Cek Fakta: Hoaks Tabel Sistem Desil Terbaru dari Kemensos
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang diklaim sebagai tabel sistem desil terbaru dari Kementerian Sosial (Kemensos). Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 12 Agustus 2026.
Dalam postingannya terdapat tabel yang berisi klasifikasi kesejahteraan berdasar kelompok desil, kategori ekonomi, estimasi pengeluaran, profil kepemilikan aset dan status bantuan sosial.
Di dalam tabel kelompok desil satu disebut sebagai keluarga yang punya penghasilan atau pengeluaran kurang dari Rp 480 ribu. Sementara desil 10 disebut sebagai keluarga dengan penghasilan atau pengeluaran lebih dari Rp 12 juta.
Akun itu menambahkan narasi "Kok desil saya naik, ? Cek tabel ini ya gays"
Lalu benarkah postingan yang diklaim sebagai tabel sistem desil terbaru dari Kementerian Sosial (Kemensos)?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Kemensos. Bantahan itu diunggah dalam akun resmi Kemensos di Instagram @kemensosri pada 25 Juni 2026.
Berikut isi pernyataan dari Kemensos:
"Belakangan ini beredar infografis “Sistem Desil Terbaru 2026” yang mengaitkan desil dengan nominal pengeluaran, kondisi rumah, hingga status bantuan sosial. Faktanya, infografis tersebut bukan dibuat oleh Kementerian Sosial.
Melalui Kepmensos Nomor 22/HUK/2026, peringkat kesejahteraan dalam DTSEN digunakan sebagai peringkat kesejahteraan keluarga dari desil 1 hingga desil 10, di mana:
Desil 1 merupakan 10% kelompok kesejahteraan terbawah,
Desil 2 adalah 10% di atasnya dan seterusnya sampai Desil 10 adalah 10% kelompok kesejahteraan paling sejahtera.
Perlu diketahui:
DTSEN tidak digunakan untuk mengategorikan masyarakat berdasarkan besaran pengeluaran per kapita per bulan.
BPS tidak pernah mempublikasikan besaran pengeluaran berdasarkan desil.
Informasi yang mencantumkan nominal pengeluaran dan label kesejahteraan tertentu bukan merupakan informasi resmi dari Kemensos maupun BPS.
Bijak bermedia sosial dimulai dari satu langkah sederhana: cek sumbernya sebelum membagikannya.
Mari bersama melawan hoaks dan memastikan informasi yang kita sebarkan berasal dari sumber yang terpercaya."
Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan penjelasan dari Badan Pusat Statistik (BPS) di akun Instagram resminya, @bps_statistics pada 3 Maret 2026.
Dalam unggahan tersebut BPS menjelaskan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan amanat Inpres No. 4 Tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) ditugaskan untuk menetapkan sumber data, menyusun, mengelola, dan memutakhirkan DTSEN.
DTSEN merupakan data yang dinamis dan terus dimutakhirkan. Dalam pemutakhiran DTSEN, dikelompokkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan berbagai indikator, seperti identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi dan kualitas tempat tinggal, akses sanitasi dan air minum, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan aset, hingga kepemilikan usaha.
Variabel-variabel inilah yang digunakan untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang disebut desil.
Postingan yang diklaim sebagai tabel sistem desil terbaru dari Kementerian Sosial (Kemensos) adalah hoaks.
https://www.instagram.com/p/DaA7tAwmm0o/?img_index=2
https://www.instagram.com/p/DVaH_IEkqnr/?img_index=6
Publish date : 2026-08-13
Hal Menarik Lainnya...