Salah, Isi BBM Nominal Ganjil & Speed Nozzle Hindari Kecurangan
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim fakta mengejutkan seputar pengisian bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang jarang diketahui terkait kecurangan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Pul Basry” (arsip) pada Minggu (9/8/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan seseorang tengah menggambar ilustrasi kartun dengan narator menjelaskan bahwa masyarakat dapat menghindari kecurangan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan tidak menggunakan nominal bulat, seperti Rp50 ribu, Rp100 ribu, atau Rp200 ribu.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Video tersebut menyebut pembelian BBM dengan nominal ganjil atau berdasarkan jumlah liter, seperti tiga liter, dapat mencegah mesin dispenser menggunakan “program curang” yang menyebabkan volume BBM yang diterima konsumen berkurang.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Coba ngaku, berapa kali lo ke pom bensin terus bilang Bang, isi 50 ribu ya. Mulai detik ini, stop kebiasaan itu, karena ucapan sepele ini, tanpa lo sadar bikin bensin lo diem-diem dirampok tiap hari. Mesin pom bensin jaman sekarang itu pada dasarnya adalah komputer dan oknum nakal tau persis kebiasaan 90% orang kita.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Kita selalu beli bensin pake angka bulat yang rapi 50 ribu, 100 ribu, atau 200 ribu. Karena angka ini terus-terusan dipake, oknum bisa masukin program rahasia pas petugas neken tombol cepat angka bulat tersebut. Takarannya otomatis berubah, bensin yang ngocor ke tangki lo dikurangi secara sistematis oleh mesin, tapi plot twistnya bukan cuma disitu. Ada rahasia lain yang bakal bikin lo kaget.
Coba perhatiin tangan petugas pas neken tuas gagang selang bensin tuas itu punya 3 gigi kecepatan. Kalau petugasnya neken tuas sampai mentok maksimal bensin bakal keluar deras banget. Masalahnya, aliran super deras ini nyiptain busa tebal di dalam tangki motor lo. Busa ini makan banyak ruang kosong. Akibatnya, sensor di ujung selang bakal langsung bunyi ceklek dan berhenti mendadak. Mesin ngebaca tangki lo udah penuh, padahal isinya cuma busa doang. Lo bayar mahal buat beli angin, bukan bensin asli.
Nah, disinilah bagian paling serunya. Buat ngalahin sistem curang ini, lo harus ngerusak pola mesinnya. Jangan kasih kesempatan mesin pake program cepat mereka. Caranya gampang banget buat dipraktikin tiap hari.
Beli bensin pake hitungan liter, bilang aja ke petugasnya, bang tolong isi 3 liter ya, dan trik simple ini bakal ngubah segalanya. Pas lo nyebut angka liter, petugas terpaksa ngetik angkanya secara manual. Mesin komputer di pom bensin gak bisa pake jalan pintas lagi. Takaran cairan yang keluar bakal jauh lebih akurat atau coba trik beli bensin dengan nominal ganjil. Misalnya 51.500 rupiah, angka ganjil ini ampuh banget buat ngacauin program curang di mesin.
Kejahatan kecil ini keliatannya emang cuma ngambil beberapa tetes bensin lo. Tapi coba kaliin sama jutaan motor di jalanan tiap hari, oknum nakal ngeruk miliaran rupiah dari dompet kita tanpa ketahuan. Mulai sekarang, jadilah pembeli yang lebih pinter. Pake takaran liter, rusak polanya, dan selamatin uang lo hari ini. Gimana? Udah mulai melek finansial atau malah makin kena mental? Coba komen di bawah rahasia gelap bisnis atau trik keuangan. Apalagi yang pengen kita bongkar bareng di video selanjutnya. Sebelum lanjut scrolling, tonton satu video logika rupiah lainnya. Bisa jadi informasi berikutnya menyelamatkan uangmu.” Begitu narasi yang diucapkan narator dalam video.
Selain itu, dalam video berdurasi 2 menit 23 detik video tersebut juga mengklaim bahwa penggunaan speed nozzle pada tingkat tinggi dapat menghasilkan busa di dalam tangki sehingga sensor nozzle berhenti sebelum BBM yang diterima sesuai dengan jumlah yang dibayar.
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (13/8/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2 ribu tanda suka, 144 komentar, dan 793 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian warganet mengatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan beberapa komentar mengakui kebenarannya.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Kang Dhie,” “Ali Mochtar,” “Pideme Loque Quieras,” YouTube @AssyifaKhairunnisa-v4c, dan akun TikTok @dmoelya28.
Lantas, benarkah masyarakat harus mengisi BBM dengan nominal ganjil dan menggunakan speed nozzle tertentu untuk menghindari kecurangan SPBU?
Baca juga:Benarkah Nitrogen Ban Bikin BBM Lebih Irit? Ini Penjelasannya
Periksa Fakta Pengisian BBM. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Melansir laman Pertamina Patra Niaga, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa nominal pembelian BBM, baik ganjil maupun genap, tidak menentukan akurasi volume BBM yang diterima konsumen. Pengaturan speed nozzle juga tidak memengaruhi takaran BBM yang dikeluarkan dispenser.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa speed nozzle tidak memiliki kaitan dengan akurasi takaran BBM yang dikeluarkan oleh dispenser SPBU.
