Cek fakta, Malaysia laporkan Indonesia ke PBB soal asap karhutla
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menampilkan sebuah infografis yang menggambarkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kepulan asap tebal.
Infografis tersebut menampilkan bendera Malaysia, gedung Petronas di Kuala Lumpur, ilustrasi seorang pria yang membawa dokumen bertuliskan “PBB”, serta ilustrasi kebakaran hutan di Indonesia.
Infografis itu memuat judul “Malaysia Laporkan Indonesia ke PBB!” dan menarasikan bahwa Malaysia melaporkan Indonesia ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dinilai tidak mampu menangani karhutla.
Namun, benarkah Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB terkait kabut asap akibat karhutla?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi bahwa Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB terkait karhutla dan kabut asap.
Pemerintah Malaysia, dilansir dari ANTARA, justru masih melakukan koordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk menangani dampak kabut asap yang mencapai wilayah Malaysia.
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Farzamie Sarkawi mengatakan Menteri Lingkungan Malaysia telah mengirim surat kepada Menteri Lingkungan Indonesia dan melakukan komunikasi secara langsung terkait penanganan karhutla.
Malaysia juga telah memperoleh persetujuan Indonesia untuk melakukan operasi modifikasi cuaca melalui penyemaian awan di wilayah perbatasan kedua negara.
Malaysia juga terus berkoordinasi dengan Indonesia dan Singapura melalui mekanisme ASEAN dalam menangani masalah kabut asap lintas batas.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Mekanisme tersebut mengacu pada ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang disepakati pada 2002.
Selain itu, Indonesia juga menyatakan bahwa hingga saat ini tidak menerima nota protes diplomatik dari Malaysia maupun negara ASEAN lainnya terkait karhutla.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, dilansir dari ANTARA, menyampaikan pada 22 Agustus 2026 bahwa belum ada konfirmasi mengenai nota protes resmi dari Malaysia maupun Singapura.
Dalam perkembangannya, Malaysia bahkan menyampaikan kesiapan untuk membantu Indonesia menangani karhutla.
Pemerintah Malaysia telah menyampaikan daftar aset yang dapat digunakan untuk membantu operasi pemadaman dan masih menunggu persetujuan Indonesia untuk mengerahkan bantuan tersebut.
Sementara itu, pemerintah Indonesia terus melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman darat dan udara, operasi modifikasi cuaca, serta penegakan hukum.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
BNPB menyebut enam provinsi menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Dengan demikian, klaim bahwa Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB karena tidak mampu menangani karhutla adalah tidak berdasar.
Klaim: Malaysia laporkan Indonesia ke PBB soal asap karhutla
Rating: Disinformasi
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
https://x.com/gumpanggi/status/2098867501660819882
Publish date : 2026-09-21
Hal Menarik Lainnya...