Keliru: Tsunami Aceh 2004 Bagian dari Uji Coba Nuklir Amerika Serikat
NARASI dengan klaim gempa bumi dan tsunami Aceh tahun 2004 bagian dari operasi uji coba nuklir oleh militer Amerika Serikat, beredar di Threads [arsip], Facebook, dan TikTok pada awal Januari 2026.
Narasi tersebut mengeklaim informasi itu tertuang dalam dokumen declassified bernomor FOIA CIA F-2013-00698 dan F-2017-00427 mengenai operasi rahasia bernama Operation Tidal Wave. Operasi ini disebut mengungkap uji coba nuklir bawah laut di Samudra Hindia pada 2004-2005 atau underwater nuclear test series Indian Ocean 2004-2005.
Guna meyakinkan pembaca, konten tersebut menyodorkan bukti berupa kehadiran kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln di lokasi bencana. Selain itu, mereka mengaitkan kegiatan eksploitasi minyak dan gas oleh perusahaan Amerika, Exxonmobil, di Aceh pascabencana sebagai dalih kepentingan ekonomi di balik tragedi tersebut.
Namun, benarkah bencana gempa dan tsunami di Aceh pada 2004 karena uji coba nuklir dari Amerika Serikat?
Tempo memverifikasi konten itu dengan membandingkan narasinya pada informasi-informasi terkonfirmasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, klaim-klaim dalam konten itu keliru.
Berbagai penelitian dan bukti-bukti geologi telah menunjukkan, tsunami 2004 disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 9,2 SR yang berpusat di Samudra Hindia, sekitar 250 km dari pantai barat Aceh. Getaran gempa memicu gelombang laut setinggi 30 meter yang meluluhlantakkan pesisir Aceh, Sumatera Utara, Thailand, Sri Lanka, India, dan bahkan pantai timur Afrika. Jumlah korban jiwa di seluruh dunia diperkirakan mencapai 227 ribu orang dengan Indonesia menyumbang sebagian besar angka tersebut.
Gempa itu terjadi akibat pergeseran dua lempeng tektonik di Samudra Hindia yang menyebabkan patahan naik (thrust fault). Panjang patahan mencapai 500 kilometer, atau kira-kira jarak dari Jakarta ke Yogyakarta, dengan lebar sekitar 150 kilometer. Pergeseran lempeng di sepanjang patahan ini mencapai lebih dari 20 meter, sehingga menciptakan energi luar biasa yang memicu gelombang tsunami setinggi 35 meter atau setara dengan tinggi gedung 10 lantai.
Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Prof. Harkunti P. Rahayu mengatakan gempa dan tsunami Aceh 2004 merupakan bencana alam. Salah satu buktinya yakni bekas sumber gempa membentuk garis di lantai laut (seabed rupture) sepanjang 1.600 kilometer. Gempa tersebut juga meningkatkan wilayah geografis di tempat gelombang diamati, hingga mencapai Meksiko, Chili, dan Arktik.
“Rupture terlihat dari satelit maupun pengamatan langsung di laut,” kata Harkunti pada Tempo, Minggu, 11 Januari 2026.
Sebelum tsunami 2004, para peneliti menemukan jejak pengangkatan terumbu karang di Pulau Simeulue, Aceh, yang menyebabkan tsunami purba pada 1394 dan 1450 M. Lokasi ini berada tepat di atas bagian selatan zona patahan gempa tahun 2004, sekitar seratus kilometer dari pantai Sumatra bagian utara.
Titik-titik hitam menunjukkan tiga lokasi yang menyimpan catatan pengangkatan dari masa prasejarah dan kejadian tsunami. (Sumber: Sieh, dkk, 2014).
Penelitian tersebut menjadi bukti, pergeseran lempeng bumi di wilayah tersebut menjadi penyebab tsunami 2004 termasuk dua tsunami purba.
Tempo tidak menemukan dokumen declassified berkode F-2013-00698 dan F-2017-00427 terkait Operation Tidal Wave maupun underwater nuclear test series Indian Ocean 2004-2005 dalam situs CIA, National Archives, dan Library of Congress Research.
