Tidak Benar, Vaksin TBC Mengandung Nanobots

tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim vaksin TBC mengandung nanobots dan bisa menyebabkan anak menjadi autis, bahkan cepat meninggal.

Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Edward Fautngil” (arsip) pada Rabu (28/05/2025). Unggahan video berdurasi 1 menit 29 detik tersebut menampilkan beberapa potongan video yang disatukan. Video utama memperlihatkan seorang pendeta laki-laki berambut putih seolah-olah tengah berbicara terkait vaksin TBC tersebut, dan di bagian bawah ditambahkan video lain yang menampilkan gambar perempuan berhijab.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“Sekarang kan ada vaksin TBC, sodara. Lah kok tiba-tiba di RW ini kok ada penyakit TBC? Aneh nggak? Pernah nggak sodara berpikir, eh keluar penyakit TBC? Katanya, katanya, sodara. Padahal itu supaya vaksinnya bisa dimasukkan pada orang. Saya katakan, jangan mau vaksin TBC. Dalamnya itu bukan obat TBC, bukan, sodara. Ada nanobotnya di dalam. Anak-anak sekolah sekarang sudah mulai diberitahu, siap-siap untuk menerima vaksin TBC. Kemudian yang di luar negeri, orang divaksin bisa berubah jadi autis. Bayangkan, sodara.

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

Orang dewasa divaksin jadi autis.

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

Wong negara-negara lain menolak kok Indonesia dijadikan kelinci percobaan kok mau. Terang-terangan lho. Bill Gates mengatakan Indonesia menjadi kelinci percobaan. Maka saya dalam grup siap-siap untuk terima vaksin, menyehatkan, biar cepet, cepet modar, sodara.” Begitu narasi yang diucapkan dalam video.

Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (07/05/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 78 likes, 9 komentar, 16 kali dibagikan, dan 894 tayangan. Unggahan serupa juga ditemui pada akun Facebook berikut ini (arsip).

Lantas, benarkah vaksin TBC mengandung nanobots?

Baca juga:Tidak Benar, Vaksin COVID Sebabkan Kematian Mendadak

Periksa Fakta Vaksin TBC. foto/hotline periksa fakta tirto

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari laman UNAIR, nanobot atau nanorobot adalah mesin mikroskopis berukuran 1 hingga 100 nanometer yang dirancang untuk melakukan tugas medis spesifik di tingkat seluler atau molekuler di dalam tubuh manusia. Teknologi ini berpotensi merevolusi pengobatan melalui pengantaran obat terarah, penghancuran sel kanker, hingga regenerasi jaringan.

Kemudian Tirto mengetikkan kata kunci “Vaksin TBC mengandung nanobots” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan ke laman Tempo.co yang menyatakan bahwa klaim vaksin TBC berisi elemen nanobots adalah keliru. Narasi yang disebarkan tersebut tidak berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.

Kandidat vaksin TBC baru yang dibiayai oleh Bill Gates adalah M72/AS01E. Menurut Aliansi Vaksin (GAVI) dan ScienceDirect, vaksin ini dibangun berdasarkan protein fusi bernama M72 yang menggabungkan fragmen dari dua protein yang terdapat pada Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB. Untuk meningkatkan respons imun tubuh, vaksin ini juga mengandung adjuvan bernama AS01E yang juga digunakan untuk meningkatkan respons imun terhadap vaksin malaria dan vaksin herpes zoster Shingrix. Tidak ada nanobots dalam komposisi bahan vaksin TBC.

Adapun video yang beredar ditemukan pada akun YouTube Lukas Sutrisno pada 17 Mei 2025 berjudul Musuh yang Harus Kita Kalahkan. Potongan video yang menyebar tersebut terdapat pada menit ke-32.29 sampai 36.59. Video tersebut berisi nasihat dan khotbah Lukas kepada jemaatnya.

Melansir laman Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Indonesia resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin TBC berbasis inhalasi pertama di dunia. Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus (dr. Benny) menyebut langkah ini sebagai bagian dari program nasional pemberantasan TBC yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Pemberantasan TBC adalah program hasil terbaik cepat dari Presiden Prabowo yang harus segera direalisasikan,” demikian keterangan dr. Benny saat meninjau pelaksanaan uji klinis di RS Islam Jakarta, Kamis (13/11).

Dokter Benny menambahkan, kebutuhan anggaran untuk program pemberantasan TBC secara nasional diperkirakan mencapai Rp10–20 triliun, termasuk dukungan sosial bagi pasien dari keluarga miskin.

