Tidak Benar, Makanan Mengandung GMO Ubah Struktur Gen Manusia
tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook mengklaim makanan yang mengandung organisme hasil rekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO) disebut dapat mengubah struktur gen manusia.
#inline1 img{max-width: 300px !important;height:auto;margin: 20px auto;}
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Cahaya Simarmata” (arsip) pada Minggu, (6/9/2026). Dalam unggahan tersebut memperlihatkan simbol mata satu atau simbol Illuminati yang sering dikaitkan dengan teori konspirasi, tangan mencengkeram untaian DNA bayi, logo-logo perusahaan multinasional, serta gambar jagung dengan label GMO.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Gambar tersebut memuat narasi, “Makanan ber-GMO berpengaruh merubah struktur gen manusia. Ini adalah agenda globalisasi mereka sudah sejak lama bermain lewat makanan untuk memuluskan agenda depopulasi dan mengintervensi fitrah manusia.”
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (6/10/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 282 tanda suka, 21 komentar dan 114 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi kepercayaan masyarakat terhadap informasi tersebut.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
@keyframes popIn {
from {
opacity: 0;
transform: scale(0.5);
}
to {
opacity: 1;
transform: scale(1);
}
}
const sourceHref = document.querySelector('.share-btn a')?.getAttribute('href');
if (sourceHref) {
document.getElementById('bannerTraktirBtn')?.setAttribute('href', sourceHref);
}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun instagram @singanuswantara yang menampilkan video serupa yang mengaitkan klaim dengan program Makan Bergizi Gratis dan pernyataan Dharma Pongrekun.
“Lebih dari 800 pelajar dan guru di Indonesia jatuh sakit minggu ini setelah makan makanan yang diberikan oleh pemerintah. Sejak Agustus, sekitar 37.600 orang telah terkesan oleh penyakit makanan yang disangka terkait dengan inisiatif percuma Presiden Prabowo Subianto. Program multi-bilion dolar ini dilancarkan untuk melawan malnutrisi anak, tetapi terhadap kritik berkembang mengenai kasus penyakit makanan yang berulang, korupsi yang ditinggalkan, dan perhatian terhadap dampaknya bagi budget nasional.
Meskipun ada kritik, Prabowo mengatakan bahwa program ini akan berlanjut, menunjukkan jumlah penyakit yang dilaporkan yang kecil dibandingkan dengan jutaan makanan yang diberikan, sementara menjanjikan untuk meningkatkan program ini. Jadi MBG itu adalah prakondisi menuju kepada antrian panjang, karena rakyat tidak akan lagi bisa makan, tidak punya pekerjaan. Makanya banyak PHK.
PHK membanjir itu bukan sekedar karena tidak ada lapangan pekerjaan, tetapi rasionalisasi lapangan pekerjaan tidak ada karena perusahaan, apa namanya, perusahaan lokal, ya, produsen lokal dimatikan kemampuannya untuk bangkit. Lewat apa? Lewat permen ini sampai yang dari mana? Membanjirnya barang-barang asing dan sebagainya. Ini ada kaitannya semua.
Jadi banyak yang di PHK, daya beli turun, pedagang juga. I'm sure.” Begitu narasi diucapkan dalam video tersebut.
Lantas, benarkah makanan yang mengandung Genetically Modified Organism (GMO) disebut dapat mengubah struktur gen manusia?
Baca juga:Hoaks, Rekayasa Vaksin Hantavirus Dibuat Moderna sejak 2023
Periksa Fakta Makanan berGMO mengubah struktur gen manusia. foto/hotline periksa fakta tirto
Untuk memeriksa kebenaran klaim, Tirto mulanya melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel ataupun fakta ilmiah yang membenarkan klaim tersebut.
Laman AFP menyatakan, peneliti membantah klaim tak berdasar bahwa makanan rekayasa genetika dapat mengubah gen pada manusia.