“Kecepatan nozzle hanya mengatur laju aliran BBM, bukan volume atau takaran yang diberikan. Speed satu merupakan kecepatan paling lambat, sedangkan speed tiga adalah kecepatan paling cepat. Setiap dispenser di SPBU Pertamina sudah melalui proses kalibrasi dan tera ulang secara rutin, untuk memastikan volume BBM yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah yang ditampilkan,” begitu keterangan VP Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari dikutip dari Pertamina, Rabu (6/8/2025).
Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Pertamina untuk memverifikasi klaim tersebut. Kepada Tirto, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa volume BBM yang disalurkan mengacu pada nominal yang dipilih konsumen. Sementara itu, speed nozzle hanya berfungsi mengatur laju aliran BBM, bukan volume BBM yang dikeluarkan.
Dengan demikian, penggunaan speed 1, 2, maupun 3 tidak menyebabkan perbedaan takaran. Pernyataan serupa sebelumnya juga disampaikan Pertamina Patra Niaga dalam klarifikasi mengenai informasi menyesatkan soal speed nozzle.
Pertamina juga membantah anggapan bahwa pengisian dengan speed tinggi membuat takaran BBM menjadi lebih sedikit karena sistem pengukuran dispenser bekerja secara terpisah dari pengaturan kecepatan aliran. Kecepatan nozzle hanya menentukan seberapa cepat BBM mengalir, bukan jumlah BBM yang dihitung oleh dispenser.
Selain itu, dispenser BBM di SPBU Pertamina menjalani proses kalibrasi dan tera ulang secara rutin untuk memastikan volume BBM yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah yang tertera pada dispenser. Karena itu, tidak ada dasar untuk menyebut pembelian dengan nominal ganjil, seperti Rp51.500, merupakan cara untuk “mengacaukan” sistem dispenser atau mencegah dugaan program kecurangan.
Klaim mengenai busa yang menyebabkan konsumen membayar “angin” juga tidak dapat dijadikan bukti bahwa speed nozzle tertentu membuat volume BBM yang tercatat dispenser menjadi tidak sesuai. Penjelasan Pertamina menyebut akurasi takaran ditentukan oleh sistem penghitungan volume, yang terpisah dari pengaturan laju aliran nozzle.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa nominal pembelian, baik ganjil maupun genap, tidak menentukan takaran BBM yang diterima konsumen. Sementara itu, speed nozzle hanya mengatur laju aliran BBM dan tidak memengaruhi volume yang dikeluarkan dispenser.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap dapat membeli BBM berdasarkan nominal rupiah maupun jumlah liter sesuai kebutuhan. Jika menemukan dugaan ketidaksesuaian takaran di SPBU Pertamina, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Pertamina Call Center 135.
Sebagaimana dalam pemberitaan Tirto, Pihak Pertamina, sebagai penyedia bahan bakar di Indonesia, menegaskan bahwa pengaturan pedal nozzle juga tidak ada kaitannya dengan akurasi takaran BBM yang dikeluarkan oleh dispenser SPBU.
Pengisian bahan bakar dengan kecepatan tertinggi hanya mengatur laju aliran namun tidak terkait dengan takaran atau volume BBM yang masuk. Setiap dispenser SPBU Pertamina juga telah melalui proses kalibrasi dan tera ulang untuk memasukan BBM yang keluar sesuai dengan yang dibayarkan.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan pengisian BBM harus menggunakan nominal ganjil atau ukuran liter agar tidak terjadi kecurangan dalam aliran BBM pada saat pengisian adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.
Baca juga:Pertamina Dorong Potensi Gas Pangkah untuk Industri Jatim
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan, klaim bahwa membeli BBM dengan nominal ganjil atau berdasarkan liter dapat menghindari “program curang” pada dispenser SPBU dan penggunaan speed nozzle tertentu menyebabkan konsumen menerima BBM lebih sedikit bersifat bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Pertamina Patra Niaga memastikan nominal pembelian dan speed nozzle tidak menentukan takaran BBM yang diterima konsumen. Dispenser BBM juga menjalani kalibrasi dan tera ulang secara rutin untuk memastikan volume BBM sesuai dengan yang ditampilkan.
Speed nozzle tidak memiliki kaitan dengan akurasi takaran BBM yang dikeluarkan oleh dispenser SPBU dan akurasi takaran ditentukan oleh sistem penghitungan volume, yang terpisah dari pengaturan laju aliran nozzle.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
https://web.facebook.com/reel/2209534453776126
https://archive.today/gVg8j
https://web.facebook.com/reel/2048874799046867
https://web.facebook.com/reel/1598646188275398
https://web.facebook.com/reel/921189913725203
https://youtube.com/shorts/llA2BvbhGa0?si=iana7EZI4VWOGRyd
https://vt.tiktok.com/ZS4ECE3jG/
https://tirto.id/nitrogen-ban-bikin-bbm-lebih-irit-ini-penjelasan-sainsnya-hAdS
https://pertaminapatraniaga.com/news/awas-hoaks-kecepatan-nozzle-tidak-pengaruhi-takaran-bbm
https://tirto.id/tidak-benar-kecurangan-isi-bbm-dengan-mengatur-speed-nozzle-spbu-hfrW?utm_source=chatgpt.com
https://tirto.id/pertamina-dorong-potensi-gas-pangkah-untuk-industri-jatim-hAZh
Publish date : 2026-08-13
Hal Menarik Lainnya...