Cek Fakta: Kompas Beritakan Darurat Militer di Aceh 1 September 2026



Murianews, Kudus – Sebuah tangkapan layar yang diklaim sebagai pemberitaan dari Kompas.com dengan judul 1 September 2026 Aceh Resmi Menjadi Wilayah Darurat Operasi Militer (DOM). Namun setelah diperiksa, Tim Cek Fakta Murianews.com, unggahan tersebut konten rekayasa atau fabricated content.



Tangkapan layar itu diunggah akun Instagram @abubakarabubakar1498 dalam format reel, pada Minggu (16/8/2026). Dalam tangkapan layar itu, disebutkan berita itu terbit pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 08.45 WIB.



Artikel dalam unggahan menyebut, penetapan DOM dilakukan karena terjadi kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada Sabtu (15/8/2026).



Terdapat dua foto yang didampilkan. Foto kiri, yakni menggambarkan kerusuhan di Halaman Masjid Raya Baiturrahman. Sementara foto kanan menampikan prajurit tengah berbaris dengan tulisan ”KESIAPAN TUGAS OPERASI MILITER DI WILAYAH ACEH”.



Unggahan itu muncul tak lama setelah kericuhan pada peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026) lalu.



Benarkah Kompas.com merilis berita sebagaimana unggahan tersebut? Simak penelusurannya di halaman berikut.



Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri menggunakan alat pencarian google dengan kata kunci ”1 September 2026 Aceh Resmi Menjadi Wilayah Darurat Operasi Militer (DOM):kompas.com”.



Hasilnya muncul artikel berjudul Kompas.com Dicatut dalam Hoaks Penerapan DOM Aceh Mulai 1 September.



Dalam artikel itu, Pemimpin redaksi Kompas.com, Amir Sodikin menegaskan medianya tidak pernah menerbitkan artikel terkait penetapan darurat operasi militer di Aceh pada 1 September 2026.



Ia menjelaskan, unggahan itu merupakan hasil rekayasa. Sebab, karakter visual dan editorial dalam unggahan itu berbeda dengan karakteristik pemberitaan Kompas.com.



”Kompas.com menegaskan, tangkapan layar berisi artikel mengenai ’DOM Aceh’ yang beredar dan mengatasnamakan Kompas.com tidak pernah kami terbitkan. Konten tersebut bukan produk jurnalistik Kompas.com dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan redaksi kami,” ujar Amir, seperti dikutip Murianews.com, Selasa (18/8/2026).



Amir mengimbau agar masyarakat lebih cermat dan berhati-hati sebelum menyebar informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat bisa mengecek kebenaran artikel maupun pemberitaan Kompas.com melalui laman dan media sosial resminya.



”Untuk memastikan keaslian sebuah pemberitaan, pembaca dapat mengecek langsung melalui kanal resmi kami di www.kompas.com dan akun media sosial resmi Kompas.com,” kata Amir.







Tim Cek Fakta Murianews.com juga melakukan penelusuran menggunakan mesin pencarian di web Kompas.com dengan kata kunci ”Darurat Operasi Militer di Aceh” yang mengatur waktu terbitnya sesuai tanggal dalam unggahan tersebut.



Hasilnya, tidak ada satu pun berita terkait rencana pemerintah menerapkan darurat operasi militer di Aceh.



Tim Cek Fakta Murianews.com juga kembali melakukan penelusuran menggunakan alat penelusuran google dengan kata kunci yang sama tanpa menggunakan :site.



Hasilnya, tak ditemukan informasi maupun pemberitaan valid dari pemerintah maupun media kredibel lainnya terkait penerapan darurat militer di Aceh 1 September 2026.



Melansir dari Kompas.com, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Muhammad Nas menyebut unggahan itu adalah hoaks. Ia menegaskan, tidak ada operasi militer di Aceh pada 1 September 2026.



”Situasi dan kondisi normal, kondusif, tidak ada yg perlu dikhawatirkan. Saya tekankan tidak ada operasi militer,” ujar Nas.



Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan unggahan palsu yang beredar di media sosial tersebut.



”Kepada masyarakat agar bijak dan jeli, jangan mau dihasut, jangan mudah percaya berita hoaks yang sengaja dibuat oleh pihak dengan maksud tertentu," ujarnya.







Tak berhenti di situ, Tim Cek Fakta Murianews.com, mencoba menganalisa foto yang digunakan dalam artikel yang klaim dari Kompas.com dalam unggahan tersebut menggunakan hive moderation.



Hasilnya, kedua foto tersebut dinyatakan diproduksi menggunakan AI. Foto yang menampilkan kerusuhan di Halaman Masjid Raya Baiturrahman terdeteksi hasil AI dengan probabilitas 68,3 persen.



Sementara foto kanan menampikan prajurit tengah berbaris dengan tulisan ”KESIAPAN TUGAS OPERASI MILITER DI WILAYAH ACEH”, memiliki probabilitas AI sebesar 97,2 persen.



Hasil analisa rekayasa AI menggunakan Hive Moderation. (Dok.Murianews.com)



Berdasarkan hasil analisa dan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Murianews.com, unggahan tangkapan layar pemberitaan Kompas.com dengan judul 1 September 2026 Aceh Resmi Menjadi Wilayah Darurat Operasi Militer (DOM) merupakan fabricated content atau konten rekayasa.



Kapuspen TNI memastikan tidak ada operasi militer di Aceh pada 1 September 2026. Selain itu, Kompas.com juga tidak pernah menerbitkan artikel maupun pemberitaan terkait penerapan DOM di Aceh pada 1 September 2026.



Kolase dua foto yang digunakan dalam artikel palsu tersebut juga merupakan hasil rekayasa menggunakan AI, dengan probabilitas 68,3 persen dan 97,2 persen.



Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com terkait unggahan yang mencatut Kompas.com dengan berita rekayasa berjudul 1 September 2026 Aceh Resmi Menjadi Wilayah Darurat Operasi Militer di Aceh. (Dok. Murianews)

Publish date : 2026-08-18