Hoaks! Prabowo pinjam dana Rp500 triliun dari Korea dan Jepang untuk MBG dan Kopdes

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto yang sedang berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Di belakang kedua pemimpin tersebut terlihat latar belakang bendera Indonesia dan Korea Selatan.

Unggahan tersebut menarasikan bahwa Presiden Prabowo menerima pinjaman dana dari Korea Selatan dan Jepang senilai Rp500,5 triliun untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).

Unggahan itu juga menyebut total utang negara telah mencapai Rp15.000 triliun.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“PRESIDEN PRABOWO RESMI MENERIMA PINJAMAN DANA DARI KOREA DAN JEPANG SENILAI 500,5 TRILIYUN UNTUK MELANJUTKAN PROGRAM MBG DAN KOPDES

TOTAL HUTANG NEGARA MENCAPAI 15000 TRILIYUN”

Namun, benarkah Prabowo meminjam dana Rp500,5 triliun dari Korea Selatan dan Jepang untuk membiayai MBG dan Kopdes?



Berdasarkan penelusuran, foto dalam unggahan tersebut serupa dengan foto dalam artikel Detik ini yang memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Seoul pada 1 April 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Korea Selatan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dilansir dari ANTARA, dalam kunjungan tersebut Presiden Prabowo menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Korea Selatan.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain ekonomi, energi, digital, kesehatan, kecerdasan buatan, mineral kritis, energi bersih, serta kerja sama keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.

Pertukaran MoU tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia dan Korea Selatan untuk memperkuat kemitraan strategis dan kerja sama lintas sektor. Dalam informasi tersebut, tidak disebutkan bahwa Indonesia menerima pinjaman senilai Rp500,5 triliun dari Korea Selatan untuk membiayai program MBG dan Kopdes.

Sementara itu, Indonesia juga memperkuat kerja sama ekonomi dengan Jepang. Dilansir dari Kemenko Perekonomian, pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani 10 nota kesepahaman dengan total nilai kerja sama sekitar USD23,1 miliar atau Rp392,7 triliun.

Namun, nilai tersebut merupakan total nilai kerja sama dalam berbagai sektor, bukan pinjaman sebesar Rp392,7 triliun. Kerja sama tersebut mencakup bidang transisi energi dan pertumbuhan hijau, transformasi industri dan hilirisasi, serta penguatan rantai pasok global.

Adapun berdasarkan laporan Bank Indonesia, posisi utang luar negeri Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar USD444,4 miliar atau sekitar R7.921,67 triliun (kurs acuan Rp17.826).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo menerima pinjaman Rp500,5 triliun dari Korea Selatan dan Jepang untuk melanjutkan program MBG dan Kopdes adalah tidak benar. Informasi mengenai kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan dan Jepang telah disalahartikan sebagai pinjaman untuk membiayai program pemerintah.

Klaim: Prabowo pinjam dana Ro500 triliun dari Korea dan Jepang untuk MBG dan Kopdes

Rating: Hoaks

Pewarta: Tim JACX

Editor: M Arief Iskandar

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

https://www.facebook.com/photo/?fbid=1787161312308245&set=a.103181404039586
https://news.detik.com/foto-news/d-8424454/perkuat-hubungan-prabowo-bertemu-presiden-lee-jae-myung-di-korsel?page=3
https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/6863/indonesia-jepang-jalin-kemitraan-strategis-yang-makin-bergerak-maju-dan-berkelanjutan-di-masa-depan
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2813726.aspx

Publish date : 2026-08-14