl
https://web.archive.org/web/20260909084040/https://www.facebook.com/r.morris.sihotang/posts/pfbid035uZP3N1fTNbGCBmmwEeGR4BQqARAoHANTN7n2fXv7APbSpdebf2Hmm8sEH1io9CAl?_rdc=1&_rdr

Publish date : 2026-09-11