Dokumen declassified artinya arsip rahasia yang status kerahasiaannya telah dicabut atau diturunkan. Saat dokumen dikategorikan declassified maka masyarakat umum dapat mengaksesnya melalui sejumlah situs pemerintah Amerika Serikat.
Kode F yang diikuti tahun dan lima nomor di belakangnya adalah format kode untuk mengajukan permohonan informasi ke sejumlah badan publik di Amerika Serikat. Dengan demikian F-2013-00698 dan F-2017-00427 bukan kode sebuah arsip, melainkan kode tiket permohonan informasi atau permintaan salinan dokumen.
Namun dalam log permohonan informasi CIA yang dipublikasikan website non-pemerintah Government Attic dan The Black Vault, tak ada permohonan bernomor F-2013-00698 dan F-2017-00427 tentang “Operation Tidal Wave” maupun "underwater nuclear test series Indian Ocean 2004–2005."
Operation Tidal Wave bukanlah operasi uji coba nuklir di Samudera Hindia. Istilah tersebut adalah nama operasi angkatan udara Amerika Serikat yang menargetkan ladang minyak di Ploesti, Rumania, tahun 1943, menurut laman Museum Angkatan Udara Amerika Serikat.
Narasi tersebut beredar pertama kali pada 2021, setelah salah satu situs konspirasi mengaitkan tsunami 2004 dipicu oleh ledakan nuklir.
Terakhir, narasi yang beredar mengatakan kapal induk USS Abraham Lincoln berada di dekat Aceh saat kejadian, dan ExxonMobil masuk ke Aceh setelah tsunami, juga merupakan klaim yang keliru.
Dilansir Antara, saat tsunami terjadi, kapal induk Nimitz Class milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) itu sedang berlabuh di Hongkong. Kanal Aceh melaporkan salah satu personil USS Abraham Lincoln, Brigadir Jenderal Carla River, bercerita saat kejadian mereka berada di perairan Jepang.
Tim kapal induk tersebut menerima permintaan melakukan operasi kemanusiaan di Aceh dengan menempuh 36 jam perjalanan. Selain itu, mereka merawat sebagian penyintas di atas kapal.
Sementara perusahaan Exxon, sesungguhnya telah beroperasi di Aceh sejak tahun 1999 setelah membeli Mobil Oil Indonesia. Mobil Oil Indonesia sebelumnya telah beroperasi di Aceh sejak 1970 setelah menemukan cadangan gas alam di dekat kota Lhoksukon.
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gempa bumi dan tsunami Aceh tahun 2004 adalah klaim keliru. Poin-poin klaim di dalamnya telah terbantahkan dengan informasi terkonfirmasi dari sumber-sumber kredibel.
https://www.threads.com/@ameena___zahra/post/DTBnXB4E7W0/ditemukan-lagi-tcf-gas-miliar-barel-kondensat-helsinki-accord-gam-dipaksa-damai
https://perma.cc/G3M9-QPXB
https://www.facebook.com/photo/?fbid=1428002055554496&set=a.623288602692516
https://www.tiktok.com/@ikbal_bagaskara/photo/7591036717671435527
https://theconversation.com/refleksi-20-tahun-tsunami-aceh-waspada-ancaman-megathrust-dan-alarm-perbaikan-mitigasi-bencana-243363
https://www.researchgate.net/publication/269468482_Penultimate_Predecessors_of_the_2004_Indian_Ocean_tsunami_in_Aceh_Sumatra_Stratigraphic_Archeological_and_Historical_Evidence
https://www.governmentattic.org/documentsAllOtherLogs.html
https://documents.theblackvault.com/documents/foia/CIA-2013-LOG.pdf
https://www.nationalmuseum.af.mil/Visit/Museum-Exhibits/Fact-Sheets/Display/Article/1519651/operation-tidalwave-ploesti-august-1-1943/
https://www.quora.com/Is-there-any-evidence-that-suggests-the-2004-Indian-Ocean-earthquake-and-tsunami-were-catalyzed-by-a-nuclear-weapon-detonated-strategically-and-intentionally
/cdn-cgi/l/email-protection#1675737d70777d62775662737b6679387579387f72
Publish date : 2026-01-13
Hal Menarik Lainnya...