Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Alat Pertanian 2026 Via Telegram


Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link atau tautan pendaftaran program penyaluran bantuan alat pertanian 2026 melalui Telegram. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 22 September 2026.
Berikut isi unggahannya:
"� PROGRAM RESMI PENYALURAN BANTUAN ALAT PERTANIAN 2026 �
Kabar baik untuk seluruh petani Indonesia!
Pemerintah menghadirkan bantuan alat pertanian (APBN 2026) untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
� Jenis Bantuan yang Tersedia:
• Rice Transplanter (alat tanam padi modern)
• Corn Harvester (mesin panen jagung cepat & efisien)
• Combine Harvester (mesin panen padi serbaguna)
• Excavator (alat berat pembukaan lahan & irigasi)
• Pompa Air (irigasi pertanian)
• Hand Tractor (traktor tangan multifungsi)
• Traktor Roda 4 (untuk produktivitas maksimal)
• Sprayer Elektrik (penyemprot pestisida modern)
• � Drone Sprayer (teknologi penyemprotan modern berbasis drone, lebih cepat, hemat tenaga & efisien)
� Manfaat Program:
� Meningkatkan hasil panen petani
� Mempercepat proses kerja di lapangan
� Mengurangi biaya produksi
� Mendukung pertanian modern & digital
� Segera cek apakah Anda termasuk penerima bantuan!Kuota terbatas & disalurkan sesuai data resmi"
Unggahan disertai link daftar. Jika tautan diklik, mengarah pada halaman situs tertentu yang meminta identitas pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran program penyaluran bantuan alat pertanian 2026 melalui Telegram? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.


Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran program penyaluran bantuan alat pertanian 2026 melalui Telegram. Penelusuran mengarah pada unggahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian melalui akun Instagram resminya @pspkementan.
Dalam unggahannya, Ditjen PSP Kementan mengimbau masyarakat waspada penipuan berkedok bantuan pertanian. Ditjen PSP menyatakan, tidak pernah membuka pendaftaran bantuan alsintan, pupuk, pestisida, maupun program lainnya melalui media sosial, tautan, atau pesan berantai.
"Seluruh bantuan disalurkan melalui mekanisme resmi berdasarkan usulan e-banper dari Dinas Pertanian setempat," tulis Ditjen PSP yang dikutip pada 23 September 2026.
Masyarakat diminta jangan meng-klik tautan mencurigakan dan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas.
"Selalu cek informasi melalui kanal resmi Ditjen PSP. Jika menemukan dugaan penipuan, segera laporkan melalui media sosial, WhatsApp, email resmi Ditjen PSP, atau Lapor Pak Amran," tandas Ditjen PSP.
 


Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran program penyaluran bantuan alat pertanian 2026 melalui Telegram seperti yang beredar di media sosial, tidak benar dan merupakan hoaks.

https://www.instagram.com/p/DafB2WyEax9/

 

Publish date : 2026-09-23