AFP menyebutkan bahwa Peneliti senior bidang ketahanan pangan di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Paul Teng Piang-Siong, menjelaskan bahwa DNA dan protein dalam makanan, termasuk makanan GMO, dicerna tubuh dan menjadi bagian dari nutrisi.
“GMO berisi DNA asing, yang seperti semua DNA dan protein, dicerna dalam lambung manusia dan menjadi nutrisi bagi tubuh,” jelasnya dikutip dari laman AFP pada 16 September.
“Kita selalu mengkonsumsi DNA dalam makanan kita setiap waktu, dan tidak mungkin bagi nutrisi-nutrisi ini untuk mengubah DNA dalam tubuh manusia yang kita warisi dari orang tua kita.”
Walaupun sejumlah fragmen DNA dapat bertahan setelah melalui proses pencernaan, DNA-DNA tersebut tidak otomatis manjadi bagian dari genom manusia.
Menurut profesor Fakultas Teknik dan Teknologi Institut Pertanian Bogor, Eko Hari Purnomo, keberadaan fragmen DNA yang masih bertahan setelah proses pencernaan tidak otomatis membuat DNA tersebut menjadi bagian dari genom manusia.
Agar gen dari makanan dapat mengubah genom manusia, materi genetik tersebut harus bertahan melalui proses pencernaan, masuk ke sel manusia, mencapai inti sel, menyatu dengan genom, dan tetap berfungsi, sementara tidak terdapat bukti bahwa konsumsi makanan GMO menyebabkan integrasi genomik pada manusia.
Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahwa kekhawatiran mengenai pangan produk rekayasa genetik, termasuk kemungkinan transfer gen, harus dinilai melalui pengkajian keamanan pangan dengan pendekatan kehati-hatian.
Pangan Produk Rekayasa Genetik mencakup pangan olahan yang diproduksi, bahan baku pangan, bahan tambahan pangan, dan/atau bahan lain yang dihasilkan dari proses rekayasa genetik.
Namun pemanfaatan pangan PRG mengundang kekhawatiran bahwa pangan tersebut mungkin dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia, antara lain alergi, adanya transfer gen, dan menimbulkan penyakit (kanker,AIDS dan flu). Oleh karenanya, kemungkinan timbulnya risiko perlu diminimalkan melalui pengkajian yang dilakukan dengan pendekatan kehati-hatian (precautionary approach).
Di Indonesia, pangan produk rekayasa genetik tidak dapat diedarkan begitu saja karena BPOM mewajibkan persetujuan keamanan pangan sebelum produk tersebut beredar.
Indonesia sudah mengatur peredaran pangan PRG. Sebelum diedarkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat,pangan PRG harus dikaji terlebih dahulu. Kebijakan ini telah dimulai sejak tahun 1996 pada saatdisahkannya UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan saat ini telah direvisi menjadi UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Selain itu, Indonesia telah meratifikasi Cartagena Protocol on Bio-safety to the Convention on Biological Diversity menjadi Undang – Undang No. 21 Tahun 2004 tentang Pengesahan Cartagena Protocol on Bio-Safety to The Convention on Biological Diversity dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penerapan PRG.
BPOM menjelaskan bahwa persetujuan keamanan pangan PRG diberikan setelah pengkajian terhadap informasi genetik serta aspek keamanan pangan seperti kesepadanan substansial, alergenisitas dan toksisitas.
Kepala BPOM Taruna Ikrar telah menetapkan Peraturan BPOM Nomor 19 Tahun 2024 tentang Pengawasan Pangan Produk Rekayasa Genetik. Peraturan ini diterbitkan sebagai penyesuaian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang erat kaitannya dengan proses produksi pangan produk rekayasa genetik (PRG), serta perkembangan hukum di bidang pangan olahan.
Kajian ilmiah yang diterbitkan dalam laman tandfonline pada 2026 juga tidak menemukan hubungan sebab-akibat yang konsisten antara konsumsi makanan GMO dengan kanker, toksisitas reproduksi, alergi maupun penyakit kronis lainnya.