“Karena kami bukan hanya mengobati pasien TBC, tapi nanti rumah pasien TBC yang miskin akan dibantu renovasi. Pemberian makanan bergizi dari Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja juga akan dilibatkan,” jelas dr. Benny.

Pemerintah menargetkan penurunan kasus TBC dari 380 menjadi 65 kasus per 100 ribu penduduk, agar Indonesia sejajar dengan negara maju dalam pengendalian TBC. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan vaksin ini.

“Bukti dukungan kami berupa persetujuan pelaksanaan uji klinis fase 1 yang sudah kami keluarkan dan sampaikan,” begitu keterangan Taruna.

Kementerian Kesehatan RI dalam akun Instagram resminya membantah klaim yang menyebutkan bahwa uji klinis vaksin TBC untuk membahayakan masyarakat. Informasi yang mengatakan bahwa uji klinis vaksin TBC M72 bertujuan untuk membunuh masyarakat Indonesia adalah tidak benar.

Proses uji klinis vaksin ini telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.

Menurut BBC, pelaksanaan program uji klinis vaksin TBC yang disponsori The Gates Foundation memang menimbulkan kecurigaan publik perihal risiko dan dampak kesehatan yang mungkin dialami para pesertanya. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membantah tuduhan perihal "kelinci percobaan" ini dan menyebutkan bahwa vaksin yang diuji secara ilmiah terbukti aman.

“Ini bukan kelinci percobaan. Justru harus nurut karena sudah terbukti bahwa Covid saja turun. Dulu juga banyak yang bilang ke teman-teman, kan. Ada chip-nya, ada apalah itu,” begitu keterangan Budi selepas peluncuran program pemberantasan TBC di kantor Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (09/05), seperti dikutip Tempo.

Dalam laman National Library of Medicine, klaim bahwa vaksin bisa menyebabkan autisme juga sudah dibantah berkali-kali oleh penelitian ilmiah dari berbagai negara. Senada dengan rangkuman Tirto dalam “Salah, Vaksin Sebabkan Autisme,” sejumlah penelitian berskala besar justru membuktikan tidak ada kaitan antara vaksin dengan Autism Spectrum Disorder maupun penyakit lain, sebagaimana diklaim.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisas) memang mungkin terjadi, namun umumnya ringan, dapat ditangani, dan tidak menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Sementara KIPI berat sangat jarang ditemukan serta bisa dikendalikan dengan penanganan medis yang tepat.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan vaksin TBC mengandung nanobots dan dapat menyebabkan autisme bahkan kematian adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

Baca juga:FDA Blokir Riset Soal Keamanan Vaksin Covid-19 & Herpes Zoster

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa vaksin TBC mengandung nanobots dan menyebabkan autisme sampai kematian adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

Hasil penelitian membuktikan bahwa vaksin M72/AS01E dibangun berdasarkan protein fusi bernama M72 yang menggabungkan fragmen dari dua protein yang terdapat pada Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB, dan tidak mengandung nanobots.

Kementerian Kesehatan RI membantah klaim tersebut. Proses uji klinis vaksin TBC M72 telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

https://www.facebook.com/reel/521287547617129
https://archive.today/1W2Tg
https://www.facebook.com/reel/1257061802524881
https://archive.ph/LeIYT
https://tirto.id/tidak-benar-vaksin-covid-sebabkan-kematian-mendadak-hvyX
https://ftmm.unair.ac.id/nanobot-sebagai-pendorong-revolusi-industri-4-0-di-bidang-kesehatan/
https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-vaksin-tbc-berisi-elemen-nanobots-1725613
https://www.gavi.org/vaccineswork/how-new-vaccines-could-revolutionise-our-relationship-tuberculosis#:~:text=Vaccine%20frontrunner-,While%20there%20are%20at%20least%2020%20TB%20vaccine%20candidates%20for,the%20bacterium%20that%20causes%20TB.
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405844024022242
https://www.youtube.com/watch?v=iZN4e7HQy1c
https://kemkes.go.id/id/indonesia-lakukan-uji-klinis-fase-1-vaksin-tbc-inhalasi-pertama-di-dunia
https://www.instagram.com/reels/DJgDLzFh566/
https://www.bbc.com/indonesia/articles/cz63jlwll6eo
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2831678/
https://tirto.id/salah-vaksin-sebabkan-autisme-hfXP
https://tirto.id/fda-blokir-riset-soal-keamanan-vaksin-covid-19-herpes-zoster-hvBV

Publish date : 2026-05-08