Bukti saat ini tidak mendukung hubungan sebab-akibat yang konsisten antara konsumsi GMO dan kanker, toksisitas reproduksi, alergi, atau penyakit kronis lainnya.
Di berbagai negara dalam berbagai kategori penyakit, tidak ada keselarasan temporal yang konsisten yang diamati antara otorisasi GMO dan perubahan insiden penyakit, dan analisis titik putus gabungan menunjukkan pola heterogen dengan perkiraan yang sering tumpang tindih dengan nol. Secara keseluruhan, temuan tersebut tidak memberikan dukungan epidemiologis yang konsisten untuk hubungan antara konsumsi GMO dan penyakit kronis utama.
Hal ini sejalan dengan laporan National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine yang menyatakan tidak ditemukan bukti kuat bahwa tanaman hasil rekayasa genetika yang telah dikomersialkan memiliki risiko berbeda terhadap kesehatan manusia dibandingkan tanaman hasil pemuliaan konvensional.
Klaim mengenai GMO sebagai bagian dari agenda “depopulasi” juga tidak didukung bukti ilmiah, sementara AFP mencatat bahwa narasi tersebut merupakan bagian dari teori konspirasi yang telah berulang kali dibantah.
Video pemberitaan yang digunakan dalam unggahan tersebut sebelumnya diunggah oleh akun resmi Daily Mail dan membahas kasus keracunan terkait program MBG, bukan bukti mengenai dampak makanan GMO terhadap gen manusia.
Baca juga:Hoaks Dedi Sebut Jawa Barat Siap Jadi Tempat Uji Vaksin TB
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan bahwa konsumsi makanan GMO dapat mengubah struktur gen manusia dan merupakan bagian dari agenda depopulasi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tidak ditemukan bukti ilmiah yang membenarkan klaim tersebut, sedangkan pangan GMO yang beredar melalui mekanisme regulasi telah menjalani pengkajian keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
BPOM menegaskan bahwa setiap produk GMO sudah dikaji dan diperiksa secara ketat dari sisi keamanannya, baik dari komposisi nutrisi, termasuk dari sejumlah isu potensial lainnya, sebelum produk dapat dijual di pasaran.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2328__znnid=297__cb=ba5304bbe0__oadest=https%3A%2F%2Fwww.yamaha-motor.co.id%2Fproduct%2Fgrand-filano%2F
https://web.facebook.com/cahaya.simarmata.732609/posts/2860764477623697/?_rdc=1&_rdr#
https://archive.ph/cwLka
https://tirto.id/payment/?article_id=1540100&article_slug=%2Ftidak-benar-makanan-mengandung-gmo-ubah-struktur-gen-manusia-hDzx&article_title=Tidak+Benar%2C+Makanan+Mengandung+GMO+Ubah+Struktur+Gen+Manusia&article_url=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Ftidak-benar-makanan-mengandung-gmo-ubah-struktur-gen-manusia-hDzx&author_id=tim-riset-tirto&author_name=Tim+Riset+Tirto&sig=dff684842929d6f1357c177dd10b437c2c6524bc7ee70286cddfcc14efe6f9ef
https://www.instagram.com/reel/Dc7-35pz0v-/?stkn=MWludDNvbXpuOHpjYg==
https://tirto.id/hoaks-rekayasa-vaksin-hantavirus-dibuat-moderna-sejak-2023-hAdt
https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.C8V24KF
https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/klarifikasi-penjelasan-tentang-isu-keamanan-pangan-produk-rekayasa-genetik
https://www.pom.go.id/siaran-pers/kepala-bpom-atur-pengawasan-peredaran-pangan-produk-rekayasa-genetik-untuk-dukung-ketahanan-pangan-dalam-negeri
https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/21645698.2026.2634489
https://nap.nationalacademies.org/resource/23395/GE-crops-report-brief.pdf
https://tirto.id/hoaks-dedi-sebut-jawa-barat-siap-jadi-tempat-uji-vaksin-tb-hb7H
Publish date : 2026-10-09
Hal Menarik Lainnya...